Daerah

Dzulfikar Ahmad Tawalla dan Idah Syahidah Dorong Pemuda Muhammadiyah Mengakar Bangun Gorontalo

×

Dzulfikar Ahmad Tawalla dan Idah Syahidah Dorong Pemuda Muhammadiyah Mengakar Bangun Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Bersama Wamen P2MI, Wagub Tekankan Peran Pemuda Muhammadiyah Bangun Gorontalo

jurnalistik.co.id – Rakorwil Pemuda Muhammadiyah tingkat Provinsi Gorontalo menjadi momentum penguatan arah gerak organisasi bagi para kader. Dalam pembukaan acara, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia menekankan pentingnya membangun eksistensi dengan fondasi yang kuat.

Wakil Menteri P2MI yang juga Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menyampaikan ajakan agar kader Pemuda Muhammadiyah menyiapkan diri sejak awal. Ia menilai, eksistensi yang tumbuh dari dasar yang kokoh akan memungkinkan kontribusi nyata saat seseorang tampil di tengah masyarakat.

Dzulfikar menguraikan bahwa kekuatan kader tidak berhenti pada semangat, melainkan harus berakar. Ia menegaskan pentingnya “tanah yang kuat” sebagai metafora dari kesiapan yang matang sebelum berkiprah di ruang publik.

Menurut Dzulfikar, kader Pemuda Muhammadiyah perlu memiliki tiga basis utama, yakni social base, skill base, dan intellectual base. Ia menggunakan analogi akar untuk menjelaskan bahwa fondasi yang rapuh akan membuat kontribusi menjadi tidak sempurna ketika berada di permukaan.

“Tanamlah eksistensi dirimu di dalam tanah yang kuat, dengan akar yang kuat. Karena orang yang eksistensinya dibangun di atas dasar yang tidak kuat, maka sesungguhnya ketika dia tampil di permukaan, itu sesuatu yang lemah dan tidak sempurna,” ujar Dzulfikar.

Ia menjelaskan social base sebagai basis sosial yang membuat kader diterima dan dikenal dalam lingkungan tempat tinggal. Sementara itu, skill base dimaknai sebagai keterampilan yang dimiliki kader untuk menjalankan peran-peran organisasi secara nyata. Di sisi lain, intellectual base berkaitan dengan kemampuan intelektual yang menjadi penguat sikap dan cara pandang dalam mengabdi.

Dzulfikar juga mengaitkan gagasannya dengan pemahaman Muhammadiyah tentang kemuliaan seseorang yang didasarkan pada ilmu serta adab atau perilaku. Baginya, kombinasi ketiga basis tersebut dibutuhkan karena perjuangan membangun kebaikan memerlukan organisasi yang kuat.

Dalam penguatan itu, Dzulfikar mengingatkan pesan Ali bin Abi Thalib bahwa kebenaran yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir. Ia menempatkan pesan tersebut sebagai pengingat agar kader tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan menggerakkan kekuatan secara terarah.

Lebih lanjut, Dzulfikar menyebut dalam membangun peradaban terdapat tiga tugas yang perlu menjadi bagian dari perjuangan kader. Tiga hal tersebut meliputi membangun peradaban politik, peradaban loyalitas, dan peradaban ekonomi. Ia menegaskan ketiganya harus hadir dalam gerak Pemuda Muhammadiyah, sekalipun pelaksanaannya akan menghadapi berbagai tantangan.

Apresiasi Pemerintah Provinsi dan harapan bagi kaum muda

Rangkaian kegiatan juga diisi sambutan dari Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie. Idah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamen P2MI sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah di Gorontalo.

Mewakili Pemerintah Provinsi, Idah menyambut Dzulfikar di Bumi Serambi Madinah. Ia berharap kehadiran Dzulfikar dapat memberi semangat bagi kaum muda, khususnya Pemuda Muhammadiyah, dalam menjalankan agenda organisasi.

Idah menyampaikan pula salam dari Gubernur Gorontalo kepada seluruh peserta Rakorwil. Ia kemudian menyampaikan harapannya agar organisasi Muhammadiyah, termasuk para pimpinan Muhammadiyah di kabupaten/kota, terus menjadi corong kehidupan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

Dalam pandangannya, Muhammadiyah selama ini konsisten mengembangkan pendidikan dan kesehatan. Idah juga menyinggung bahwa banyak kader Muhammadiyah turut aktif dalam dunia politik, sehingga gerak organisasi dapat memberi kontribusi pada berbagai bidang kehidupan.

Ia menambahkan, keberadaan Universitas Muhammadiyah Gorontalo dan Fakultas Kedokteran diharapkan semakin memperkuat kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan daerah. Idah melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan berdirinya UMGO dan hadirnya Fakultas Kedokteran ini, kita bisa melahirkan dokter-dokter yang unggul dan berkualitas, dan tentunya bisa memberikan kontribusi yang banyak untuk profesi dan pembangunan Gorontalo,” pungkasnya.

Acara yang mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya” diikuti oleh seluruh kader serta pemuda Muhammadiyah Provinsi Gorontalo. Rakorwil ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi gagasan, pembelajaran nilai, dan penajaman arah langkah agar gerak Pemuda Muhammadiyah semakin bertumbuh dengan landasan yang jelas.