Bisnis & Ekonomi

Idah Syahidah Pastikan Bantuan Bahan Produksi untuk 105 UMKM Gorontalo Utara Berkualitas

×

Idah Syahidah Pastikan Bantuan Bahan Produksi untuk 105 UMKM Gorontalo Utara Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wagub Gorontalo Pastikan Bantuan UMKM Berkualitas

jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memastikan bantuan bahan produksi yang disalurkan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gorontalo Utara dapat langsung digunakan dengan kualitas yang baik. Penegasan itu disampaikan saat penyerahan bantuan untuk 105 pelaku UMKM pada Selasa (8/9/2026).

Menurut Idah, bantuan pemerintah hadir sebagai perhatian sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan usaha yang dijalankan para pelaku UMKM setempat. Ia menekankan bahwa setiap barang yang diberikan dipastikan layak pakai.

“Pemerintah memberikan bantuan ini tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Barang-barang yang diberikan juga semuanya berkualitas baik dan dipastikan tidak kedaluwarsa,” ujar Idah.

Idah menjelaskan, pemerintah juga memperhatikan aspek kualitas agar bantuan benar-benar memberikan manfaat terhadap proses produksi UMKM. Dengan begitu, penerima tidak hanya menerima dukungan, tetapi juga memperoleh bahan yang dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan usaha.

Rincian bantuan bahan produksi mencakup minyak goreng yang bukan merupakan minyak curah, melainkan produk yang berkualitas. Selain itu, bantuan juga disertai tepung terigu, tepung beras, gula, hingga margarin.

Dalam penjelasannya, Idah menyebut bahwa bahan-bahan tersebut memakai produk dengan merek yang telah dikenal masyarakat. Ia berharap pemilihan ini turut membantu pelaku UMKM menjaga standar hasil produksi agar tetap konsisten dan diterima pasar.

“Pemerintah tidak asal memberikan bantuan, apalagi dengan produk-produk yang tidak berkualitas. Semua kita perhatikan kualitasnya agar bantuan ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Idah mendorong agar dukungan bantuan tidak berhenti pada ketersediaan bahan produksi, melainkan diiringi dengan upaya inovasi dari pelaku UMKM. Menurutnya, perkembangan produk akan membuat usaha semakin relevan dengan selera konsumen yang terus berubah.

Ia memberi contoh pengembangan produk gorengan yang dapat dilakukan pelaku usaha, seperti membuat bakwan crispy atau telur crispy. Inovasi seperti ini diharapkan mampu menambah variasi produk dan memperkuat daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.

Selain variasi rasa dan bentuk, Idah juga menyoroti cara pengemasan agar produk terlihat lebih menarik. Ia menilai pendekatan kemasan dan penyajian dapat menjadi faktor penting untuk menarik perhatian calon pembeli.

“Gorengan juga dapat dikemas dalam bentuk yang lebih menarik, misalnya dibuat dalam ukuran kecil, ditusuk seperti sate, maupun ditambahkan saus. Jangan lupa juga buat spanduk yang menarik,” sarannya.

Bantuan total yang diserahkan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo Utara mencapai Rp262,5 juta. Dari jumlah tersebut, masing-masing penerima mendapatkan bantuan senilai Rp2,5 juta.

Idah berharap penyerahan bantuan bahan produksi ini mampu menjadi dorongan nyata bagi pelaku UMKM untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan kualitas hasil produksi. Dengan dukungan yang tepat serta semangat berinovasi, ia menginginkan produk UMKM dapat semakin berkembang dan memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat.

Menurut Idah, penyaluran bantuan tersebut juga dimaksudkan agar pelaku UMKM tidak perlu menanggung beban pengadaan bahan baku sendirian. Dengan dukungan yang disiapkan secara terencana, para penerima diharapkan dapat langsung memulai atau melanjutkan proses produksi menggunakan bahan yang memenuhi standar yang baik, sehingga hasil usaha lebih terjamin dari sisi kualitas.

Idah menegaskan bahwa pemilihan produk pendukung produksi dilakukan dengan mempertimbangkan kelayakan penggunaan, termasuk kondisi dan masa berlaku. Karena itu, bantuan tidak hanya berfokus pada ketersediaan, melainkan juga pada mutu bahan yang digunakan dalam setiap tahapan produksi. Ia berharap pilihan produk bermerek yang sudah dikenal masyarakat turut membantu pelaku UMKM menjaga karakter rasa dan standar output agar tetap konsisten dan mudah diterima konsumen.

Dalam mendorong peningkatan usaha, Idah juga menekankan pentingnya inovasi yang sejalan dengan kebutuhan pasar. Selain mengolah varian seperti olahan gorengan yang dibuat dengan tampilan lebih renyah, pelaku usaha juga disarankan memperhatikan bagaimana produk ditampilkan. Penataan bentuk, ukuran, dan cara penyajian dinilai bisa memengaruhi minat pembeli, termasuk penggunaan kemasan yang lebih menarik serta dukungan materi promosi seperti spanduk.

Idah menambahkan, bantuan bahan produksi yang diserahkan secara total mencapai Rp262,5 juta untuk 105 pelaku UMKM di Kabupaten Gorontalo Utara. Masing-masing penerima memperoleh bantuan senilai Rp2,5 juta. Ia berharap dukungan ini menjadi penguat bagi keberlangsungan usaha sekaligus mendorong pelaku UMKM terus berbenah agar kualitas produksi makin baik dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.