Daerah

Gusnar Ismail Buka Musda ke-VII DPD REI, Gandeng Kolaborasi untuk Gorontalo

×

Gusnar Ismail Buka Musda ke-VII DPD REI, Gandeng Kolaborasi untuk Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Buka Musda ke-VII DPD REI, Gubernur Gorontalo Ajak Kolaborasi

jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (REI) tahun 2026 di Aula Aston Hotel Kota Gorontalo, Selasa (15/9/2026). Acara tersebut menjadi forum yang mempertemukan pelaku sektor properti dengan pemerintah daerah.

Musda dihadiri oleh Ketua Umum DPD REI Joko Sutanto serta Kadis PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Aries Ardianto. Kehadiran para pihak itu menegaskan keterkaitan antara kebijakan pembangunan dan kebutuhan pengembangan di bidang realestat.

Dalam sambutannya, Gusnar menyampaikan ajakan agar ada kolaborasi yang lebih nyata antara pemerintah dan REI. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong kinerja sektor properti sekaligus memberi manfaat bagi upaya pembangunan daerah.

Gusnar juga menekankan perlunya langkah yang dapat ditindaklanjuti di lapangan. Ia menyampaikan, “Setelah ini ayo kita rancang langkah konkrit agar bagaimana REI ini benar-benar eksis di lapangan dan pemerintah juga mendapatkan manfaat daripada REI ini” kata Gusnar.

Lebih lanjut, Gubernur Gorontalo menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi sedang merancang kebijakan pengalokasian pembangunan kantor strategis dan pemukiman di kawasan Gorontalo Outer Ring Road. Gusnar menyebut pertimbangan tersebut muncul karena ruang tata kelola perkotaan Gorontalo yang semakin sempit.

Ia menjelaskan arah rencana tersebut sebagai upaya mengurangi tekanan pada ibu kota provinsi. Gusnar mengatakan, “Jadi kalau Bapak dari bandara tadi sebelah kiri, itu kita akan rencanakan menjadi kawasan baru, maksudnya agar supaya tekanan ke ibukota provinsi berkurang, karena ruangnya kini makin sempit” ungkap Gusnar.

Dalam paparan berikutnya, Gusnar menyampaikan gambaran keterkaitan pemanfaatan lahan di Gorontalo Outer Ring Road dengan rencana perkantoran. Ia menuturkan, markas Komando Daerah Militer (Kodam) Gorontalo diproyeksikan menjadi perkantoran pertama yang dibangun di kawasan tersebut.

Selain itu, Gusnar menyampaikan proyeksi untuk pengembangan sektor industri dan perdagangan. Ia menyebut kawasan Gorontalo Outer Ring Road juga akan diarahkan untuk menjadi tempat penumpukan peti kemas.

Melalui uraian tersebut, Gusnar menggarisbawahi bahwa forum REI tidak hanya berputar pada agenda kelembagaan, melainkan harus mampu menghasilkan kesinambungan kerja. Dengan begitu, sektor realestat diharapkan dapat bergerak sejalan dengan rencana pembangunan yang sedang disusun oleh pemerintah daerah.

Pesan kerja sama bagi pengurus REI

Menjelang penutup sambutan, Gusnar menyampaikan pesan kepada pengurus REI agar bekerja bersama dalam membangun Gorontalo. Ia menegaskan perlunya sinergi yang berkelanjutan agar tujuan pembangunan dapat berjalan dengan lebih terarah.

Gusnar mengakhiri sambutannya dengan pernyataan, “Pesan saya kepada pengurus REI, ayo kita sama-sama bekerja sama membangun Gorontalo yang lebih maju kedepan” tutupnya. Dengan penutup tersebut, Musda ke-VII DPD REI 2026 menutup rangkaian kegiatan dengan penegasan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku realestat.

Musda yang digelar di Aula Aston Hotel pada 15/9/2026 ini memperlihatkan ruang dialog yang dibangun untuk menyamakan langkah. Kehadiran unsur pemerintah dan pengurus REI menjadi bagian dari upaya menjembatani kebutuhan sektor properti dengan rencana pembangunan di kawasan Gorontalo Outer Ring Road.

Melalui rangkaian penyampaian tersebut, Gusnar mengaitkan gagasan kolaborasi dengan kebutuhan implementasi di lapangan. Arahan mengenai pengalokasian kantor strategis, pemukiman, perkantoran seperti Kodam Gorontalo, serta proyeksi penumpukan peti kemas di sektor industri dan perdagangan menjadi titik fokus yang menguatkan arah pembahasan dalam Musda.

Musda ke-VII DPD REI 2026 itu sekaligus menjadi ruang komunikasi untuk mempertemukan rencana pemerintah daerah dengan aspirasi pelaku realestat. Kehadiran ketua umum REI dan pejabat terkait PUPR-PKP memperlihatkan bahwa pembahasan tidak berhenti pada seremonial, tetapi diarahkan pada kesesuaian program pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Gusnar menyoroti pentingnya kerja sama yang tidak hanya disepakati di forum, melainkan diterjemahkan menjadi langkah yang bisa dijalankan di wilayah. Ia mengarahkan agar pengurus REI berperan aktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam proses perencanaan hingga implementasi.

Gagasan pengalokasian kawasan di Gorontalo Outer Ring Road juga diletakkan sebagai bagian dari upaya pengendalian ruang perkotaan. Menurut paparan Gusnar, kawasan tersebut direncanakan berkembang untuk fungsi perkantoran, termasuk proyeksi pemanfaatan Kodam Gorontalo, sekaligus menampung kebutuhan industri dan perdagangan melalui pengaturan tempat penumpukan peti kemas.