jurnalistik.co.id – Pemerintah menandatangani Strategic Cooperation Framework Agreement untuk pengembangan industri bersama mitra asal China. Kerja sama ini diarahkan untuk dijalankan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Jakarta pada Rabu (5/8/2026) antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park. Dalam rencana kerja sama, pengembangan industri dari China disebut akan dilakukan di wilayah Bangkalan.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa masuknya kerja sama ini membawa angin segar bagi daerahnya. Ia menjelaskan, proyek yang ditujukan sebagai industri padat karya dinilai berpotensi membuka peluang kerja dalam jumlah besar.
Lukman menuturkan, investor dari China diperoleh setelah ia mempresentasikan potensi industri yang bisa dikembangkan di Bangkalan. Dari proses tersebut, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia kemudian melirik peluang dan mendapatkan investor asal China.
“Alhamdulillah itu disambut baik dan mendapatkan investor untuk membangun industri padat karya,” ucapnya, Jumat (7/8/2026).
Lukman juga menyebut adanya penandatanganan kerja sama lain di tingkat pusat. Menurutnya, kerja sama tersebut juga ditindaklanjuti dengan langkah-langkah persiapan lapangan agar rencana bisa segera berjalan.
“Dari Menko kemarin juga sudah menandatangani kerja sama tersebut dengan salah satu klaster industri yang ada di China,” imbuhnya.
Untuk menyiapkan implementasi, Pemkab Bangkalan menyatakan telah menggelar persiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan industri. Tim konsultan khusus didatangkan guna melakukan kajian menyeluruh terkait kesesuaian wilayah industri.
“Sudah dilakukan kajian, mulai dari kontur tanah, kebutuhan air, pasokan listrik dan semua kebutuhan industri lainnya. Sehingga bisa memenuhi syarat untuk dijadikan wilayah industri,” jelasnya.
Dalam skema yang disampaikan, industri padat karya yang akan dibangun nantinya disebut dibiayai oleh pihak swasta dan tidak menggunakan APBD. Pemerintah menempatkan peran pada penyiapan prasyarat wilayah agar proyek industri dapat direalisasikan sesuai rencana.
Rencana industri yang disebutkan meliputi pabrik tekstil, pabrik plastik, pabrik cokelat, serta industri lainnya yang masih masuk dalam pengembangan kawasan. Jenis usaha yang direncanakan diarahkan pada penggerak ekonomi daerah sekaligus penyerap tenaga kerja lokal.
Berita Terkait
Persiapan lahan dan penyerapan tenaga kerja
Pemerintah daerah menyebutkan bahwa untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya akan menyediakan lahan seluas 1.000 hingga 3.000 hektare. Luasan itu disebut akan menjadi basis pembangunan berbagai pabrik dalam kerangka kerja sama dengan China.
Lukman menyatakan bahwa ribuan lahan tersebut nantinya diharapkan mampu menyerap sebanyak ribuan pekerja lokal. Ia menambahkan, tenaga kerja yang dibutuhkan tidak hanya berasal dari Bangkalan, tetapi juga dari Madura.
“Itu semua akan membutuhkan banyak pekerja dan nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal,” imbuhnya.
Meskipun demikian, Lukman mengaku hingga saat ini pihaknya belum menyebutkan lokasi spesifik industri tersebut akan dibangun. Ia memastikan lahan untuk kebutuhan kawasan sudah disiapkan, namun detail penempatan rencana baru akan disampaikan menjelang tahap lanjutan.
“Nanti pada waktunya akan kami sampaikan saat ground breaking . Kami sangat butuh dukungan semua lapisan masyarakat, ini untuk kepentingan bersama, untuk masyarakat Bangkalan ke depan,” tuturnya.
Selain persiapan teknis dan lahan, Pemkab Bangkalan juga berencana mengusulkan kawasan industri agar dapat masuk ke skema strategis nasional. Dalam rencana tersebut, kawasan industri juga disebut bakal diusulkan sebagai Program Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Langkah pengajuan itu, menurut Lukman, dimaksudkan agar pengembangan industri memiliki kerangka yang lebih kuat untuk mendukung proses pembangunan. Dengan dukungan kebijakan, ia menargetkan tahapan pembangunan bisa berjalan lebih cepat.
Target pembangunan awal 2027
Untuk waktu pelaksanaan, Lukman menyampaikan target agar industri-industri dari China bisa segera dibangun pada awal 2027. Dengan percepatan tersebut, penyerapan tenaga kerja diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga ekonomi Bangkalan tetap bisa berkembang.
Ia juga menyebut bahwa sebagian target di tahun 2027 sudah berjalan. “Target 2027 ada yang sudah jalan dan dibangun,” pungkasnya.












