jurnalistik.co.id – Gubernur Gusnar Ismail membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) V Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo di Hotel Aston, Kota Gorontalo, pada Senin (21/9/2026).
Pembukaan ditandai dengan Gusnar memukul gong sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan musyawarah.
Musprov V Kadin Gorontalo diselenggarakan untuk menentukan ketua umum bagi periode 2026–2031.
Dalam sambutannya, Gusnar menegaskan bahwa Kadin merupakan organisasi yang dibutuhkan pemerintah daerah untuk ikut mendorong kemajuan pembangunan di Provinsi Gorontalo.
Ia memandang Kadin sebagai mitra strategis yang membantu menggerakkan investasi serta menjadi bagian dari upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah.
Gusnar menyampaikan pandangan tersebut melalui kutipan, “Ketika kami berjuang di Jakarta mencari peluang-peluang anggaran untuk Gorontalo, jalurnya adalah kementerian. Tetapi ada satu jalur yaitu dunia usaha yang harus kami buka lebih lanjut dan di situlah peran Ketua Kadin Gorontalo,” kata Gusnar.
Gusnar juga menyinggung sejumlah arah dukungan dari pemerintah pusat yang, menurutnya, dapat ditindaklanjuti jika Gorontalo mampu memenuhi prasyarat produksi di sektor-sektor strategis.
Ia menyebut Menteri Kelautan dan Perikanan telah menjanjikan pembangunan industri di Gorontalo apabila daerah mampu menghasilkan komoditas rumput laut 100 ton per tahun.
Selain itu, Gusnar menuturkan adanya peluang dari Menteri Pertanian, yang siap membangun rumah potong hewan apabila Gorontalo berani mengembangkan peternakan sapi.
Menurut Gusnar, kunci persoalannya terletak pada siapa yang akan menggerakkan proses dari rencana menjadi kegiatan ekonomi yang nyata.
Berita Terkait
Gusnar menegaskan, “Persoalannya siapa yang akan menggerakkan ini? Mengandalkan APBD tidak mungkin. Harus pihak swasta dan pengusaha yang menggerakkan. Harapan saya, teman-teman Kadin yang akan menjadi motor penggerak dan poros utama membangun Gorontalo,” ujar Gusnar.
Pada kesempatan yang sama, ia mengajak seluruh peserta Musprov untuk menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.
Gusnar menilai perbedaan pilihan dalam organisasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi organisasi, sehingga perlu disikapi secara dewasa.
Musprov V Kadin Gorontalo dihadiri anggota Komisi XI DPR RI, Rusli Habibie, serta anggota DPD RI, Fadel Muhammad.
Dari jajaran pengurus pusat, kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Bidang Hukum, HAM, serta Sarana dan Prasarana, Azis Syamsuddin; Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang; Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Organisasi, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko; dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Keanggotaan, Widiyanto Saputro.
Melalui musyawarah ini, para anggota Kadin diharapkan dapat meneguhkan arah kepengurusan periode berikutnya sebagai pijakan kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
Gusnar menempatkan peran ketua umum Kadin sebagai penghubung yang dapat membuka peluang kerja sama, mempercepat investasi, dan memperkuat eksekusi program pembangunan yang berdampak pada perekonomian Provinsi Gorontalo.
Gusnar mengarahkan seluruh rangkaian Musprov sebagai momentum untuk menyatukan pandangan para pelaku usaha, terutama ketika pembahasan berujung pada penetapan figur yang akan memimpin Kadin pada periode 2026–2031.
Dalam penekanannya, ia menempatkan sektor dunia usaha sebagai penggerak utama yang dapat menjembatani rencana pembangunan dengan langkah nyata di lapangan, sehingga ruang kolaborasi tidak berhenti pada wacana, melainkan terwujud menjadi aktivitas ekonomi yang terukur.
Ia juga menekankan bahwa berbagai peluang dari pemerintah pusat hanya bisa ditindaklanjuti bila Gorontalo mampu memenuhi prasyarat produksi di sektor-sektor strategis, sebagaimana tergambar dari arahan terkait pengembangan komoditas rumput laut dan kesiapan penguatan rantai peternakan.
Musprov ini diharapkan menjadi forum yang memperkuat kerja bersama dengan pemerintah daerah, termasuk melalui sikap yang saling menghargai saat proses pemilihan berlangsung, agar perbedaan pilihan organisasi tetap menjadi bagian dari dinamika yang dewasa dan produktif.












