Bisnis & Ekonomi

Guyana dan China Melaju Pesat, RI Masuk Top 25 Pertumbuhan Real PDB per Kapita Tercepat

×

Guyana dan China Melaju Pesat, RI Masuk Top 25 Pertumbuhan Real PDB per Kapita Tercepat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Guyana-China Melejit, RI Masuk 25 Besar Ekonomi Paling Ngebut di Dunia

jurnalistik.co.id – Dalam rentang 35 tahun terakhir, peta pertumbuhan ekonomi dunia memperlihatkan perubahan yang tajam. Sejumlah negara mampu melesat jauh lebih cepat dibanding yang lain melalui lonjakan nyata pada output ekonomi per penduduk.

Real Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita digunakan untuk melihat nilai keluaran ekonomi rata-rata per orang yang sudah disesuaikan dengan inflasi. Dengan penyesuaian ini, indikator tersebut menggambarkan pertumbuhan riil ekonomi pada level individu, sekaligus mempertimbangkan perbedaan daya beli antarnegara.

Berpijak pada data World Bank untuk periode 1990–2025, Guyana mencatat pertumbuhan real PDB per kapita tertinggi di dunia. Negara itu memimpin dengan kenaikan sebesar 1.549%, sementara China berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 1.404%. Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) justru berada di peringkat ke-88 dalam kelompok tersebut.

Dalam laporan itu, angka-angka dimaknai setelah penyesuaian inflasi serta perbedaan daya beli lintas negara. Artinya, ukuran yang dipakai bukan sekadar perubahan nominal, melainkan perubahan ekonomi riil yang lebih sebanding antardestinasi.

Guyana mengerek pertumbuhan lewat lonjakan minyak

Lonjakan Guyana sangat terkait dengan kinerja sektor energi, terutama minyak lepas pantai. Produksi minyak Guyana mulai berjalan pada 2019 dan pada 2024 mencapai sekitar 225 juta barel.

Dengan jumlah penduduk kurang dari 1 juta jiwa, dampak kenaikan produksi minyak tersebut menjadi semakin besar terhadap ekonomi per kapita. Kenaikan ini tercermin pada real PDB per kapita berbasis paritas daya beli (PPP), yang bergerak dari sekitar US$5.100 (setara Rp90,42 juta per tahun, dengan asumsi US$1 = Rp17.730) pada 1990.

Pada 2025, nilai itu meningkat menjadi US$83.700 atau sekitar Rp1,5 miliar. Perubahan dari level awal ke level akhir itulah yang membuat Guyana menjadi pemimpin pertumbuhan paling cepat dalam rentang 1990–2025.

China melesat lewat industrialisasi dan ekspansi perdagangan

China menempati peringkat kedua dengan pertumbuhan real PDB per kapita sebesar 1.404% selama 1990–2025. Dalam basis PPP, nilai tersebut melompat dari US$1.700 menjadi US$25.100.

Beda dengan Guyana yang menonjol karena dorongan berbasis minyak, peningkatan China lebih bertaut pada proses industrialisasi dan perluasan perdagangan yang berlangsung selama beberapa dekade. Perubahan struktural itu membantu mengangkat output ekonomi per penduduk secara konsisten.

Selain itu, kemajuan sosial ekonomi China juga terlihat dari penurunan kemiskinan. World Bank mencatat hampir 800 juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem di China dalam sekitar empat dekade terakhir, atau hampir tiga perempat dari penurunan kemiskinan ekstrem global.

Dengan latar seperti itu, angka pertumbuhan PDB per kapita di China dipahami sebagai hasil akumulasi dari transformasi ekonomi, bukan hanya satu pendorong tunggal.

Negara Asia mendominasi 25 besar

Guyana dan China bukan satu-satunya yang bergerak cepat dari kawasan Asia. Dalam daftar 25 besar, Vietnam berada di posisi keenam, sementara India ada di peringkat ke-10, disusul Bangladesh serta Korea Selatan.

Secara agregat, negara-negara Asia mengisi hampir setengah dari kelompok 25 besar berdasarkan pertumbuhan real PDB per kapita riil tertinggi sejak 1990. Ini menunjukkan bahwa dinamika pertumbuhan di kawasan tersebut menjadi salah satu pendorong utama pergeseran peta ekonomi global.

Sebagai pembanding, real PDB per kapita dunia meningkat 94% dari US$11.300 pada 1990 menjadi US$21.900 pada 2025. Artinya, sebagian negara di luar Asia dan terutama para pemimpin pertumbuhan dapat melampaui laju kenaikan global tersebut secara signifikan.

Indonesia masuk 25 besar, per kapita naik 210%

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia berada di peringkat ke-24 dunia dalam pertumbuhan real PDB per kapita selama 1990–2025. Dalam periode tersebut, real PDB per kapita Indonesia berbasis PPP naik dari sekitar US$4.900 (sekitar Rp86,9 juta) menjadi US$15.100 (sekitar Rp267,7 juta).

Dengan demikian, nilai itu tumbuh 210%. Jika dipahami dalam arti ekonomi riil, output rata-rata per penduduk Indonesia menjadi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kondisi pada 1990.

Meskipun masih berada di bawah beberapa negara Asia yang lonjakannya lebih besar, masuknya Indonesia ke kelompok 25 besar mencerminkan peningkatan ekonomi per kapita yang berarti dalam jangka panjang.

Di kawasan Asia, China tercatat tumbuh 1.404%, disusul Vietnam 526%, India 369%, Laos 342%, Bangladesh 319%, Korea Selatan 287%, dan Sri Lanka 220%. Susunan ini menempatkan Indonesia pada posisi yang tetap kompetitif, namun menunjukkan adanya jarak pertumbuhan dibanding sejumlah ekonomi Asia lainnya.

Perlu dicatat, real PDB per kapita bukanlah pendapatan atau gaji rata-rata masyarakat. Indikator ini menggambarkan nilai output ekonomi riil per penduduk yang sudah memperhitungkan inflasi dan perbedaan daya beli antarnegara, sehingga berguna untuk melihat performa pertumbuhan yang lebih dapat dibandingkan.