Daerah

Warga Huntu Makan Bitule Beracun, Gusnar Ismail Beri Bantuan Pangan

×

Warga Huntu Makan Bitule Beracun, Gusnar Ismail Beri Bantuan Pangan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Warganya Makan Ubi Hutan Beracun, Gubernur Gusnar Beri Bantuan Pangan

jurnalistik.co.id – Musim kemarau yang berkepanjangan di Gorontalo membuat warga makin sulit memenuhi kebutuhan harian, baik air bersih maupun cadangan pangan.

Di Desa Huntu, Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, Agus Meluko (60) bersama istrinya, Aisa Malipi (52), sudah beberapa pekan mengandalkan ubi hutan atau bitule sebagai makanan utama.

Bitule berasal dari jenis umbi dengan nama ilmiah dioscorea hispida. Umbi ini dinyatakan beracun karena mengandung asam sianida (HCN) yang berbahaya jika dikonsumsi dalam kondisi mentah.

Karena itu, bitule hanya dapat dikonsumsi setelah melalui teknik pencucian, pengeringan, hingga proses memasak tertentu agar dianggap lebih aman.

Namun, saat informasi mengenai warga yang terpaksa memakan bitule di masa panceklik sampai ke pemerintah, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail langsung mengambil langkah.

Pada Jumat (11/9/2026), Gusnar Ismail mendatangi Desa Huntu dengan membawa bantuan pangan. Tiba di kantor desa, rombongan disambut oleh Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura serta Bulog, yang sebelumnya ditugaskan untuk mencari warga yang mengalami kesulitan pangan.

Mereka berencana menggelar acara seremonial yang akan dihadiri camat, perangkat desa, dan perwakilan warga. Akan tetapi, Gusnar menolak skenario tersebut.

Ia memilih untuk langsung menuju lokasi di area perbukitan, yang jaraknya sekitar dua kilometer dari kantor desa, agar bantuan bisa diberikan tepat kepada keluarga yang membutuhkan.

Rencana itu ternyata benar. Di lokasi, Gusnar menemukan sendiri pasangan paruh baya tersebut sedang mengiris bitule, sementara kondisi pangan mereka terus menipis.

“Hari ini ti Pak Gubernur datang ke sini karena sudah tahu ada warga yang sudah makan bitule makanya harus dikasih beras. Bantuan ini dari Bapak Presiden Prabowo dan ada juga dari Gubernur,” kata Gusnar dengan bahasa Gorontalo.

Gubernur Gusnar kemudian menyerahkan bantuan pangan kepada keluarga Agus Meluko. Ada dua jenis bantuan yang disebutkan Gusnar saat penyerahan.

Pertama, bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang dialokasikan pemerintah pusat melalui Bulog. Setiap keluarga menerima 30 kg beras.

Kedua, bantuan dari pemerintah provinsi melalui DKPTPH berupa beras lima kilogram, minyak satu liter, dan telur 10 butir.

Agus Meluko dan keluarga menyampaikan rasa terima kasih karena dukungan tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan mereka saat pendapatan utama tidak lagi berjalan.

Astin Meluko, putri Agus dan Aisa, tidak menyembunyikan syukur atas kedatangan Gusnar dan rombongan. Bantuan tersebut dinilai meringankan situasi karena kedua orang tuanya tidak memiliki penghasilan lagi akibat kegagalan tanam di kebun jagung dan rica.

“Alhamdulillah terima kasih kepada gubernur telah memberikan bantuan kepada kami. Kami senang sekali,” kata Astin.

Setelah menuntaskan penyerahan bantuan pangan di Desa Huntu, Gusnar Ismail melanjutkan kegiatan ke Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme, untuk meninjau penyaluran bantuan air bersih.

Di desa tersebut, sebanyak 661 jiwa di empat dusun dilaporkan kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Peninjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut terhadap kondisi kekurangan yang terjadi bersamaan dengan musim kemarau panjang, yang turut memperberat keterbatasan warga dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Kemarau yang berkepanjangan itu membuat kebutuhan harian warga semakin tertekan, sampai akhirnya bitule menjadi pilihan darurat karena persediaan pangan menipis. Di titik itulah Gusnar menempatkan bantuan sebagai respons cepat, sekaligus memastikan penyaluran menyasar keluarga yang benar-benar terdampak.

Dalam penyerahan di Desa Huntu, rangkaian dukungan dijelaskan secara rinci. Program CPP dari pemerintah pusat lewat Bulog menyediakan 30 kg beras per keluarga, sementara pemerintah provinsi melalui DKPTPH memberikan tambahan berupa beras 5 kilogram, minyak 1 liter, serta telur sebanyak 10 butir.

Setelah rangkaian bantuan pangan selesai diberikan, Gusnar melanjutkan peninjauan ke Desa Bongohulawa untuk melihat kondisi air bersih. Di sana, laporan menyebutkan 661 jiwa di empat dusun kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan kondisi itu diperkirakan makin berat oleh musim kemarau panjang.