Daerah

Gubernur Gusnar Tinjau Percepatan Gedung Pusat Kanker RSUD Ainun

×

Gubernur Gusnar Tinjau Percepatan Gedung Pusat Kanker RSUD Ainun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gubernur Gusnar Kebut Pekerjaan Gedung Pusat Kanker RSUD Ainun

jurnalistik.co.id – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie pada Jumat (11/9/2026). Kunjungan ini menyoroti percepatan pengerjaan gedung pusat kanker yang saat ini dikebut.

RSUD milik pemerintah provinsi tersebut akan menjadi pusat rujukan penanganan pasien kanker. Sejumlah fasilitas utama yang tengah dikerjakan juga diarahkan untuk mendukung layanan terapi sesuai kebutuhan penanganan penyakit kanker.

Di lokasi, Gusnar melihat langsung pekerjaan gedung pusat kanker yang memiliki fasilitas LINAC atau Linear Accelerator. Gedung tersebut juga menyiapkan layanan CT Cimulator serta ruang layanan Brachtherapy.

Pembangunan gedung pusat kanker itu dibiayai melalui APBN. Dengan dukungan pendanaan nasional, proyek diarahkan untuk menghadirkan layanan medis yang lebih terintegrasi bagi pasien kanker di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.

Gusnar menjelaskan bahwa fasilitas LINAC menggunakan mesin medis canggih dengan gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik itu dipakai untuk menghasilkan sinar-X atau foton berenergi tinggi.

Fasilitas lainnya adalah CT Cimulator atau simulasi virtual yang disiapkan untuk proses terapi radiasi. Selain itu, layanan yang dirancang juga mencakup terapi radioaktif untuk jaringan tumor.

Dalam kunjungan tersebut, Gusnar mengutip arahan yang menjadi dasar penyusunan fasilitas. “Rumah sakit Ainun ini diproyeksikan oleh Pak Menteri Kesehatan sebagai rumah sakit kanker di Indonesia Timur, sehingga fasilitasnya sedang disiapkan,” kata Gusnar di sela-sela kunjungan.

Gubernur menegaskan bahwa pengerjaan gedung pusat kanker bukan satu-satunya proyek yang sedang berjalan di RSUD Ainun. Ada juga pembangunan gedung rawat inap lima lantai yang saat ini dikebut hingga akhir tahun.

Menurut Gusnar, pekerjaan proyek sempat mengalami hambatan pada masa kepemimpinan Penjabat (Pj.) Gubernur sebelum periode Gusnar Ismail. Keterlambatan tersebut terjadi pada tiga Pj. Gubernur yang sebelumnya menangani proyek terkait.

Gusnar menyampaikan bahwa dana proyek pernah kembali ke pusat karena pekerjaan yang dilakukan tidak memenuhi harapan. “Dana ini pernah kembali lagi ke pusat karena pekerjaan kita kurang beres. Akhirnya kita berdiskusi lagi dengan Pak Menteri dan alhamdulillah Pak Menteri setuju untuk melanjutkan pembangunannya,” bebernya.

Ia menilai langkah lanjutan yang diambil bersama kementerian menjadi penentu agar proyek kembali berjalan sesuai arah yang ditetapkan. Karena itu, percepatan saat ini diupayakan agar target penyelesaian bisa dicapai tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan.

Lebih jauh, Gusnar berharap pihak kontraktor dan seluruh pemangku kepentingan bekerja secara sungguh-sungguh untuk menyelesaikan dua proyek besar yang sedang dikerjakan. Fokusnya tidak hanya pada penyelesaian fisik, tetapi juga pada terpenuhinya komitmen pelaksanaan program.

Gusnar menekankan pembangunan fasilitas kesehatan sebagai bagian dari menjaga kepercayaan pemerintah pusat. “Jadi banyak sekali kebijakan-kebijakan Pak Menteri Kesehatan untuk Gorontalo ini yang harus kita sambut, kita amankan dan kita laksanakan dengan baik untuk rakyat Gorontalo,” pungkasnya.

Dalam kesempatan peninjauan itu, Gusnar melihat tahapan pengerjaan yang ditujukan untuk mendukung layanan penanganan kanker secara lebih lengkap. Penguatan fasilitas diarahkan agar proses terapi radiasi dapat berlangsung dengan peralatan khusus yang sudah dipersiapkan di area gedung pusat kanker.

Gusnar juga menyoroti bahwa proyek ini merupakan bagian dari target rumah sakit kanker untuk wilayah Indonesia Timur, sebagaimana proyeksi yang disampaikan Kementerian Kesehatan. Karena itu, pengadaan fasilitas medis yang dirancang—termasuk LINAC, CT Cimulator, serta layanan brachytherapy—diharapkan berjalan selaras dengan kebutuhan layanan di RSUD Ainun.

Lebih lanjut, ia menjelaskan percepatan saat ini dilakukan setelah adanya pembelajaran dari kendala pada periode sebelumnya. Menurutnya, penyelesaian yang sempat terganggu kemudian membuat dana kembali ke pusat karena pekerjaan belum memenuhi harapan, sehingga langkah lanjutan melalui koordinasi dengan kementerian menjadi kunci agar proyek dapat diteruskan dengan arah yang tepat.

Gubernur menegaskan, selain mengejar penyelesaian fisik, pihak terkait perlu memastikan komitmen pelaksanaan program tetap terpenuhi. Dengan kerja kontraktor dan para pemangku kepentingan yang lebih serius, proyek di RSUD Ainun diharapkan bisa mencapai target waktu tanpa mengurangi kualitas, termasuk untuk dua proyek besar yang sedang dikerjakan.