Entertainment

Gamescom 2026: Laura Cress BBC meninjau game-game besar di Cologne, dari The Witcher 3 sampai Alien: Isolation 2

×

Gamescom 2026: Laura Cress BBC meninjau game-game besar di Cologne, dari The Witcher 3 sampai Alien: Isolation 2

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gamescom 2026: Classic remakes and new worlds at gaming's biggest showcase

jurnalistik.co.id – Laura Cress dari BBC untuk pertama kalinya menjejakkan kaki di Gamescom 2026 di Cologne dan menyaksikan deretan judul besar yang menjadi sorotan di gelaran tatap muka tahunan tersebut.

Ini merupakan tahun ke-enam Cress menghadiri acara gaming terbesar secara langsung, dan tahun ini ia menilai variasi pameran berjalan sesuai reputasinya.

Gamescom digelar di Koelnmesse, Cologne, Jerman, dan menurut catatan Cress, tahun lalu lebih dari 350,000 orang datang ke halls untuk mencoba serta melihat game-game yang paling dinanti.

Untuk edisi kali ini, jumlah peserta diperkirakan lebih besar, dengan kehadiran nama-nama seperti Xbox dan Sega yang menampilkan game kepada publik di samping studio indie berisi satu atau dua pengembang.

The Witcher 3: Songs of the Past

Di Opening Night Live pada Selasa, CD Projekt Red mengumumkan ekspansi baru untuk The Witcher 3—sebuah kabar yang mengejutkan karena gim aslinya sudah berusia 11 tahun.

Cress merasakan antusiasme yang nyata dari penonton saat tim menyampaikan bahwa bakal ada peningkatan gratis untuk versi gim utama.

Ekspansi berjudul Songs of the Past akan membawa pemain mengikuti Geralt, protagonis berwatak tegas, dalam petualangan yang menggali lebih jauh masa lalu Dandelion, sosok dekat yang menjadi teman karibnya.

Doug Cockle yang mengisi suara Geralt mengatakan bahwa kembali ke karakter ini adalah sebuah pengalaman yang ia nantikan.

Ia menyebut, “I love this character so much…it’s like slipping into a warm bath, or putting on an old pair of shoes,” saat menjelaskan keterikatannya pada Geralt.

Dalam kesempatan yang sama, Cockle juga mengatakan itu adalah “thrill” untuk kembali berperan sebagai The Witcher.

Dari yang sempat dimainkan Cress, pilihan pemain kembali menjadi pusat pengalaman, dengan berbagai opsi untuk merespons orang-orang di sepanjang alur.

Kepala co-developer Fool’s Theory, Jakub Rokosz, mengatakan ekspansi ini akan sebanding dengan skala tambahan sebelumnya seperti Blood and Wine serta Hearts of Stone.

Menurut Rokosz, ekspansi tersebut akan berada pada “on par with the size” dari tambahan-tambahan terdahulu.

Alien: Isolation 2

Salah satu momen paling menegangkan datang dari Alien: Isolation 2, sekuel yang lama ditunggu untuk game survival-horror buatan Creative Assembly pada 2014.

Yang membuat game pertama begitu menghantui, menurut Cress, adalah Xenomorph yang tampak “intelligent”—ia terlihat mempelajari perilaku pemain dan beradaptasi.

Cress bahkan mengaku sempat melompat dari kursinya saat memainkan demo ketika berusaha menghindari Alien.

Untuk sekuel ini, Cress menilai Creative Assembly kembali menaikkan tensi.

Namun, alurnya kali ini tidak lagi menempatkan pemain pada karakter putri Ellen Ripley, melainkan pada Blake, chief executive dari korporasi Weyland-Yutani.

Di balik nuansa ruang sempit seperti koridor-koridor kapal yang menyesakkan, Alien: Isolation 2 juga menempatkan pemain untuk menghadapi Alien di area terbuka yang lebih besar.

Project Art Director Anastasia Sopikova menekankan bahwa berada di ruang terbuka tidak otomatis membuat keadaan lebih aman.

Ia menjelaskan, “You step outside. And you’re like, ‘Oh yeah, I’m relieved, I’m outside,’” lalu menambahkan bahwa kondisi dapat berubah cepat.

“And then the rain picks up and it gets foggier, and you hear something nearby and you’re like, ‘Oh, okay.’ Suddenly you realise you’re really vulnerable. You’re really exposed.”

Fable dan reboot 2027

Playground Games ikut hadir melalui salah satu pembahasan yang menarik: Fable, klasik role-playing yang akan direboot pada 2027.

Ralph Fulton, pendiri Playground Games yang berbasis di Leamington Spa, menjelaskan bahwa reboot tersebut memiliki “two tonal pillars” berupa “Britishness” dan “fairy tales”.

Fulton menegaskan timnya ingin menghindari aksen bahasa Inggris generik yang sering terdengar dalam game fantasi.

Ia menyoroti, “accent is such an identifier in the UK, where accents change every 15 to 20 miles”.

Karena itu, Fable menampilkan suara dari berbagai wilayah di Inggris, dengan pemeran suara berjumlah lebih dari 100 aktor.

Fulton mengatakan, “I want to hear people from Newcastle, from Edinburgh, from Cardiff, you know? And we’ve done that and it brings this incredible sense of Britishness, and also this incredible sense of humour,”

Ia menambahkan bahwa gim ini tidak dibuat sebagai kelanjutan langsung dari timeline trilogi asli, meski tetap membawa beberapa “quirks”.

Pemain nantinya dibawa ke versi open-world baru Albion—sebuah versi Albion yang merupakan wujud versi “fairy-tale” dari Britania Raya era abad pertengahan.

Tomb Raider: Legacy of Atlantis

Sementara itu, Tomb Raider: Legacy of Atlantis menghidupkan kembali petualangan Lara Croft di tengah reruntuhan kuno dan aksi “culling the local wildlife”.

Cress mengingatkan bahwa Lara sudah menjadi karakter yang terus dimainkan selama hampir 30 tahun sejak Tomb Raider asli rilis pada 1996.

Legacy of Atlantis meninjau ulang petualangan awal Lara, termasuk perjalanannya melalui Peru.

Bagi Cress, ini bukan pertama kalinya permainan klasik tersebut di-remake, tetapi reimagining tetap membutuhkan kehati-hatian.

Jeff Adams, experience director dari co-developers Crystal Dynamics, menyebut prosesnya sebagai formula yang sensitif.

Adams mengatakan, “You have to be very intentful with where you make modifications, but you do so in the attempt to kind of bring it into a modern gameplay space.”

Cress juga menyinggung alasan mengapa banyak pemain tetap ingin memerankan karakter dengan dua pistol tersebut.

Michał Kuk, Creative Director di Flying Wild Hog, menyatakan bahwa daya tarik Lara bukan semata karena kemampuan fisiknya.

Ia menambahkan, “It’s also about the attitude, the energy, the self-confidence,”

sebagai penegasan bahwa energi karakter menjadi bagian penting dari pengalaman permainan.

Silent Hill Townfall

Konami menghadirkan Silent Hill Townfall, bagian dari waralaba psikologis survival-horror yang sebagian besar berlatar di Amerika.

Cress mencatat bahwa perjalanan paling baru sebelumnya, Silent Hill f, mengambil setting di Jepang pada era 1960-an.

Kali ini, Townfall dibuat oleh tim Glasgow berbasis Screen Burn, dan setting berpindah ke lokasi baru: Skotlandia, khususnya wilayah fiksi St Amelia.

Jon McKellan, sutradara game, mengatakan strategi awalnya adalah menjadikan Skotlandia sebagai pengaruh, bukan sekadar latar.

Namun pada akhirnya tim memutuskan untuk merangkulnya secara penuh.

Ia menuturkan bahwa pendekatan tersebut terasa “more natural and kind of authentic,” dan gim dipenuhi toko serta papan penunjuk yang dapat dikenali sebagai khas Skotlandia.

“It’s very, very Scottish,” ujar McKellan.

Games Done Quick (GDQ) dan ruang komunitas

Di luar konten pameran permainan, dalam tiga hari yang sama Cress juga melihat adanya event bernama Games Done Quick (GDQ).

Dalam GDQ, peserta mencoba menyelesaikan permainan secepat mungkin, dan Cress mencatat bahwa acara-acara sebelumnya menarik penonton hingga ratusan ribu orang secara daring.

Ashley Farkas, business director, menyebut bahwa maraton charity GDQ telah mengumpulkan “62 million dollars for charities in the last 16 years”.

Farkas juga menggambarkan semangat komunitas yang ingin membuat orang baru merasa diterima.

Ia mengatakan, “Anybody can be a part of this community, anybody can be a speedrunner, and it is just like a giant hug from gamers of like, hey, we want you to come, hang out and do fun stuff and raise money for charity,”

yang sekaligus merangkum rasa kebersamaan yang mengiringi perayaan game di Gamescom.