jurnalistik.co.id – Reading Festival 2026 malam pembuka terasa seperti penelusuran musik lintas zaman, ketika Charli XCX tampil sebagai headline dan langsung membuat energi penonton naik sejak awal.
Gelarannya menandai “era” berikutnya bagi penyanyi asal Inggris itu, sekaligus menjadi penampilan festival di Inggris pertamanya sejak merilis album studio terbaru, Music, Fashion, Film. Album tersebut disebut sebagai pergeseran dari rekaman elektropopnya yang sempat mendobrak percakapan budaya, Brat, dengan sentuhan rock yang lebih nyata.
Penampilan Jumat malam itu juga tidak melupakan jejak panjang Charli, karena ia menyelipkan lagu-lagu favorit dari katalog lamanya. Pada saat yang sama, ia meninggikan elemen pertunjukan dibanding tur Brat sebelumnya, lewat tata panggung yang lebih rumit, pergantian kostum yang berulang, serta efek piro yang dramatis.
Di awal, video hitam-putih yang terasa terdistorsi menjadi pembuka sekaligus benang merah selama pertunjukan berjalan. Puluhan ribu penonton di main stage seolah “meledak” saat kord masuk ke lagu pembuka dari album terbaru, single utama berjudul Rock Music.
Setelah itu, Charli membawakan rangkaian lagu baru dengan versi yang menohok, termasuk Wink Wink, Yeah, dan Card Declined. Di sela dinamika panggung, ia juga mengganti balutan dari blazer berkilau gelap menuju gaun hitam yang membentuk korset.
Memasuki bagian kedua, alur pertunjukan memperlihatkan keluasan karya Charli. Ia bergerak dari lagu pop Track 10 yang ada di mixtape 2017 menuju nuansa lebih melankolis dari House, yang ia tulis bersama untuk album soundtrack Wuthering Heights.
Penonton yang masih mencari irama dansa yang akrab mendapat “jawaban” lewat momen ketika Charli memunculkan lagu seperti Club Classics, 365, dan Von Dutch. Lagu tersebut berasal dari album keenamnya, Brat, yang disebut menjadi fenomena budaya dan mendorong Charli mencapai puncak baru pada 2024.
Setelah menyeberang kembali ke nuansa yang lebih punk dari Music, Fashion, Film, ia menutup dengan lagu terakhir album tersebut, No One Lasts Forever. Pada bagian akhir lagu, terdengar kutipan dari sutradara David Cronenberg: “no one lasts forever / they are dead, they are gone” dan “oblivion is freedom”. Charli membiarkan kalimat-kalimat itu menjadi kata terakhir yang bergema, sambil menatap kerumunan yang dikelilingi para penarinya.
Berita Terkait
Energi rock tidak berhenti di sana. Fontaines DC kemudian mengambil alih main stage, menyusul Charli sebagai headliner untuk pembukaan Reading Festival. Ada jeda sekitar setengah jam bagi penggemar karena keterlambatan, tetapi band rock Irlandia dari Dublin segera “menebus” penantian itu lewat rangkaian lagu andalan.
Fontaines DC meluncurkan Favourite dan I Love You sebelum mengakhiri set dengan Starbuster dari album keempat mereka, Romance, yang disebut memiliki nominasi Grammy. Ketika lagu itu dibawakan, penonton merespons dengan menyanyikan lirik bersama.
Sebelum Charli, penonton juga sempat “diisi” oleh Skepta. Ia naik ke main stage dengan jaket pelindung hujan warna hijau lime, menerjang guyuran hujan untuk menghangatkan kerumunan. Ia membawakan bagian dari lagu andalan, termasuk “it rains, it pours” dari kolaborasi Praise the Lord (Da Shine) bersama A$AP Rocky.
Skepta menutup rangkaian dengan momen yang membuat suasana makin melonjak: Victory Lap, kolaborasinya bersama Fred Again.. dan PlaqueBoyMax, ketika penonton tampak melompat mengikuti ritme.
Turun hujan dan badai mengundang lebih banyak festival-goer mendekati tenda Gallery yang baru. Di area tersebut, band rock asal Amerika Serikat, Geese, sudah lebih dulu menarik kerumunan besar dengan gaya yang sarat tenaga, termasuk saat mereka membawakan lagu-lagu bertempo gitar seperti Half Real dan 100 Horses.
Menjelang sore, Skye Newman—pemenang BBC Radio 1 Sound of 2026—mengisi Gallery tent dengan vokal yang kuat dan berkesan serak. Ia membawakan lagu-lagu seperti FU & UF dan Family Matters, sehingga tenda tersebut tetap padat sebelum bergeser ke agenda main stage.
Di main stage, Jamie T memulai pertunjukan tepat pada siang hari. Ia sebelumnya sempat mengunggah video sehari sebelum tampil, menanyakan apakah ia bisa mendapatkan slot “last minute”, dan ia menggunakan durasi 33 menit 10 detik—sebuah penanda untuk single baru 3310—untuk membawakan lagu indie andalan, termasuk Zombie dan Sticks N Stones.
Secara keseluruhan, akhir pekan ini Reading dan Leeds akan menampilkan enam headliner besar. Pihak penyelenggara sebelumnya menyatakan bahwa Reading dan Leeds akan menjadi satu-satunya penampilan festival di Inggris untuk semua headliner tersebut tahun ini.
Nama-nama yang dijadwalkan memimpin panggung adalah Dave, Raye, duet elektronik Chase & Status, serta band Florence + The Machine, menambah daya tarik pembukaan festival yang sejak awal sudah diwarnai hujan dan ledakan energi musik.












