jurnalistik.co.id – Matthew Rhys menceritakan pengalaman yang ia sebut “surreal” dan sekaligus luar biasa setelah membuat rekor pada perhelatan Emmy di Amerika Serikat. Senin lalu, aktor asal Wales itu tercatat sebagai orang pertama yang meraih dua penghargaan akting utama dalam satu malam.
Kemenangan bersejarah tersebut membuat Rhys tampil menonjol di ajang yang dipandang bergengsi itu. Ia menerima penghargaan atas dua peran sekaligus, sebuah capaian yang sebelumnya belum pernah terjadi pada satu figur yang sama dalam satu malam.
Dalam wawancara kepada BBC, Rhys menuturkan bahwa peristiwa tersebut terasa tidak wajar, namun juga sangat mengesankan. Menurutnya, momen itu datang dengan nuansa “surreal and incredible feeling” yang ia rasakan saat menyadari dirinya masuk dalam sejarah Emmy.
Rhys disebut diakui melalui perannya dalam serial komedi televisi supranatural, Widow’s Bay. Ia juga meraih penghargaan untuk penampilannya di The Beast In Me, sebuah film/serial thriller psikologis yang menuntut intensitas emosi dan ketegangan yang konsisten.
Pengakuan ganda itu menegaskan kemampuan Rhys beradaptasi pada dua karakter yang berbeda nuansanya. Satu sisi menampilkan gaya komedi dengan unsur supranatural, sementara sisi lain menghadirkan ketegangan psikologis yang lebih gelap dan mendalam.
Meski akhirnya membawa pulang dua penghargaan utama, Rhys mengaku tidak menyiapkan apa pun ketika menantikan hasil untuk kemenangan pertamanya. Ia menyatakan bahwa ekspektasinya tidak setinggi hasil yang ia dapatkan pada kategori yang pertama kali ia raih.
“I hadn’t really prepared anything, as may be apparent from the vomit of a speech I came up with,” ujar Rhys. Ia menjelaskan kalimat itu sekaligus menggambarkan kondisi persiapan yang jauh dari matang, termasuk bagaimana pidato yang muncul di hadapan penonton berjalan tanpa rencana yang terlalu rapi.
Berita Terkait
Bagi Rhys, keberhasilan tersebut tidak lepas dari soal waktu dan momen—sebuah gagasan yang ia sampaikan lewat narasi mengenai keberuntungan dan ketepatan. Ia menempatkan rekor ganda itu sebagai hasil dari perpaduan momen yang pas dan respons yang akhirnya menyatu pada malam penghargaan.
Pada acara yang sama, Rhys tidak hanya memperoleh pengakuan atas satu karakter, tetapi atas dua karya berbeda yang sama-sama menuntut performa bertingkat. Kemenangan itu, menurut cara pandangnya, juga memperlihatkan bahwa perjalanan akting kadang membutuhkan lebih dari sekadar persiapan, terutama ketika sejarah terbentuk di satu malam.
Dalam penuturannya kepada BBC, Rhys menekankan bahwa sensasi setelah menerima penghargaan ganda terasa “surreal” karena ia menjadi orang pertama yang mencapai prestasi tersebut. Ia menggambarkan momen itu sebagai sesuatu yang sulit dipercaya ketika menyadari dirinya memegang rekor yang belum pernah ada sebelumnya.
Peran yang membawanya ke dua penghargaan
Nama Rhys melekat pada Widow’s Bay, yaitu produksi dengan nuansa komedi yang dipadukan unsur supranatural. Sementara itu, The Beast In Me menempatkan Rhys pada karakter dalam thriller psikologis yang menuntut fokus pada pergulatan batin dan ketegangan yang terus meningkat.
Dengan dua genre yang berbeda, capaian itu memberi gambaran bahwa Rhys mampu mengisi ruang emosional yang berlainan tanpa kehilangan kekuatan aktingnya. Ia tetap konsisten dalam memberikan performa yang mampu menarik perhatian juri pada malam yang sama.
Ketika BBC menyoroti sejarah Emmy itu, Rhys justru memilih menekankan sisi manusia dari pengalaman tersebut: keterkejutan, ketidakpastian, dan kesan bahwa segala sesuatu bisa berubah cepat. Baginya, kemenangan ganda bukan sekadar trofi, tetapi titik ketika “luck and timing” benar-benar berwujud.
Di akhir penuturannya, ia menggambarkan bagaimana ia tidak sempat menyiapkan diri secara penuh untuk penghargaan pertama. Pernyataan tersebut sekaligus memperkuat kesan bahwa ia menghadapi malam Emmy dengan kondisi yang tidak sepenuhnya terencana, namun tetap menghasilkan capaian yang bersejarah.












