jurnalistik.co.id – Perancang busana ikonik Bob Mackie dikenal lewat rangkaian karya yang memadukan kilau, detail bulu, dan permainan manik-manik yang membuat penampilan selebritas terasa seperti peristiwa panggung tersendiri. Ia meninggal dunia pada usia 87 tahun.
Sepanjang kariernya, Mackie menata gaya sejumlah nama terbesar hiburan dengan ciri khas yang langsung dikenali: busana yang berkilau, bertekstur tebal, dan tampak “hidup” saat bergerak. Bahkan ketika terinspirasi oleh masa lain, desainnya tetap terasa segar dan relevan bagi penampilan modern.
Dari layar klasik ke sorotan karpet merah
Salah satu jejak yang paling sering dirujuk datang dari era Hollywood lama. Pada 22 tahun, Mackie pernah dikreditkan menggambar desain gaun yang dikenakan Marilyn Monroe saat menyanyikan “Happy Birthday Mr President” untuk John F Kennedy pada 1962.
Gaya itu kemudian berlanjut dalam interpretasi yang lebih kontemporer. Penyanyi Sabrina Carpenter, misalnya, kemudian tampil dengan gaun mutiara yang mengingatkan pada nuansa dekade 1990-an, menunjukkan bagaimana Mackie mampu membawa kesan retro tanpa kehilangan ketajaman visualnya.
Keajaiban kilau untuk para diva dan ikon musik
Pada 1975, Elton John terlihat bersama Mackie sambil memperlihatkan sketsa pakaian baseball berkilau yang dibuat untuk seragam bernuansa payet yang kelak ia tampilkan di Dodger Stadium. Kolaborasi tersebut menggambarkan cara Mackie mengolah konsep olahraga atau panggung menjadi estetika fashion yang dramatis.
Di sisi lain, Cher menjadi salah satu figur yang paling konsisten menampilkan karya-karya Mackie. Pada 1978, ia memamerkan busana dengan detail bugle-beaded, bagian awal dari kerja sama yang berlangsung selama puluhan tahun.
Karya Mackie juga hadir di panggung internasional. Pada 1980, penyanyi Spanyol Charo tampil dengan gaun sequin yang penuh kilau di Los Angeles. Dua tahun berselang, Tina Turner mengenakan busana bergaya disko dari inspirasi Mackie saat tampil di London pada 1982, lengkap dengan seorang penari cadangan di belakangnya.
Berita Terkait
Puncak dramatis lainnya terlihat pada momen besar di dunia mode. Pada 1985, Cher menghadiri Met Gala bersama Mackie menggunakan bodysuit lengan panjang yang tampak berbalut kilau seperti daun-daun bersinar mengitari tubuhnya. Pada 1986, Cher kembali menggunakan setelan dengan detail lattice berpotongan berlian dan hiasan kepala dari bulu saat berada di acara Oscars bersama Don Ameche.
Transformasi dalam detail: dari fur hingga kristal
Selain gaun penuh kilau, Mackie juga mahir menciptakan kontras material yang kuat. Pada 1991, Madonna mengenakan gaun strapless yang dihiasi permata di Academy Awards, dipadukan dengan fur stole yang menjuntai di sekitar lengannya.
Warna dan kilau juga muncul dalam tampilan Diana Ross pada 2001 di American Fashion Awards. Ross tampil dengan gaun biru sapir yang berkilau dan disertai mantel fur, berdiri arm-in-arm dengan Mackie.
Dalam kurun berikutnya, Mackie tetap menjadi rujukan untuk penampilan panggung bergengsi. Pada 2005, Beyoncé mengenakan gaun “flame dress” yang menjadi bagian dari penampilannya saat Annual Kennedy Center Honors.
Di era televisi dan acara musik modern, Miley Cyrus juga melanjutkan jejak tersebut. Pada 2023, ia tampil memeriahkan panggung dalam acara spesial televisi New Years dengan minidress Bob Mackie yang bernuansa vintage.
Selanjutnya, Zendaya pada 2024 tampil di red carpet Rock & Roll Hall of Fame dengan gaun berkilau yang saling bersilangan, dihiasi rhinestone, serta kombinasi nuansa emas dan bugle beads berwarna putih. Pada tahun yang sama, Sabrina Carpenter tampil di MTV Awards dengan gaun bermotif mutiara dan kristal yang nuansanya mengingatkan pada busana “snowy” Madonna pada 1990.
Di panggung penghargaan musik lain, Cyrus kembali memberi penghormatan pada Mackie saat menghadiri Grammy Awards 2024 dengan penampilan bernuansa perak yang berkilau. Rangkaian momen lintas dekade itu menegaskan bahwa desain Mackie tidak berhenti pada satu generasi, melainkan terus dibaca sebagai simbol berani, bersegi artistik, dan memikat.
Melalui foto-foto kenangan tersebut, Mackie tampak seperti perancang yang memahami momen visual: bagaimana sepotong tekstur bisa menjadi narasi, bagaimana detail manik-manik, bulu, dan kilau bisa memberi karakter pada setiap penampilan. Jejaknya, seperti yang ditampilkan dari berbagai acara besar dan bintang berbeda, dikenang sebagai karya yang timeless, daring, dan terus memancarkan pesona.







