Internasional

Rayner menyampaikan ke BBC: peluang pemerintah memenuhi target 1,5 juta rumah baru di Inggris sangat tipis

×

Rayner menyampaikan ke BBC: peluang pemerintah memenuhi target 1,5 juta rumah baru di Inggris sangat tipis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 'Slim chance' government will hit 1.5m new homes target, Rayner tells BBC

jurnalistik.co.id – Menteri Perumahan Inggris Angela Rayner menyampaikan kepada BBC bahwa peluang pemerintah mencapai target pembangunan 1,5 juta rumah baru di Inggris menjelang pemilu berikutnya “sangat tipis”. Rayner mengatakan hal tersebut dalam siaran Sunday with Laura Kuenssberg.

Menurut Rayner, tantangan yang ia sebut sebagai “headwinds” membuat janji utama dalam manifesto berubah menjadi pekerjaan yang makin sulit diwujudkan. Ia menyinggung perang Iran serta meningkatnya biaya konstruksi sebagai faktor utama yang menekan target tersebut.

Rayner menegaskan bahwa ia tidak berniat menyerah. Ia menyatakan, “But I’m definitely not giving it up,” sambil menekankan pemerintah “making a difference” melalui investasi dalam rumah sosial dan rumah terjangkau.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga sasaran tersebut tetap ada. Namun Rayner memilih untuk menyampaikan secara terbuka bahwa pencapaian target itu akan sulit.

“It’s a slim chance, but I’m definitely not giving it up,” ujar Rayner kepada BBC. Ia menambahkan bahwa ia berusaha “being honest with the public” mengenai tingkat kesulitan untuk meraih target tersebut.

Janji Labour, kata Rayner, berkaitan dengan target membangun 1,5 juta rumah dengan mengerjakan pembangunan rumah pribadi maupun rumah sosial pada akhir masa jabatan parlemen saat ini. Dengan kerangka waktu itu, batas akhirnya disebut jatuh pada musim panas 2029.

Dari perhitungan yang tersirat dalam janji tersebut, berarti diperlukan rata-rata 300.000 hunian baru setiap tahun. Rayner menyebut target ini sebagai “stretch target”, serta memperlihatkan bahwa laju setinggi itu belum pernah terjadi dalam beberapa dekade.

Rayner mengatakan pemerintah ingin memastikan pembangunan yang dilakukan mengarah pada rumah dewan (council houses). Ia menyebut Perdana Menteri menginginkan agar mereka fokus membangun council houses dan hal itu dinyatakan secara “absAbsolutely, fundamentally clear”.

Di sisi lain, Rayner menyatakan ada tanda-tanda perbaikan aktivitas pembangunan. Ia menyebut, “We’re seeing home starts up by 15% last year,” sebagai bukti bahwa pemerintah sedang “making a difference”.

BBC sebelumnya merujuk pada data hingga bulan Maret tahun ini yang menunjukkan laju pembangunan belum sesuai dengan kecepatan yang dibutuhkan untuk mencapai target. Housebuilder yang lebih dulu berbicara juga menyebut target tersebut terlalu optimistis.

Perdana Menteri Andy Burnham, menurut laporan, berjanji membangun “the biggest council house building programme since the post-war period”. Meski demikian, hingga saat ini ia belum memberikan rincian tentang bentuk program tersebut secara spesifik.

Penurunan awal masa pemerintahan

Analisis BBC Verify menunjukkan penurunan jumlah rumah baru yang dibangun selama tahun pertama Labour berkuasa. Penurunan itu berlanjut dari tren yang sudah dimulai pada masa pemerintahan Konservatif.

Sebelum Rayner, Steve Reed menjabat sebagai pendahulunya. Tahun lalu, Reed mengakui perlunya lonjakan tajam dalam konstruksi untuk mengejar tujuan, namun ia memperkirakan target itu akan tercapai ketika dampak reformasi perencanaan mulai terlihat.

Sejumlah analis menilai reformasi yang dibawa pemerintahan Sir Keir Starmer berpotensi membantu meningkatkan konstruksi dalam jangka panjang. Perubahan yang disebut mencakup aturan pengembangan green belt yang diharapkan dapat memperluas area yang memungkinkan rumah dibangun.

Meski reformasi perencanaan disebut sebagai harapan, ada juga pandangan yang mempertanyakan kecepatan pemulihan laju konstruksi. Sebagian pihak berpendapat konstruksi masih tertahan oleh harga rumah yang tinggi dibanding pendapatan rata-rata, biaya yang ikut naik akibat konflik global, serta kekurangan tenaga kerja konstruksi sejak Brexit.

Dengan latar persoalan-persoalan tersebut, Rayner menempatkan target 1,5 juta rumah sebagai tujuan yang tetap harus dipertahankan, tetapi dengan pengakuan bahwa cara mencapainya tidak mudah. Ia memilih nada yang sama ketika menyampaikan bahwa peluangnya “slim”, sembari menegaskan pemerintah tetap melanjutkan upaya agar program pembangunan benar-benar memberi perbedaan.