Entertainment

Pemilik OnlyFans menerima lebih dari $700 juta sebelum wafat

×

Pemilik OnlyFans menerima lebih dari $700 juta sebelum wafat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: OnlyFans owner was paid over $700m before his death

jurnalistik.co.id – Leonid Radvinsky, pendiri dan pemilik OnlyFans yang meninggal karena kanker lebih awal tahun ini, diketahui telah menerima pembayaran dividen lebih dari $700 juta sebelum wafat.

Menurut laporan tahunan Fenix International Ltd, perusahaan berbasis Inggris yang menaungi OnlyFans, kinerja bisnisnya mencatat keuntungan sebesar $714 juta sebelum pajak pada tahun lalu.

Angka tersebut naik sekitar 5% dibanding 2024. Dalam periode yang sama, perusahaan juga merilis rincian pembayaran dividen, termasuk $535 juta untuk tahun yang berakhir 30 November 2025, serta pembayaran dividen lanjutan senilai $174 juta antara tanggal tersebut hingga 26 Maret 2026.

Pembayaran dividen yang diterima Radvinsky disebut mencapai lebih dari $700 juta atau setara dengan £513 juta. Radvinsky meninggal pada 23 Maret, pada usia 43 tahun.

Hampir semua pendapatan OnlyFans ditopang oleh model berlangganan yang menampilkan beragam konten. Platform ini menyediakan materi mulai dari konten memasak hingga video kebugaran, meski dikenal luas sebagai situs konten pornografi.

OnlyFans juga sering dipandang telah mengubah lanskap konten orang dewasa di internet melalui pendekatan yang mendorong kedekatan antara pekerja seks dan pelanggan. Situs ini memfasilitasi koneksi melalui siaran langsung, pesan yang dipersonalisasi, serta permintaan langsung untuk foto dan video buatan sesuai permintaan.

Sebagai imbalan atas penyediaan platform, OnlyFans mengambil bagian sebesar 20% dari seluruh pembayaran. Untuk tahun 2025, jumlah tercatat mencapai 132 juta pelanggan yang membayar dan 2,5 juta kreator aktif.

Radvinsky membeli OnlyFans pada 2018 dari para pendiri asal Inggris. Ia lahir di Ukraina dan dibesarkan di Amerika Serikat, sebelum kemudian menggenggam peran kunci dalam perkembangan platform.

Pada masa pandemi Covid-19, OnlyFans mengalami lonjakan popularitas. Hanya tiga tahun setelah pertumbuhan tersebut, Radvinsky masuk dalam daftar Forbes untuk kategori miliarder.

Dalam laporan soal strukturnya, OnlyFans menyebut hanya mempekerjakan 47 orang. Dengan skala keuntungan yang disebut sangat besar, perusahaan juga menampilkan perbandingan dengan Marks and Spencer, yang melaporkan laba sebesar £671 juta tahun lalu dan mempekerjakan lebih dari 65.000 karyawan.

Saat ini, kepemilikan OnlyFans berada di tangan janda Radvinsky, Yekaterina “Katie” Chudnovsky. Perubahan kepemilikan ini terjadi setelah kematian Radvinsky pada 23 Maret.

Pengawasan regulasi dan kritik terhadap praktik konten

Lonjakan ukuran dan popularitas OnlyFans di bawah kepemilikan Radvinsky juga memunculkan sorotan dari kalangan legislator dan regulator terkait konten dewasanya. BBC Three, melalui dokumenter terbaru, mengungkap tuduhan soal eksploitasi, paksaan, dan kekerasan yang dilakukan terhadap kreator OnlyFans.

Tahun 2024, regulator Inggris meluncurkan penyelidikan terkait kekhawatiran anak-anak mengakses konten pornografi. Saat itu, pihak perusahaan membantah dengan menyatakan persoalan tersebut disebabkan kendala teknis.

Meski demikian, Ofcom akhirnya menghentikan penyelidikan, tetapi perusahaan tetap dikenai denda sekitar £1 juta. Denda tersebut dikaitkan dengan kegagalan merespons secara akurat permintaan informasi tentang langkah yang dipakai untuk mengecek usia pengguna, yang dalam teori harus berusia 18 tahun ke atas.

Di sisi lain, kreator juga menolak narasi bahwa pembuatan video eksplisit di platform ini semata-mata merupakan skema cepat kaya. Penolakan semacam ini muncul menyusul beragam perbincangan publik tentang cara kerja dan dampak platform.

Keily Blair, chief executive OnlyFans, menyampaikan pada hari Selasa bahwa perusahaan telah membayar lebih dari $30 miliar kepada kreator sejak peluncuran platform satu dekade lalu.

“OnlyFans provides real opportunities to real people by creating a safe, regulated space where people can monetise their content with a global fan base,” ujar Blair. Ia menambahkan, “As a UK-based business we have also made a significant contribution to the UK economy, paying over £600 million in corporate taxes from 2016 to date.”

Dalam konteks bisnisnya, OnlyFans terus menempatkan koneksi langsung antara kreator dan penggemar sebagai karakter utama. Mekanisme pesan personal, permintaan video dan foto khusus, serta siaran langsung menjadi bagian dari cara platform memelihara hubungan tersebut, sekaligus menjadi dasar mengapa perusahaan tetap menarik perhatian publik dan regulator di berbagai wilayah.