jurnalistik.co.id – Seorang bocah berusia tiga tahun yang mengalami luka serius setelah diserang di kandang buaya di wilayah Huntingdon, Cambridgeshire, kini sudah dipulangkan dan tengah menyesuaikan diri di rumah. Keluarga menyampaikan bahwa anak tersebut kembali ke lingkungan tempat tinggalnya beberapa minggu setelah keluar dari perawatan rumah sakit.
Dalam kabar terbaru yang diposting keluarga secara daring, orang tua bocah itu mengatakan anak mereka “happy to be home, playing with his toys, sleeping in his own bed and being a big brother”. Keluarga juga menyebut kepulangan itu terasa bermakna karena mereka dapat kembali berkumpul “in the comfort of our own home”.
Peristiwa bermula saat bocah tersebut berkunjung bersama keluarganya ke Johnsons of Old Hurst, dekat Huntingdon. Pada 18 June, anak itu diserang oleh setidaknya satu buaya di dalam area kandang.
Setelah kejadian tersebut, Cambridgeshire Police menahan dan kemudian memberikan jaminan (bail) kepada seorang pria berusia 30 tahun dari Norfolk. Polisi mengaitkan penahanan itu dengan dugaan percobaan pembunuhan (attempted murder) terkait insiden di lokasi.
Menurut kabar keluarga, rangkaian penanganan medis yang dijalani anak mereka sampai pada tujuh kali operasi. Kini, “All of his immediate surgeries are over with for now”, sehingga fokus selanjutnya diarahkan pada proses pemulihan dan rehabilitasi di rumah.
Rehabilitasi berlanjut di rumah Keluarga menegaskan bahwa “Now that we are home, our son’s rehabilitation journey continues and we can focus on ensuring our son has the best possible chance at recovery”. Mereka juga menyatakan akan kembali ke rumah sakit secara rutin untuk mengetahui langkah berikutnya dan menjalankannya bersama sebagai keluarga.
Di pembaruan yang sama, orang tua bocah itu menyebut mereka “attend the hospital frequently to find out the next steps and we work on them together as a family”. Dengan demikian, meski telah dipulangkan, perawatan tidak berhenti dan tetap berlangsung dalam kerangka rehabilitasi lanjutan.
Berita Terkait
Keluarga juga menggambarkan dukungan yang diterima anak dari tim perawatan. Mereka mengatakan anak mereka “very fond of the play team” dan tim tersebut “helped him be a little three-year-old boy by inventing new games and teaching him new ways to use his feet in play”.
Untuk membantu biaya pemulihan, keluarga membentuk halaman penggalangan dana. Hingga laporan terakhir, dana yang terkumpul telah mencapai lebih dari ÂŁ113,000 dan digunakan bagi kebutuhan langsung selama masa perawatan.
Orang tua menyebut donasi yang masuk sejauh ini mendukung mereka “financially to cover immediate costs such as our bills and mortgage”, sekaligus untuk “cover our loss of wages during this time”. Keluarga juga menyatakan mereka membeli mainan baru bagi unit perawatan intensif pediatrik di Addenbrooke’s Hospital di Cambridge.
Selain itu, keluarga menyampaikan bahwa mereka mendonasikan bantuan ke Sick Children’s Trust. Mereka juga berencana menyalurkan donasi ke Addenbrooke’s Charitable Trust (ACT) sebagai bentuk terima kasih kepada staf yang terlibat dalam perawatan anak mereka, termasuk “the supply of superhero costumes to brighten up his day”.
Keluarga menyampaikan pula rasa terima kasih kepada semua pihak yang memberi dukungan selama masa yang “considerable ordeal” bagi mereka sekeluarga. Dalam pandangan mereka, bantuan tersebut menjadi bagian penting dari dukungan praktis sekaligus dukungan moral selama proses pemulihan.
Dari sisi penegakan hukum, pria yang ditangkap terkait insiden itu tidak mengenal anak tersebut. “BBC understands the arrested man, who did not know the child, has learning disabilities and was on a trip with carers.” Polisi juga menyebut pria tersebut dilepas dengan bail hingga 18 September dan dinilai “assessed as not being fit for interview”.
Dalam laporan lain yang menyertai kasus tersebut, otoritas tidak melakukan penyitaan atau pemusnahan buaya yang terkait peristiwa (keterangan tersebut dicantumkan dalam konteks gambar yang terunggah pada tahun 2025). Dengan kondisi saat ini, fokus keluarga berada pada rehabilitasi berkelanjutan dan memastikan peluang pemulihan anak berada pada kondisi terbaik.












