jurnalistik.co.id – Stadion Gazprom Arena di Saint Petersburg mengumumkan bahwa konser Ye, yang dijadwalkan pada 10 dan 11 Oktober, tidak akan berlangsung. Pengelola stadion menyebut tidak ada perjanjian sewa yang ditandatangani dengan promotor, sehingga acara tidak bisa dilaksanakan di lokasi tersebut.
Menurut pernyataan yang diunggah di media sosial, Gazprom Arena menyampaikan bahwa kesepakatan sewa belum selesai secara formal. “Accordingly, the concert cannot take place on our site.” bunyi penegasan dalam pernyataan tersebut.
Jika konser itu jadi digelar, Ye akan menjadi penampil Barat besar pertama yang tampil di Rusia sejak invasi negara tersebut ke Ukraina pada 2022. Namun, rencana tersebut kini batal mengikuti pengumuman stadion.
Gazprom Arena juga menanggapi respons publik atas rencana penampilan Ye. Stadion menyatakan telah menerima keluhan, sekaligus menegaskan bahwa pihaknya “was not and is not” responsible untuk urusan pemesanan artis.
Jadwal 10–11 Oktober batal karena sewa tak ditandatangani
Dalam keterangannya, Gazprom Arena menyebut konser yang terjual habis (sold-out) pada 10 dan 11 Oktober diselenggarakan oleh Say Agency yang berbasis di Moskwa. Kendati demikian, stadion menyatakan bahwa tidak ada rental agreement yang sudah ditandatangani antara kedua pihak.
Setelah pengumuman tersebut, Say Agency mengaku terkejut. Melalui kanal Telegram mereka, promotor menuliskan bahwa informasi itu mereka terima bersamaan dengan publik melalui pemberitaan.
Dalam pesan Telegram, Say Agency menyatakan, “We learned about [it] at the same time as you did, through the media.” Mereka juga menegaskan, “As of now, the Ye concert has not been canceled,” sembari menyatakan upaya untuk menghubungi pihak venue.
Say Agency menambahkan, “We are trying to contact the venue to find out the reason for the post and resolve the issue. We will keep you updated.” Dengan kata lain, promotor tidak langsung menerima pernyataan stadion sebagai keputusan final.
Satu surat resmi jadi dasar pengumuman awal, lalu tenggat dibahas
Dalam penjelasan lain, Say Agency menyebut mereka mengumumkan konser pada awal bulan ini dengan mengacu pada “an official letter that was approved by” Gazprom Arena. Artinya, menurut promotor, ada dasar administratif yang sudah disetujui sebelumnya.
Gazprom Arena kemudian mengirimkan rental agreement, sementara Say Agency mengakui kontrak tersebut memang belum ditandatangani. Namun, Say Agency menyatakan batas waktu penandatanganan masih belum berakhir sampai akhir pekan ini.
Pada pekan sebelumnya, Gazprom Arena juga sempat mempublikasikan rencana konser Ye dengan nada antusias di media sosial, menyebut Ye sebagai “the most influential musical artist of our time”. Reaksi pengikut akun stadion setelah pengumuman terbaru didominasi kekecewaan, karena publik sudah mendengar informasi acara dari saluran resmi venue.
Sejumlah pengguna Telegram merespons pernyataan Gazprom Arena dengan kesedihan. Salah satunya menulis, “This was the shortest concert of my life,” merujuk pada pengalaman yang tidak jadi terjadi.
Pengguna lain menilai hambatan muncul karena sikap pemerintah. Ungkapan tersebut berbunyi, “It’s a shame that the government is putting obstacles in your way,” dalam komentar yang muncul di bawah postingan Say Agency.
Berita Terkait
Kontroversi Ye memicu pro-kontra, namun tidak ada bukti campur tangan otoritas
BBC menyebut tidak ada indikasi bahwa otoritas ikut campur dalam rencana konser. Meski begitu, ada penolakan dari sebagian politisi Rusia terkait rencana pemesanan Ye.
Vitaly Milonov—seorang anggota parlemen yang dikenal dengan sikap konservatif—mengusulkan agar bintang tersebut menampilkan lagu-lagu tradisional Rusia, bukan materi setlist yang direncanakan. Milonov juga menyatakan, “Maybe after this he’ll stop his disgusting antics and become a normal person,” dalam pernyataan video.
Penolakan seperti itu mencerminkan pandangan anti-Barat yang banyak dianut kalangan nasionalis. Namun, terkait keputusan pembatalan, peran yang ditegaskan dalam pernyataan stadion tetap mengarah pada isu sewa dan administrasi pemesanan.
Permohonan rehabilitasi citra setelah kontroversi antisemit
Ye dikenal juga dengan nama Kanye West. Dalam beberapa tahun terakhir, citranya menghadapi sorotan luas, khususnya setelah rangkaian komentar antisemit yang memicu pembicaraan global.
BBC menuliskan bahwa pernyataan antisemit Ye mulai muncul pada 2022. Saat itu, ia melontarkan serangkaian komentar ofensif di media sosial hingga akun-akunnya disuspensi. Sejumlah merek fesyen juga menghentikan kerja sama, termasuk Adidas dan Balenciaga.
Ye kemudian membuat sejumlah klaim ekstrem, termasuk menyatakan dirinya “a Nazi”, merilis lagu berjudul Heil Hitler, serta menjual kaus dengan simbol swastika. Pada Januari, ia meminta maaf melalui iklan satu halaman di Wall Street Journal dengan menulis: “I am not a Nazi or an antisemite.”
Dalam permohonan maaf yang sama, Ye juga menyinggung refleksi atas “a four-month-long manic episode of psychotic, paranoid and impulsive behaviour” dan menyatakan bahwa ia “deeply mortified” atas tindakannya. Ia menambahkan bahwa gangguan bipolar yang ia miliki membuat “you’re manic [and] you don’t think you’re sick”.
Meski demikian, ada pihak yang mempertanyakan timing pernyataannya. BBC menyebut momen itu bertepatan dengan rilis album baru Bully serta dimulainya tur dunia.
Ia menjalani konser besar pertamanya di Amerika Serikat setelah lebih dari lima tahun, yakni di Los Angeles pada April. Namun, rencana pertunjukan di Inggris, Prancis, Italia, dan Polandia dikabarkan dibatalkan karena perilaku masa lalu Ye.
Say Agency membela keputusan membawa Ye ke Rusia
Sementara kontroversi terus mengikuti, Say Agency pernah mengakui adanya perdebatan dalam postingan Telegram mereka pada pekan lalu. Promotor menilai tidak semua ucapan Ye harus dilupakan.
Dalam pernyataan yang dikutip BBC, Say Agency menulis: “Not everything Kanye West said should be forgotten.” Mereka menyebut banyak orang membicarakan Ye dan berupaya mengkritik atas kata-kata yang diucapkan pada masa-masa sulit.
Say Agency juga menambahkan, “But it’s easy to judge based on a single statement. It’s more difficult to listen to a person who has been changing the industry for decades. We listened, and we want to remind you.”
Melalui proses komunikasi tersebut, ketidakpastian atas konser Ye di Gazprom Arena kini bergantung pada respons dari venue dan perkembangan pembahasan antara stadion serta promotor terkait kelanjutan kontrak. BBC menyatakan telah menghubungi publikis Ye untuk meminta komentar atas situasi yang masih menggantung.












