Otomotif

Hasil Practice Moto3 Ceko: Eddie O’Shea Diskualifikasi, Veda Ega Pratama Lolos ke Q2

×

Hasil Practice Moto3 Ceko: Eddie O’Shea Diskualifikasi, Veda Ega Pratama Lolos ke Q2

Sebarkan artikel ini
Hasil Practice Moto3 Ceko: O'Shea Diskualifikasi, Veda Lolos ke Q2 Otomotif 20 Juni 2026
Ilustrasi: Hasil Practice Moto3 Ceko: O

jurnalistik.co.id – Drama regulasi mewarnai akhir sesi Practice Moto3 pada gelaran GP Republik Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Jumat (19/6/2026). Perubahan mendadak terjadi setelah seorang pebalap yang semula mengisi posisi depan didiskualifikasi, sehingga nasib pebalap Indonesia, Veda Ega Pratama, langsung berubah.

Veda Ega Pratama tampil dengan catatan waktu terbaik 2 menit 5,91 detik, tetapi sempat tergeser ke peringkat 15 pada menit-menit akhir. Pergeseran itu membuat Veda berada di luar batas aman untuk melaju langsung ke kualifikasi kedua (Q2), karena hanya 14 pebalap tercepat yang berhak langsung menuju Q2. Dengan kondisi tersebut, Veda pada awalnya harus melalui Qualification 1 (Q1) terlebih dahulu.

Veda sempat tersingkir ke posisi 15 sebelum keputusan akhir steward

Perubahan urutan pada fase akhir praktik sangat menentukan. Veda yang berasal dari Gunungkidul harus menerima posisi 15 setelah putaran cepat dari Guido Pini dan Joel Kelso mengubah kompetisi di papan atas. Dengan posisi tersebut, rencana awal Veda untuk langsung berkompetisi di Q2 ikut bergeser, dan Q1 menjadi rute yang harus ditempuh.

Namun, setelah sesi Practice selesai, pengawas balap menjatuhkan keputusan yang membalik keadaan. FIM MotoGP Stewards Panel mendiskualifikasi Eddie O’Shea dari GRYD Racing. O’Shea sebelumnya menyudahi sesi di urutan ke-11, tetapi dinyatakan melakukan pelanggaran teknis saat penimbangan pasca-sesi.

Alasan diskualifikasi: bobot motor di bawah batas minimum

Dalam penilaian yang diumumkan, motor yang dikendarai O’Shea tercatat hanya memiliki bobot gabungan 149,80 kg. Angka tersebut berada di bawah batas bobot gabungan minimum yang dipersyaratkan regulasi, yakni 152,0 kg. Konsekuensinya, seluruh catatan waktu O’Shea di sesi Practice resmi dihapus.

Diskualifikasi tersebut langsung memengaruhi komposisi hasil Practice. Para pebalap yang sebelumnya berada di bawah posisi O’Shea otomatis naik satu peringkat. Berkat mekanisme ini, Veda Ega Pratama yang semula berada di peringkat 15 dipromosikan naik ke urutan ke-14.

Dari posisi ke-14 itulah Veda kemudian memperoleh tiket langsung menuju Q2 tanpa harus menjalani Q1. Pada dasarnya, keputusan akhir ini membuat Veda berada tepat di batas akhir zona aman, sehingga ia bisa melewati sesi penyisihan dan langsung fokus mempersiapkan kualifikasi untuk memperebutkan posisi start terbaik atau pole position.

Hakim Danish memimpin praktik dengan waktu rekor lintasan

Sementara itu, jalannya sesi Practice juga menampilkan dominasi pebalap asal Malaysia, Hakim Danish. Ia mencatat waktu 2 menit 4,754 detik dan sekaligus memecahkan rekor waktu putaran tercepat sepanjang masa (all time record) di Sirkuit Brno untuk kelas Moto3. Hasil ini menunjukkan ritme kompetisi yang ketat sejak awal, sekaligus menegaskan bahwa persaingan di papan terdepan berlangsung sangat kompetitif.

Bagi Veda Ega Pratama, momentum kualifikasi tetap menjadi lanjutan yang penting setelah perubahan klasemen akibat diskualifikasi. Ia memperoleh kesempatan langsung di Q2, sedangkan persiapan baris start tetap akan ditentukan oleh performa di sesi kualifikasi.

Perjuangan Veda untuk memperebutkan baris start terdepan dijadwalkan berlanjut pada sesi kualifikasi Moto3 Ceko yang akan digelar pada Sabtu (20/6/2026) mulai pukul 17.45 WIB.

Perubahan yang lahir dari keputusan steward itu membuat dinamika klasemen Practice langsung berubah dalam hitungan pengumuman. Bagi Veda Ega Pratama, promosi ke peringkat 14 berarti jadwal kompetisinya ikut bergeser: dari rencana yang semula harus menempuh Q1, ia kini bisa mengarahkan seluruh fokus ke rangkaian kualifikasi berikutnya.

Posisi Veda juga menjadi cerminan betapa ketatnya regulasi sekaligus batasan yang ditentukan untuk masuk Q2. Dengan sistem yang membedakan pebalap berdasarkan urutan tercepat, satu perubahan saja mampu menentukan apakah seorang pebalap tampil lebih dulu lewat Q1 atau langsung melangkah ke Q2.

Di saat yang sama, catatan Hakim Danish sebagai pemimpin Practice—dengan waktu 2 menit 4,754 detik dan rekor putaran—memberi sinyal bahwa persaingan di Brno akan berjalan sengit. Artinya, momentum setelah diskualifikasi tidak otomatis menjamin hasil di kualifikasi, tetapi setidaknya membuka jalan bagi Veda untuk menguji konsistensinya sejak Q2.