Otomotif

Honda Belum Umumkan Harga Super One di GIIAS 2026, Yusak Billy: Konsumen Perlu Waktu Mengenal Dulu

×

Honda Belum Umumkan Harga Super One di GIIAS 2026, Yusak Billy: Konsumen Perlu Waktu Mengenal Dulu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Alasan Honda Belum Umumkan Harga Super One di GIIAS 2026

jurnalistik.co.id – PT Honda Prospect Motor (HPM) belum merilis harga untuk mobil listrik terbarunya, Honda Super One, yang diperkenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Super One menjadi salah satu model yang langsung mendapat perhatian karena membawa konsep mobil listrik kompak dengan karakter berkendara yang tetap terasa “fun to drive” ala Honda.

Di ajang yang berlangsung di Tangerang ini, HPM memilih menunda pengumuman banderol agar calon konsumen mempunyai waktu lebih panjang untuk memahami produk sebelum membandingkannya dengan faktor harga.

Memberi ruang agar konsumen mengenal Super One lebih dulu

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menjelaskan bahwa keputusan untuk belum mengumumkan harga dilakukan supaya masyarakat bisa lebih dulu mengenal Super One.

Menurut Billy, fokus perusahaan saat ini adalah membuat calon konsumen memahami berbagai keunggulan dan karakter unik yang melekat pada mobil tersebut.

“Karena memang fokus kami sekarang tidak mengeluarkan harga, ingin memberikan waktu ya kepada konsumen untuk melihat, kenal, dan memahami lebih mendalam mobil Super One ini banyak sekali keunggulan dan uniqueness-nya sebelum dia menanyakan tentang harga, begitu,” ujar Billy saat ditemui di GIIAS 2026, Rabu (29/7/2026).

Billy juga belum merinci angka harga Honda Super One, namun menegaskan bahwa perusahaan berencana menyampaikan informasi tersebut dalam waktu dekat di GIIAS 2026.

Dengan pendekatan ini, HPM ingin agar audiens tidak langsung berfokus pada banderol, melainkan terlebih dahulu menangkap nilai serta karakter yang ditawarkan Super One.

Konsep fun to drive dan DNA Joy of Driving

Honda Super One disebut sebagai battery electric vehicle (BEV) terbaru Honda yang dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang tetap menyenangkan di era elektrifikasi.

Mobil ini mengusung konsep e: Dash Booster yang menonjolkan responsif, emosional, serta tetap mempertahankan DNA Joy of Driving yang selama ini menjadi ciri khas Honda.

HPM memposisikan Super One sebagai kendaraan listrik yang tidak sekadar menawarkan perpindahan ke teknologi baru, tetapi juga mempertahankan rasa berkendara yang menjadi identitas merek.

Teknologi yang dipamerkan di GIIAS

Meski banderol belum dipublikasikan, Honda sudah memperkenalkan sejumlah teknologi yang dibenamkan pada Super One.

Salah satunya adalah BOOST Mode yang diklaim mampu meningkatkan tenaga dari 47 kW menjadi 70 kW.

Selain itu, terdapat Simulated 7-Speed Shift, serta Active Sound Control yang menghadirkan sensasi perpindahan gigi dan suara mesin layaknya mobil bermesin konvensional.

Untuk kebutuhan pemakaian harian, Super One juga dilengkapi layar sentuh 9 inci dengan Google built-in.

Di sisi konektivitas dan hiburan, mobil ini menawarkan wireless Apple CarPlay dan Android Auto, serta Honda Connect with Digital Key.

Paket keselamatan yang disebutkan adalah Honda Sensing.

Dengan rangkaian fitur yang dipaparkan tersebut, HPM menempatkan pengenalan teknologi sebagai bagian dari proses memperkenalkan karakter Super One kepada masyarakat sebelum detail harga menjadi pertimbangan utama.

Langkah penundaan pengumuman banderol ini membuat GIIAS 2026 menjadi panggung pengenalan menyeluruh, sehingga calon konsumen dapat menilai lebih dulu apa yang ditawarkan Super One dari sisi karakter berkendara maupun teknologi di dalamnya.

Di saat yang sama, HPM tetap menjaga kesempatan pengungkapan harga akan hadir dalam waktu dekat di GIIAS 2026, sesuai arah yang disampaikan Yusak Billy.

Penundaan tersebut juga memberi ruang bagi sesi tanya jawab saat pengunjung mencoba memahami detail produk, termasuk bagaimana respons dan pengalaman berkendara yang diusung Honda saat beralih ke kendaraan listrik.

Dengan demikian, setiap informasi yang dipamerkan di area booth menjadi semacam “peta nilai” bagi audiens: mereka menimbang karakter fun to drive, pilihan mode, hingga dukungan konektivitas dan fitur keselamatan, sebelum akhirnya menilai aspek biaya.