jurnalistik.co.id – Tren riasan neon memang bikin penampilan panggung terlihat hidup, tapi sejumlah produk yang beredar—terutama dari penjual pihak ketiga di marketplace—bisa mengandung zat berbahaya. Karena itu, sebelum mencoba eyeliner berkilau, glitter, atau glittering face gems, penting untuk memeriksa komposisi dan cara pakainya agar tetap terlihat “glowing” tanpa mengorbankan kesehatan kulit.
Banyak produk riasan festival dijual di toko daring pihak ketiga seperti TikTok Shop, dan peringatan datang dari Chartered Trading Standards Institute soal potensi bahan kimia beracun. Lembaga tersebut menekankan bahwa beberapa kandungan dapat memicu masalah kesehatan, mulai dari iritasi hingga reaksi alergi.
Pahami dulu produk yang berisiko
Jika sebuah produk tertera dapat menyebabkan efek buruk pada kulit, Anda perlu lebih teliti. Banned ingredients dapat memicu ruam dan reaksi alergi, sehingga cek label produk dan hindari item yang tertulis “not for cosmetic use”, meski dipasarkan “untuk kulit”.
Waspadai juga banned colourants, termasuk Solvent Yellow 172, CI 45161 (Basic Red 1:1), dan CI 45174 (Basic Violet 11:1). Selain itu, buat keputusan yang lebih aman terhadap produk murah atau penjual yang tidak dikenal, karena kualitas dan kepatuhan kandungannya tidak selalu bisa dipastikan.
Dominic Skinner—make-up artist dan juri program BBC “Glow Up”—mengingatkan bahwa ada produk berlabel mencolok yang ternyata dibuat dengan kategori lain. Ia menyebut, “There are some items that are UV reflective, glow-in-the-dark or neon that are made by cosmetics brands but are quietly labelled as a ‘non-cosmetic paint’.”
Dengan kalimat itu, pesan utamanya sederhana: jangan berhenti pada klaim visual “neon” atau “glow”, tetapi pastikan apakah produk tersebut memang dibuat dan ditujukan untuk penggunaan kosmetik.
Bagian mata: bikin warna menonjol tanpa mengorbankan kornea
Untuk membuat tampilan mata lebih “pop”, Skinner menyarankan penggunaan alas yang tepat sebelum menempelkan warna. Ia menjelaskan, “If you want colours to “pop”, he says use a white eye pencil on the skin first and then press bright eyeshadows on top.”
Ia menambahkan, “It will make bold colours more intense, and last all night.” Rekomendasi ini membantu pigmentasi terlihat lebih tegas sejak awal, sehingga Anda tidak perlu menumpuk terlalu berlebihan di akhir.
Namun, Dr Emma Wedgeworth dari British Skin Foundation mengingatkan agar tidak mendekatkan produk ke area mata terlalu dekat. Wedgeworth menekankan, “Skip near the eyes to avoid nasty scratches on your cornea, says the British Skin Foundation’s Dr Emma Wedgeworth, and never use craft glitter.”
Penggunaan yang terlalu dekat dengan kornea meningkatkan risiko gesekan dan cedera kecil yang bisa berujung lebih serius. Sebagai alternatif untuk mempercantik, Wedgeworth mendorong pilihan produk yang lebih ramah lingkungan.
Gunakan glitter atau aksesori yang biodegradable dan eco-friendly karena lebih lembut di kulit dan lebih baik untuk lingkungan. Untuk penempelan, pilih perekat yang aman seperti lash glue agar tetap kuat tanpa memaksa penghapusan kasar.
Glitter dan gems: perhatikan cara pakai dan rencanakan pelepasan
Festival sering identik dengan fairycore look: sparkles, face gems, dan glitter yang terlihat playful di wajah. Skinner bahkan menyarankan agar tidak memilih kesan terlalu halus, karena “The ‘no make-up look’ is gone. Clean girl is out!”
Berita Terkait
- Glen Hansard, penulis lagu Dublin peraih Oscar, meninggal dalam kecelakaan motor di Dublin pada Rabu
- Ramalan 4 Zodiak Paling Beruntung pada 31 Juli 2026: Taurus hingga Leo
- Zendaya Bocorkan Cara Kerja Bareng Tom Holland di Spider-Man: Brand New Day: “I think when you’re best friends, it’s pretty easy”
Untuk tampil menonjol, ia mengarahkan pemakaian glitter pada bagian yang “bergerak” saat Anda berdansa, seperti hair partings atau bahu. Skinner mengatakan, “Personally, I say use gems as they’re bigger and more impactful, plus you can peel them off at the end of night and reuse them in the morning.”
Artinya, selain tampilan, pikirkan juga tahap akhir malam: aksesori yang mudah dilepas dengan aman akan mengurangi risiko menarik kulit saat Anda hendak membersihkan wajah.
Mulut: pilih produk yang tahan, tapi tetap jaga kebersihan
Untuk bagian bibir, Vogue menyebut tren 2026 mengarah pada “juicy and blurred lips” yang lebih bermain dengan tekstur dibanding sekadar warna. Sementara itu, InStyle merekomendasikan vampy lips dengan warna dark red sebagai pembeda dari dominasi pink dan peach yang biasanya identik dengan musim hangat.
Skinner menekankan pentingnya memilih produk bibir yang tidak mudah bergeser. Ia menyarankan penggunaan liquid lip karena “it won’t budge”, dan menegaskan, “You can do some drinking, you can do some snogging.”
Terkait teknik, ia juga memberi saran urutan: “leave that lip liner until last – it’ll just “highlight how wonky your drawing skills are”.” Pendekatan ini membantu garis terlihat rapi karena kontur bibir dibentuk di tahap akhir.
Meski terlihat sederhana, kebersihan tetap menjadi faktor penting untuk menghindari risiko infeksi. apa pun gaya yang Anda pilih, jangan berbagi balm atau lipstick, karena praktik tersebut dapat menyebarkan infeksi seperti cold sores. Wedgeworth menegaskan bahwa cross-contamination itu nyata, dan mengapa make-up artist melakukan sanitasi di antara klien.
Perlindungan matahari: jadikan sunscreen sebagai dasar
Wedgeworth menyarankan memakai sunscreen dengan perlindungan tinggi setidaknya SPF 30 sebelum riasan mulai diaplikasikan. Ia mengingatkan, “let it soak in like any primer,” sehingga produk tidak hanya menempel di permukaan.
Skinner juga menyarankan sunscreen bertekstur matte atau yang “sweat-proof” agar riasan lebih tahan lama. Pastikan reapply sepanjang hari, minimal setiap dua jam, termasuk area yang sering terlupa seperti hairline dan setiap belahan rambut (partings) untuk melindungi kulit kepala.
Untuk format semprot, Wedgeworth menjelaskan bahwa Anda bisa menumpuknya di atas riasan, tetapi bisa sulit memastikan ketebalan cukup. Karena itu, lakukan shade breaks dan siapkan topi lebar untuk perlindungan tambahan.
Rambut dan aksesoris: buat tahan semalaman dengan cara yang aman
Look rambut festival bisa dikuatkan lewat aksesoris seperti scarfs, crochet beanie caps, atau hair clips yang menarik. Selain itu, Anda juga dapat memakai charms atau cuffs untuk efek visual yang lebih ekspresif.
Who, What, Wear menyarankan opsi gaya seperti Mermaid waves atau Baby Braids yang lebih tipis bila panjang rambut memungkinkan. Untuk membuat perubahan warna—baik lewat spray maupun dye—Wedgeworth meminta langkah pencegahan berupa patch test terlebih dahulu.
Ujilah dulu dengan mengoleskan sedikit produk di belakang telinga atau lengan, lalu tunggu 24 hingga 48 jam untuk memeriksa apakah muncul reaksi. Tujuannya memastikan Anda tidak alergi sebelum tampil di keramaian.
Di luar semua panduan teknis, Skinner memberi pesan yang menenangkan: kemungkinan besar Anda sudah punya produk yang bisa dipakai untuk tampil bergaya festival. Ia menutup dengan, “You just have to think creatively about how to play with it.”












