jurnalistik.co.id – Zafran Ramadhan Selani (14) diduga tenggelam di aliran Sungai Ciliwung wilayah Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/7/2026), dengan laporan awal menyebut kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta, Desiana Kartika Bahari, Zafran mulanya berada bersama empat orang temannya saat mandi dan berenang di sungai. Saat berenang, korban diduga memasuki bagian sungai yang lebih dalam dibanding lokasi sebelumnya.
Akibat kondisi tersebut, Zafran disebut mengalami kesulitan untuk menyelamatkan diri. Desiana mengatakan korban kemudian terseret arus dan diduga tenggelam.
“Korban kemudian terseret arus dan diduga tenggelam,” kata Desiana di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis.
Setelah laporan diterima, personel Unit Siaga SAR Bekasi langsung melakukan operasi pencarian terhadap Zafran. Desiana menjelaskan bahwa operasi pencarian difokuskan pada penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
“Operasi pencarian difokuskan pada penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” kata Desiana di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis.
Dalam pelaksanaan pencarian, tim SAR gabungan menggunakan metode penyisiran dan pengamatan visual di sepanjang area yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam. Pendekatannya diarahkan untuk menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sekitar titik kejadian.
Desiana juga menegaskan upaya yang dilakukan tetap mengedepankan aspek keselamatan selama operasi SAR berlangsung. Tim bekerja bersama unsur yang terlibat untuk menjaga pelaksanaan pencarian tetap berjalan terarah.
“Kami akan terus berupaya secara maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel selama pelaksanaan operasi SAR,” katanya.
Proses pencarian hingga Kamis malam
Berita Terkait
Pada hari pertama pencarian, tim SAR gabungan menyisir area di sekitar lokasi kejadian untuk mencari tanda-tanda keberadaan Zafran. Namun hingga operasi pencarian dihentikan sementara pada Kamis malam, korban belum ditemukan.
Meski belum ada hasil, tim menyusun langkah lanjutan sesuai rencana operasi SAR yang telah ditetapkan. Kegiatan akan kembali dilakukan dengan fokus pencarian pada area yang sebelumnya dijadikan rujukan berdasarkan informasi kejadian.
Desiana menyebut bahwa operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan. Selain Unit Siaga SAR Bekasi, pencarian juga melibatkan Pemadam Kebakaran Pasar Rebo, BPBD Jakarta Selatan, Babinsa Koramil 03 Cijantung, serta masyarakat setempat.
Keterlibatan berbagai unsur ini dimaksudkan agar proses pencarian memiliki dukungan dari sisi penanganan lapangan dan penguatan pengamatan. Tim bergerak bersama untuk memastikan penyisiran dilakukan secara sistematis.
Lanjutan pencarian pada Jumat
Dengan hasil yang belum ditemukan pada tahap awal, pencarian direncanakan dilanjutkan pada Jumat (31/7/2026). Tim SAR akan meneruskan proses pencarian sesuai jadwal operasi setelah penghentian sementara pada Kamis malam.
Langkah lanjutan tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang menemukan korban di area yang masih dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan Zafran. Operasi berikutnya tetap akan mempertimbangkan faktor keselamatan personel saat pelaksanaan di lapangan.
Hingga berita ini disusun, kejadian didasarkan pada informasi bahwa Zafran diduga tenggelam setelah berenang memasuki bagian sungai yang lebih dalam. Pencarian oleh tim SAR gabungan tetap menjadi fokus utama untuk memastikan perkembangan terbaru dari operasi.
Petugas kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia sejak laporan awal masuk. Dengan mempertimbangkan lokasi kejadian di aliran Sungai Ciliwung wilayah Lenteng Agung, tim mengatur penyisiran agar tetap terkonsentrasi pada area yang dinilai relevan dengan dugaan tenggelamnya korban.
Selama proses pencarian, koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting agar pengamatan berjalan terarah. Unsur SAR gabungan menyesuaikan langkah di lapangan, termasuk penempatan personel dan pengawasan visual, sembari memastikan semua tindakan mengikuti prosedur keselamatan selama operasi berlangsung.
Hingga pemberitahuan terakhir yang memuat rencana lanjutan, Zafran masih belum ditemukan. Karena itu, pencarian di hari berikutnya diarahkan melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan pada Kamis malam, dengan fokus pada area yang sebelumnya dijadikan rujukan berdasarkan informasi kejadian.












