jurnalistik.co.id – Sebuah video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar memperlihatkan momen seorang pelajar menjadi korban penjambretan ponsel saat melintas di Jalan Dr Muwardi, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (7/8/2026). Dalam rekaman tersebut, ponsel korban dijambret oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Usai ponsel diambil, korban sampai terjatuh ke jalanan. Kejadiannya terjadi di sekitar kawasan Jalan Dr Muwardi, tepatnya pada jam yang disebut warga sekitar pukul 16.00 WIB.
Awalnya sempat dikira tawuran
Salah seorang saksi bernama Gufri menyampaikan bahwa ia sempat mengira kejadian itu merupakan tawuran antarkelompok. Ia mendengar suara teriakan sebelum akhirnya mengetahui korban mengalami penjambretan.
Gufri mengatakan, âYang saya tahu pokoknya pas sampai di sini (jalan raya) dia (korban) udah teriak-teriakan aja,â saat ditemui di lokasi pada Sabtu (8/8/2026). Ia menambahkan, âKorban teriak âwoi woiâ gitu doang. Udah. Awalnya mah saya pikir mah tawuran.â
Menurut informasi yang didapatnya setelah peristiwa berlangsung, korban kehilangan ponsel usai dijambret hingga terseret. Gufri menuturkan, âDijambret HP. Korban pelajar anak sekolah belakang kayaknya,â sebelum menjelaskan bahwa korban mengalami luka karena terseret.
Korban terseret dan mengalami luka lecet
Gufri menjelaskan bahwa korban yang saat itu sedang berjalan kaki mengalami luka lecet setelah terseret. âKorban luka kakinya pada sobek,â katanya.
Gufri juga menyebutkan bahwa korban berjalan kaki sendirian. Sementara itu, pelaku disebut menggunakan sepeda motor dan jumlahnya lebih dari satu orang, âpelakunya naik motor berdua,â ujarnya.
Di lokasi kejadian, Hadi yang bekerja sebagai juru parkir turut menyampaikan keterangan berdasarkan informasi yang ia terima. Hadi mengatakan bahwa pada saat peristiwa terjadi, korban sedang berjalan sambil bermain ponsel.
Berita Terkait
Hadi menambahkan bahwa kejadian serupa pernah menimpa pekerja di kawasan tersebut beberapa waktu lalu. âBelum lama juga ada karyawan kena jambret, sekitar tiga minggu lalu lah,â kata Hadi.
Polisi menindaklanjuti, tapi belum ada laporan
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Ali Barokah menyatakan pihaknya menindaklanjuti informasi tersebut. âKami cek lidik,â ujar Ali Barokah kepada Kompas.com melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu.
Ali Barokah juga menyebutkan bahwa hingga saat ini polisi belum menerima laporan polisi terkait adanya penjambretan tersebut. âKami coba cek TKP dan sekalian tanyakan ke korbannya,â katanya.
Dengan demikian, rangkaian kejadian di Jalan Dr Muwardiâmulai dari teriakan yang sempat dikira tawuran, penjambretan ponsel oleh pelaku bermotor, hingga korban yang terjatuh dan terseretâmenjadi perhatian di lokasi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Rekaman tersebut menggambarkan momen singkat sebelum insiden terjadi, ketika korban yang melintas di Jalan Dr Muwardi, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menjadi sasaran penjambretan menggunakan sepeda motor. Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, sebagaimana disebut warga yang berada di sekitar lokasi.
Beberapa saksi yang awalnya berada di area kejadian sempat mengaitkan teriakan yang terdengar dengan keributan di jalan. Gufri menjelaskan bahwa suara yang ia dengar membuatnya menduga adanya tawuran antarkelompok, hingga kemudian ia memahami bahwa yang menjadi pusat perhatian justru seorang korban penjambretan ponsel.
Setelah ponsel diambil, korban dikatakan terjatuh dan kemudian terseret, hingga mengalami luka lecet dan bagian kaki disebut sobek. Gufri menuturkan korban saat itu berjalan kaki sendirian, sementara pelaku diduga lebih dari satu orang karena disebut âberduaâ saat mengendarai sepeda motor.
Di lokasi, Hadi selaku juru parkir menyebutkan bahwa pada saat kejadian, korban sedang berjalan sambil menggunakan ponsel. Ia juga menyampaikan bahwa kasus serupa pernah menimpa pekerja di kawasan tersebut beberapa waktu lalu, yakni sekitar tiga minggu sebelum kejadian ini.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan telah menindaklanjuti informasi yang beredar dengan melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara dan upaya penelusuran melalui pertanyaan kepada korban. Meski demikian, Ali Barokah menyebutkan bahwa hingga saat itu polisi belum menerima laporan polisi terkait penjambretan yang dimaksud.












