Hukum & Kriminal

Manajer Dolly Parton Menuduh Keponakan yang Umumkan Kabar Meninggal Melakukan Ancaman dan Intimidasi

×

Manajer Dolly Parton Menuduh Keponakan yang Umumkan Kabar Meninggal Melakukan Ancaman dan Intimidasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dolly Parton's manager accuses nephew who announced her death of threats and intimidation

jurnalistik.co.id – Manajer Dolly Parton melalui perusahaan yang mengelola bisnis dan aset sang penyanyi menuduh keponakan Dolly, Bryan Seaver, melakukan ancaman serta intimidasi. Dalam dokumen hukum AS yang diajukan pekan ini, tuduhan itu dipaparkan sebagai bagian dari sengketa yang semakin tajam terkait warisan dan kepentingan bisnis peninggalan Dolly.

Perusahaan tersebut, She’s Alive, mengajukan permintaan perintah penahanan sipil sementara (temporary civil restraining order) terhadap Seaver. Permohonan ini diajukan untuk mencegah tindakan yang menurut pihak Dolly dapat merugikan kendali atas “legacy” Dolly Parton.

Dalam berkas perkara, She’s Alive menyebut Seaver menjalankan “threats, intimidation, and coercion”. Perusahaan juga menuduh Seaver melancarkan “an obscene, deliberate and escalating campaign of threats” serta mengklaim Seaver mengatakan ia akan menghancurkan “her empire” apabila pihak warisan tidak memenuhi tuntutannya.

Seaver membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia menyatakan, dalam komentar kepada TMZ, bahwa teks pesan dan email yang dikutip dalam berkas pengajuan diambil di luar konteks sehingga tampak seolah ia mengancam pihak lain.

“Nothing in this lawsuit were threats and most of the comments I stand by,” kata Seaver. Ia menambahkan, “A lot of these messages are two guys having rage talk and crying on the phone together while we were grieving.”

Peran Seaver dan pemecatan yang disebut “tidak diharapkan”

Seaver adalah putra dari saudara perempuan Dolly, Cassie. Ia juga memiliki perusahaan yang menyediakan detail keamanan Dolly selama 20 tahun terakhir kehidupan sang penyanyi.

Menurut dokumen yang dipaparkan, Seaver pernah menjadi figur yang dipilih pihak keluarga untuk mengumumkan kabar meninggal Dolly pada bulan Agustus. Namun, pekan lalu Seaver diberhentikan oleh She’s Alive sebagai kepala keamanan yang menangani properti-properti Dolly.

Dalam pernyataan saat pemecatan, Seaver dan perusahaannya menyebut keputusan itu “unexpected” dan “unexplained”. Mereka juga mengatakan, “We refuse to be intimidated by those whose actions we believe are being taken in bad faith and with the intent to profit from the life of someone who willingly gave so much.”

Permohonan restraining order diajukan di Nashville

Permintaan perintah penahanan sementara tersebut diajukan di Nashville pada hari Selasa. She’s Alive diketahui dijalankan oleh Danny Nozell, manajer lama Dolly.

Dalam dokumen pengadilan, pihak Dolly mengutip serangkaian pertukaran yang, menurut mereka, menunjukkan Seaver mengancam untuk merusak reputasi dan kerja sama bisnis Dolly. Salah satu kutipan yang disebut dalam berkas adalah ancaman bahwa Seaver akan menjadi “the hand of retribution for my entire family”.

Berkas juga memuat kutipan lain: “I’m going to set up a podcast dedicated to ruining Dolly’s brand partnerships and telling the violations these people have done on us. It’s going to be great. Or [expletive] pay me.”

Selain itu, pihak Dolly mengklaim Seaver menggunakan pengalaman sebagai kontraktor militer untuk menekan karyawan. Dalam salah satu pertukaran dengan pengacara Dolly, Seaver diduga menggambarkan dirinya sebagai “killer”. Ia juga disebut mengatakan bahwa pada hari Dolly meninggal, ia telah menjual $27m (£20m) senjata dan amunisi kepada kepolisian Haiti.

Dokumen pengadilan menuliskan kutipan yang diduga muncul dalam email yang menyertai keluhan: “All I do is warfare… Everyone needs to be worried about what I might do”.

Pernyataan Seaver kepada TMZ

Menanggapi tuduhan tersebut, Seaver menyampaikan pernyataan yang dipublikasikan melalui TMZ. Ia mengatakan, “I am a career soldier and military contractor and do conduct arms deals for foreign governments. I am a security professional and I am a killer.”

Meski demikian, Seaver tetap membantah melakukan ancaman. Ia mengklaim ia “talking frankly in a private way with Danny who I thought was my friend”. Dengan kata lain, Seaver menempatkan percakapan itu sebagai dialog personal, bukan tindakan intimidatif terhadap pihak tertentu.

Dalam berkas pengadilan yang diajukan, pihak Dolly juga menyebut pesan-pesan tersebut berdampak langsung pada stabilitas tim yang mengurus kepercayaan dan harta warisan Dolly. Dikatakan bahwa sejumlah karyawan dan pengacara untuk trust dan estate Dolly mengundurkan diri.

She’s Alive juga disebut terpaksa merekrut keamanan privat bagi para karyawannya, termasuk di rumah mereka. Permohonan restraining order ini, menurut pihak Dolly, menjadi langkah yang dibutuhkan untuk menghentikan eskalasi konflik.

BBC juga disebut telah menghubungi Seaver dan She’s Alive untuk meminta komentar lebih lanjut.

Riwayat Seaver terkait kabar meninggal Dolly

Seaver sebelumnya dikenal publik ketika mengumumkan meninggalnya sang tante melalui video yang diposting pada akun Instagram Dolly. Pengumuman itu dilakukan pada 25 Agustus, dengan video menampilkan Seaver di latar belakang hitam.

Dalam video tersebut, Seaver menyebut bahwa pengumuman itu adalah permintaan Dolly bertahun-tahun sebelumnya. “This video announcement is something Dolly asked of me years ago, before I fully absorbed it as a future reality,” ujarnya.

Seaver juga menyatakan ia mengikuti jejak ayahnya, Larry, untuk menjadi kepala keamanan Dolly. Ia memegang posisi tersebut selama lebih dari 20 tahun.

Nozell mulai bekerja untuk Dolly sejak 2004, mula-mula sebagai konsultan tur sebelum kemudian menjadi manajer. Dalam film Netflix 2019, Dolly Parton: Here I Am, Seaver menyampaikan bahwa tugasnya mengubah Dolly dari “heritage act” menjadi “superstar”, sekaligus mengambil tanggung jawab untuk menghidupkan kembali karier tur internasional sang penyanyi.

Pada pernyataan bulan lalu, Seaver juga menyampaikan bahwa Dolly “worked up until the day she died” dan menegaskan visi warisan yang menurutnya akan berlanjut jauh setelah kematian Dolly. Ia mengatakan, “She loved seeing her dreams come to life, and loved knowing her work brought people joy.”

Seaver menambahkan, “Ever the planner, Dolly worked with the team that she handpicked, for the past several years to build a project roadmap that will guide us for decades to come.”

Kini, warisan dan rencana jangka panjang Dolly Parton menjadi pusat sengketa yang bersifat publik. Pihak She’s Alive berupaya melindungi kendali atas bisnis dan properti Dolly melalui proses hukum, sementara Seaver menolak tuduhan ancaman dan menegaskan bahwa percakapan yang dibahas dalam dokumen pengadilan tidak mencerminkan niat mengintimidasi.