jurnalistik.co.id – Layanan feri CalMac jurusan Arran dievakuasi menyusul ancaman bom setelah seorang penumpang dilaporkan jatuh ke laut. Penumpang kemudian diselamatkan, sementara pihak operator menerapkan prosedur darurat dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal.
Kejadian bermula dari pelayaran MV Caledonian Isles pada pukul 16:40, rute Brodick menuju Ardrossan. CalMac menyatakan bahwa ada laporan seorang penumpang berada di luar kapal atau terjatuh ke perairan.
Begitu informasi diterima, unit rescue craft cepat dikerahkan untuk memulihkan penumpang tersebut dari laut. Proses penyelamatan dilakukan sebagai respons cepat atas laporan insiden di tengah perjalanan.
Setelah penumpang berhasil diselamatkan, BBC melaporkan bahwa pihak terkait kemudian menyatakan ada bom di dalam kapal. Pernyataan ini memicu eskalasi penanganan di tingkat keselamatan dan prosedur darurat.
CalMac menyebut telah menyiapkan protokol darurat. Langkah tersebut mencakup pengaturan situasi di kapal serta koordinasi dengan layanan-layanan terkait dalam rangka memastikan area terkendali selama pencarian dan evaluasi lanjutan.
Ketika kapal merapat di Ardrossan, pemeriksaan lengkap dilakukan terhadap MV Caledonian Isles. Setelah proses pencarian berlangsung, sebanyak 329 penumpang diangkut turun dan dievakuasi dengan berjalan kaki saat kapal sudah sandar.
Dalam tahap yang sama, penumpang yang masih menunggu di pelabuhan turut diarahkan. Polisi membawa kelompok tersebut ke tempat parkir mobil Asda terdekat, sementara pencarian masih dilakukan.
Untuk armada kendaraan, CalMac membiarkan kendaraan yang ada di atas MV Caledonian Isles tetap berada di kapal. Dengan demikian, fokus evakuasi diarahkan pada perpindahan penumpang ke lokasi yang lebih aman.
Berita Terkait
Selain mengevakuasi penumpang, rencana keberangkatan yang tersisa dari Ardrossan untuk Jumat malam dibatalkan. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penanganan situasi yang sedang berlangsung setelah adanya laporan ancaman.
Kepala eksekutif CalMac, Duncan Mackison, menyampaikan: “CalMac staff and crew are following emergency procedures alongside the emergency services and no injuries have been reported. “Customers will be kept informed of the situation as it develops.”
Dalam keterangannya, CalMac juga menegaskan bahwa staf dan kru mengikuti prosedur penanganan darurat bersama layanan darurat. Pernyataan itu sekaligus menyebutkan belum ada laporan cedera, sekaligus menekankan bahwa informasi kepada pelanggan akan terus diperbarui seiring perkembangan situasi.
CalMac sendiri merupakan operator feri terbesar di Inggris, dengan 29 rute yang melayani jarak sekitar 200 mil di pesisir barat Skotlandia. Dengan kapasitas layanan sebesar itu, insiden seperti evakuasi di pelabuhan berdampak langsung pada jadwal perjalanan dan pergerakan penumpang pada rute terkait.
Hingga proses pencarian selesai dijalankan, pihak berwenang dan operator tetap mengutamakan keselamatan. Situasi tersebut menunjukkan bagaimana laporan insiden di laut—mulai dari penumpang yang jatuh hingga dugaan ancaman bom—dapat memunculkan respons berlapis untuk memastikan semua pihak berada dalam kondisi aman.
Setelah dugaan insiden jatuh ke laut dilaporkan, respons segera difokuskan pada upaya penarikan penumpang dari perairan dan memastikan situasi tetap terkendali di tengah perjalanan. Pengaturan kondisi kapal dilakukan sambil menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang.
Ketika informasi berikutnya menyangkut ancaman bom masuk ke dalam penanganan, prosedur darurat kemudian diperluas untuk menyesuaikan tingkat risiko. Pada titik ketika kapal sudah merapat, pemeriksaan menyeluruh menjadi bagian dari rangkaian evaluasi sebelum proses penurunan penumpang dilakukan secara terarah.
Jumlah penumpang yang dievakuasi mencapai 329 orang, dan perpindahan dilakukan dengan berjalan kaki setelah kapal sandar. Sementara itu, penumpang yang masih berada di pelabuhan diarahkan oleh polisi ke parkir mobil Asda terdekat, dan jadwal keberangkatan tersisa dari Ardrossan untuk Jumat malam dibatalkan agar fokus tetap pada keselamatan.







