Hukum & Kriminal

Keluarga Celeste Rivas Hernandez tuntut hukuman mati bila D4vd terbukti bersalah

×

Keluarga Celeste Rivas Hernandez tuntut hukuman mati bila D4vd terbukti bersalah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Family of murdered teen call for death penalty in D4vd trial

jurnalistik.co.id – Keluarga Celeste Rivas Hernandez, remaja yang tewas dan dituduh dibunuh oleh penyanyi D4vd, meminta agar hukuman mati diterapkan bila D4vd dinyatakan bersalah di persidangan.

Dalam perkara pidana, D4vd—nama lahir David Anthony Burke—didakwa membunuh Celeste, yang berusia 14 tahun. Mayat Celeste, yang disebut mengalami pemotongan tubuh, ditemukan di bagasi sebuah Tesla yang terdaftar pada alamat yang dikaitkan dengan D4vd pada 8 September 2025.

D4vd telah mengaku tidak bersalah terhadap seluruh dakwaan. Di saat yang sama, keluarga korban mendorong agar pengadilan mempertimbangkan hukuman maksimal.

California sendiri memiliki larangan sementara untuk penerapan hukuman mati. Meski demikian, keluarga Hernandez menyatakan bahwa eksekusi akan “would be perfect” apabila D4vd dinyatakan bersalah dalam persidangan.

Selain proses pidana, orang tua Hernandez juga menempuh jalur gugatan perdata. Mereka mengajukan gugatan sipil pada hari Jumat dan meminta ganti rugi dalam bentuk uang, termasuk biaya pemakaman dan acara pemakaman.

Gugatan tersebut didaftarkan di Los Angeles Superior Court. Gugatan itu menuduh bahwa Burke bertanggung jawab atas kematian yang tidak semestinya (wrongful death), penahanan yang tidak sah (false imprisonment), serta dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Dalam dokumen perkara, pasangan orang tua tersebut merinci bahwa Celeste dan Burke pertama kali saling bertemu pada November 2023, ketika Hernandez masih berusia 13 tahun. Mereka mengklaim, selama hampir 16 bulan berikutnya, hubungan keduanya berlangsung lewat pertukaran pesan yang “almost 10,000 texts”, dan mereka juga menyebut ada hubungan seksual yang terjadi beberapa kali.

Orang tua Hernandez juga menegaskan adanya ketimpangan kuasa. Mereka menyatakan, “At all relevant times Burke was an adult who occupied a position of authority over decedent, a minor, and was able to and did exercise undue influence and control over her,” sebagaimana termuat dalam berkas yang diajukan pada Jumat pekan lalu.

Di bagian lain, mereka menuduh Burke melakukan pembunuhan di rumahnya di Hollywood Hills. Tuduhan itu muncul setelah Celeste disebut mengancam untuk mengungkap hubungan mereka.

Menurut gugatan, ancaman itu terkait pesan yang diklaim berbunyi: “I will end ur career and ur life”. Keluarga korban menyatakan kalimat tersebut menjadi pemicu kematian Celeste di lokasi yang disebutkan dalam dokumen.

Gugatan perdata tidak hanya menargetkan Burke. Dalam berkas, pihak yang ikut disebut antara lain beberapa perusahaan dan manajer Burke, ibunya, serta seorang penjaga keamanan yang tinggal bersama mereka.

Keluarga Hernandez menuduh orang-orang dan entitas yang tercantum “enabled Burke to isolate” Rivas Hernandez. Mereka juga menyebut adanya fasilitasi untuk perjalanan, tempat tinggal, dan pengamanan bagi Burke dalam menjalankan hubungan tersebut.

Namun, pihak manajemen Burke, Mogul Vision, serta manajer keuangannya sebelumnya membantah mengetahui persoalan yang menimpa Burke dan Hernandez, sebagaimana diberitakan oleh media AS. Di gugatan ini, pembantahan tersebut menjadi salah satu kontras terhadap klaim keluarga korban.

Pada tahap proses pidana, sebuah keputusan penting juga telah keluar pada bulan Juli. Seorang hakim saat itu menilai ada cukup bukti awal untuk menjadikan Burke sebagai terdakwa dan membawa kasus ke persidangan atas tuduhan pembunuhan.

Ketika keputusan itu diumumkan, jaksa wilayah menyatakan sedang mempertimbangkan apakah akan menuntut hukuman mati. Langkah ini kemudian memunculkan respons dari keluarga korban, yang ingin eksekusi menjadi pilihan bila unsur dakwaan terbukti.

Pernyataan keluarga muncul pada Senin, bertepatan dengan tanggal yang akan menjadi ulang tahun ke-16 Hernandez. Dalam pernyataan itu, mereka menuntut agar Burke dikenai eksekusi. Pernyataan tersebut memuat kutipan yang berbunyi: “If the death penalty were activated, it would be perfect for this kind of human being, devoid of feelings and emptiness inside, and without conscience, who only caused pain to our daughter, our family, and the world that supports our precious daughter”.

Burke kembali mengulang sikap tidak bersalah dalam pembacaan dakwaan pekan lalu. Setelah itu, ia disebut telah berpisah dengan pengacara pertahanan yang terkenal, sehingga kini ia diwakili oleh seorang pembela umum (public defender).

Burke dijadwalkan kembali ke pengadilan pada 19 Oktober, sementara persidangannya disebut akan dipindahkan ke tahun berikutnya. Pergantian strategi pembelaan ini turut memberi ruang bagi peninjauan lebih lanjut terhadap bukti-bukti yang ada.

Deputi pembela umum Walid Kandeel menyatakan bahwa Burke berhak memperoleh pembelaan yang serius. Ia menegaskan bahwa kasus harus ditangani dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap bukti. Ia juga mengatakan pihaknya “We are committed to providing him with that defence,” dan menyebut Burke layak mendapat pembelaan yang benar-benar menimbang keadaannya.

Sementara itu, kantor pembela umum belum memberikan komentar segera terhadap gugatan perdata yang dilayangkan keluarga Hernandez.