Hukum & Kriminal

Kronologi Penembakan di Alun-alun Krakow: 9 Orang Tewas, Tiga dari Keluarga Pelaku

×

Kronologi Penembakan di Alun-alun Krakow: 9 Orang Tewas, Tiga dari Keluarga Pelaku

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Tewaskan 9 Orang, Ini Kronologi Penembakan Brutal di Polandia

jurnalistik.co.id – Penembakan brutal terjadi di Alun-alun Utama Krakow, Polandia, pada 7 November 2026, hingga menewaskan sembilan orang. Peristiwa itu juga menimbulkan masa berkabung dua hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban, sementara penyelidikan dugaan terorisme terus berlangsung.

Insiden terjadi sesaat sebelum pukul 15.00 waktu setempat di kawasan wisata Kota Tua Krakow. Pelaku melepaskan tembakan saat warga dan wisatawan masih berada di area tersebut, sehingga situasi cepat berubah menjadi kepanikan massal.

Kronologi di Alun-alun Utama Krakow

Menurut keterangan yang dihimpun, serangan dimulai pada Sabtu (7/11/2026) ketika pelaku mengendarai mobil sambil melepaskan tembakan secara acak. Tindakan itu menyasar orang-orang yang ada di lokasi, termasuk pengunjung yang sedang beraktivitas di pusat kota.

Ketika suara tembakan terdengar, sejumlah orang berlarian untuk menyelamatkan diri. Di saat yang sama, sebuah trem yang melintas ikut terdampak dan kacanya pecah, meski tidak ada penumpang yang dilaporkan terluka.

Polisi bersenjata kemudian terlibat baku tembak dengan pelaku. Proses penghadangan berakhir sekitar tiga menit setelah serangan dimulai, ketika pelaku berhasil dilumpuhkan.

Korban tewas dan keluarga pelaku

Jumlah korban tewas mencapai sembilan orang. Enam di antaranya dilaporkan meninggal di lokasi penembakan di alun-alun, sementara tiga jenazah lainnya ditemukan di rumah pelaku.

Ketiga korban yang ditemukan di kediaman pelaku berada di Ostrowiec Świętokrzyski. Polisi menyebut identitas mereka sebagai ayah pelaku berusia 53 tahun, ibu berusia 52 tahun, serta saudara perempuan pelaku yang berusia 21 tahun.

Pelaku sendiri disebut sebagai pria Polandia berusia 24 tahun, namun identitasnya belum dipublikasikan. Dalam perkembangan berikutnya, pihak berwenang menegaskan bahwa penyelidikan masih fokus untuk memahami rangkaian kejadian dan motif yang melatarbelakangi serangan.

Jumlah luka dan kondisi aparat

Selain korban tewas, terdapat 15 hingga 16 orang lainnya yang dilaporkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Di antara mereka, terdapat dua petugas kepolisian yang terlibat langsung dalam baku tembak.

Salah satu petugas kepolisian mengalami tiga luka tembak dan sempat berada dalam kondisi sangat kritis. Setelah penembakan, aparat tetap melanjutkan penanganan medis terhadap yang terluka sambil menjaga proses penyelidikan.

Indikasi ideologi sayap kanan ekstrem

Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwinski, menyatakan bahwa penyelidikan awal mengarah pada dugaan pelaku terobsesi dengan ideologi sayap kanan ekstrem. Kierwinski mengutipkan indikasi tersebut sebagai sesuatu yang mendasari arah penyelidikan.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari DW, Kierwinski menyebut bahwa “Segala indikasi menunjukkan bahwa ia terobsesi dengan ideologi sayap kanan ekstrem.” Meskipun demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa motif pasti serangan masih terus diselidiki.

Polisi juga menemukan sejumlah senjata api dan amunisi di kendaraan serta kediaman pelaku. Temuan tersebut menjadi bagian dari bukti awal, namun rangkaian alasan dan keterkaitan lainnya tetap harus dipastikan melalui investigasi lanjutan.

Masa berkabung dua hari dan respons publik

Pemerintah Polandia memulai masa berkabung selama dua hari pada Minggu setelah tragedi tersebut. Langkah ini diambil untuk menghormati para korban akibat penembakan di Krakow.

Wali Kota Krakow Łukasz Gibała menetapkan masa berkabung di tingkat kota hingga 11 November. Di sekitar lokasi kejadian, warga meletakkan lilin dan bunga sebagai bentuk duka dan penghormatan bagi mereka yang meninggal.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut peristiwa itu sebagai serangan terorisme yang sangat brutal. Selain itu, sejumlah pemimpin internasional juga menyampaikan belasungkawa, termasuk dari Inggris, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Ukraina.

Penyelidikan terorisme masih berlanjut

Kantor Kejaksaan Nasional Polandia telah membuka penyelidikan atas dugaan tindak pidana terorisme terkait penembakan tersebut. Polisi juga menyita sejumlah senjata api dari kediaman pelaku untuk mendukung proses pembuktian.

Pelaku masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka tembak saat berhadapan dengan polisi. Dua petugas yang terluka juga mendapatkan perawatan medis, sementara aparat melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap motif serta rangkaian pembunuhan yang terjadi.

Sampai proses investigasi selesai, berbagai pihak terus menunggu hasil lanjutan yang dapat menjelaskan bagaimana serangan dilakukan, mengapa targetnya meluas hingga ke warga dan wisatawan, serta apa yang menjadi pemicu utama dari tragedi tersebut.