jurnalistik.co.id – Patrick Steven Yaroch (37), mantan agen FBI, mengaku bersalah terkait pencurian aset kripto senilai sekitar US$2,47 juta yang setara dengan Rp44,7 miliar. Pengakuan itu disampaikan dalam keterangan resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang dirilis Minggu (8/11/2026).
Dalam pengumuman DOJ, Yaroch disebut memanfaatkan akses yang dimilikinya untuk melakukan tindakan yang berkaitan dengan penipuan melalui sarana elektronik (wire fraud) serta pencucian uang (money laundering). Nilai yang disebut sekitar US$2,47 juta juga dijelaskan dengan acuan kurs US$1 sama dengan Rp18.098.
DOJ juga menjelaskan bahwa pelaku menggunakan kredensial dompet kripto yang dikumpulkan FBI dari berbagai penyelidikan. Dengan memegang kredensial tersebut, Yaroch dinyatakan menggunakan informasi akses untuk mengambil aset kripto yang berada dalam lingkup pengumpulan atau penyitaan dalam perkara-perkara yang ditangani.
Kronologi jabatan di FBI
Menurut dokumen pengadilan yang dikutip, Yaroch bekerja di FBI Boston Division sejak 2017 hingga awal 2025. Periode tersebut beririsan dengan tugas investigasi yang, dalam uraian kasus, diarahkan pada negara-negara yang menjadi adversari Amerika Serikat.
Setelah itu, Yaroch kemudian bekerja di Counterintelligence and Espionage Division FBI mulai Februari 2025 hingga 31 Juli 2026. Posisi pada divisi tersebut, sebagaimana diuraikan dalam materi perkara, memberi dia akses ke sistem internal FBI yang menyimpan kredensial aset kripto.
Dari sistem yang disebut tersebut, DOJ menyatakan terdapat kredensial yang terkait dengan aset kripto hasil penyitaan atau pengumpulan melalui berbagai penyelidikan. Dengan demikian, inti dari perkara berputar pada hubungan antara kredensial yang tersimpan di sistem FBI dan pemanfaatannya untuk akses dompet kripto.
Berita Terkait
DOJ juga menyebut identitas Yaroch berasal dari Ashburn, Virginia. Pengakuan bersalah yang disampaikan dalam keterangan resminya membuat dakwaan wire fraud dan money laundering menjadi fokus utama penilaian dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Kasus ini menyoroti bagaimana akses terhadap informasi dari lingkungan penegakan hukum dapat digunakan untuk tindakan yang merugikan dalam konteks aset digital. Dengan menempatkan rangkaian pengakuan serta peran jabatan Yaroch di FBI sebagai landasan, DOJ menegaskan adanya keterkaitan antara kredensial kripto yang dikumpulkan dalam penyelidikan dan penggunaan kredensial tersebut dalam praktik pencurian.
Dalam keterangan resminya, DOJ menekankan bahwa pengakuan bersalah Yaroch bukan sekadar pengakuan umum, melainkan pengakuan yang terkait langsung dengan cara perbuatan dilakukan. Fokusnya diarahkan pada pemanfaatan akses untuk menjalankan tindakan penipuan melalui sarana elektronik, sekaligus pencucian uang.
Dokumen tersebut juga mengikat angka perkara dengan penjelasan nilai dalam dua satuan. Pernyataan mengenai sekitar US$2,47 juta—yang dipadankan menjadi Rp44,7 miliar dengan acuan kurs US$1 setara Rp18.098—memberi kerangka kuantitatif tentang besaran aset digital yang menjadi pokok pengaduan.
Penjelasan DOJ menyebut adanya kredensial dompet kripto yang dikumpulkan FBI dari berbagai penyelidikan. Dengan memegang kredensial yang disebut terkumpul tersebut, Yaroch dinyatakan menggunakan informasi akses untuk mengambil aset kripto yang berada dalam lingkup pengumpulan atau penyitaan yang ditangani oleh perkara-perkara.
Rangkaian peristiwa kemudian ditautkan dengan riwayat pekerjaan Yaroch di FBI. Berdasarkan dokumen pengadilan, keterlibatannya dimulai sejak 2017 di Boston Division hingga awal 2025, pada masa yang—dalam uraian kasus—beririsan dengan tugas investigasi yang diarahkan pada negara-negara adversari Amerika Serikat.
Setelah peralihan peran, Yaroch disebut bekerja di Counterintelligence and Espionage Division sejak Februari 2025 hingga 31 Juli 2026. Dalam penggambaran perkara, posisi pada divisi tersebut dihubungkan dengan tersedianya akses ke sistem internal FBI yang menyimpan kredensial aset kripto, sehingga hubungan antara jabatan dan akses menjadi elemen penting dalam narasi penegakan.
Dengan demikian, keterangan DOJ pada dasarnya membingkai inti perkara sebagai hubungan antara kredensial yang tersimpan di sistem internal dan penggunaannya untuk memperoleh aset kripto. Identitas Yaroch yang disebut berasal dari Ashburn, Virginia, kemudian ditempatkan sebagai konteks latar, sementara penilaian proses hukum diarahkan pada dakwaan wire fraud dan money laundering yang dibawa ke tahap berikutnya.












