jurnalistik.co.id – Seorang anak berusia 10 tahun dan dua perempuan berusia 30 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah perahu kecil yang mencoba menyeberangi Selat Inggris mengalami kesulitan di lepas pantai utara Prancis.
Peristiwa itu terjadi saat otoritas setempat menerima laporan darurat terkait kapal yang sedang berupaya melakukan penyeberangan.
Pihak berwenang menyatakan mereka merespons panggilan kesusahan dari perahu tersebut, yang membawa total 105 orang.
Menurut keterangan yang disampaikan otoritas Prancis, perahu itu berangkat dari Blériot Plage di Calais pada Senin pagi waktu setempat.
Setelah mendapatkan respons dari panggilan darurat, petugas melakukan penanganan di lokasi kejadian sebagai bagian dari upaya penyelamatan.
Dalam proses tersebut, tiga penumpang sempat diberi pertolongan medis di atas kapal.
Selanjutnya, kondisi ketiga penumpang tersebut kemudian dinyatakan meninggal oleh tim medis darurat yang diterbangkan menggunakan helikopter, sebagaimana disampaikan oleh French Maritime Prefecture of the Channel and the North Sea.
Helikopter yang membawa tim medis darurat menjadi langkah lanjutan setelah perahu menghadapi situasi darurat di area lepas pantai utara Prancis.
Setelah proses penanganan berakhir, para penumpang kemudian dipindahkan dan dibawa turun dari kapal penyelamat di pelabuhan Calais pada Senin pagi.
Menurut laporan AFP, pemindahan tersebut dilakukan setelah tim penyelamatan menyelesaikan tahapan awal di lokasi.
Kronologi penanganan
Berita Terkait
Mulanya, perahu kecil yang membawa 105 orang bertolak dari Blériot Plage, Calais, pada Senin pagi.
Tak lama setelah keberangkatan, muncul kesulitan yang memicu panggilan kesusahan, sehingga otoritas Prancis merespons.
Pada tahap berikutnya, pertolongan medis diberikan kepada tiga penumpang di atas perahu.
Namun, ketiga penumpang itu kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah tim medis darurat tiba melalui helikopter.
Akhirnya, para penumpang dibawa ke pelabuhan Calais dan turun dari kapal penyelamat pada Senin pagi, sesuai dengan informasi yang dilaporkan.
Kasus ini menegaskan bahwa pada insiden lintas perairan, koordinasi respons darurat—mulai dari penerimaan panggilan kesusahan hingga pengiriman tim medis—menjadi bagian penting dalam penanganan di lapangan.
Dalam laporan otoritas Prancis, insiden ini bermula ketika kapal kecil yang berupaya menyeberangi Selat Inggris melaporkan adanya kondisi yang tidak aman di perairan lepas pantai utara Prancis. Informasi tersebut kemudian diteruskan sebagai panggilan kesusahan agar respons penyelamatan segera dikerahkan.
Total ada 105 orang di dalam perahu yang berlayar dari Blériot Plage, Calais, pada Senin pagi waktu setempat. Setelah keberangkatan, situasi berubah menjadi darurat, sehingga petugas beralih dari pemantauan awal ke tindakan penanganan di lokasi untuk memastikan keselamatan penumpang.
Pada fase penanganan awal, tim penyelamat melakukan langkah-langkah medis langsung di atas kapal terhadap tiga penumpang. Upaya pertolongan tersebut dilakukan sebelum proses evakuasi lanjutan, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan penanganan darurat yang harus berjalan cepat.
Setelah itu, tim medis darurat diberangkatkan menggunakan helikopter. French Maritime Prefecture of the Channel and the North Sea menyampaikan bahwa kedatangan tim tersebut berujung pada pernyataan meninggal untuk ketiga penumpang yang sebelumnya sempat mendapatkan pertolongan medis, termasuk seorang anak berusia 10 tahun serta dua perempuan berusia 30 tahun.
Penanganan selanjutnya berfokus pada pemindahan para penumpang dan penuntasan tahapan penyelamatan. Setelah proses di area lepas pantai selesai dan koordinasi antarunit berjalan sesuai prosedur, para korban dan penumpang kemudian dibawa turun dari kapal penyelamat di pelabuhan Calais pada Senin pagi.
Pemberitaan AFP turut menyoroti bahwa pemindahan dilakukan setelah tim penyelamatan menyelesaikan tahapan awal di lokasi. Dengan demikian, rangkaian respons darurat yang mencakup penerimaan panggilan kesusahan, pemberian pertolongan pertama, hingga pengiriman tim medis dengan helikopter menjadi kunci dalam upaya penanganan insiden lintas perairan ini.












