Hukum & Kriminal

Lima pelaku penculikan di Lincolnshire divonis setelah korban melompat dari jendela untuk kabur

×

Lima pelaku penculikan di Lincolnshire divonis setelah korban melompat dari jendela untuk kabur

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Five jailed after Lincolnshire kidnap victim jumped from window

jurnalistik.co.id – Lima orang di Lincolnshire divonis setelah seorang korban penculikan meloloskan diri dengan melompat dari jendela lantai satu. Peristiwa itu berujung pada penangkapan para pelaku di Lincoln dan Market Rasen.

Menurut Lincolnshire Police, pria korban dipancing datang ke sebuah properti di Market Rasen pada Juli 2025. Polisi menyebut alih-alih penjelasan yang jelas, korban justru dihadapkan pada dugaan keterkaitan “personal matters linked to a past relationship breakdown”.

Setelah korban ditahan, polisi mengatakan ia mengalami kekerasan berulang kali. Dalam keterangan mereka, para penculik melakukan intimidasi, mempermalukan, dan menyiksa korban, sementara tindakan tersebut direkam menggunakan telepon seluler.

Lincolnshire Police menambahkan bahwa rekaman itu disertai tawa para pelaku selama pelecehan dan penyiksaan berlangsung. “repeatedly assaulted, threatened, humiliated and tormented” disebutkan menjadi rangkaian perlakuan yang dialami korban selama masa penahanan.

Korban kemudian sempat menjalani penahanan semalaman. Setelah itu, ia dibawa ke sebuah rumah di Lincoln, sebelum akhirnya sempat mengambil kesempatan untuk melarikan diri.

Proses pelarian korban terekam melalui CCTV. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat melompat ke arah pohon, lalu memanjat turun dan bergerak ke jalan raya.

Setelah berhasil turun, korban berlari dan melambaikan tangan kepada petugas yang melintas. Ia kemudian meminta bantuan polisi dengan menghentikan sebuah kendaraan polisi yang sedang lewat.

Polisi bersenjata melakukan intersepsi terhadap dua orang pelaku yang berada di dalam sebuah mobil. Sementara itu, pihak lainnya ditangkap di lokasi berbeda, yakni di rumah yang berada di Market Rasen.

Proses persidangan berlangsung hingga lima orang tersebut akhirnya dijatuhi hukuman. Kelimanya menjalani vonis di Lincoln Crown Court pada 28 Agustus.

Vonis masing-masing pelaku

Brad’Lee Ranyard, 20, yang beralamat di Portland Street, Lincoln, menerima hukuman sembilan tahun penjara. Ia divonis setelah dinyatakan bersalah atas penculikan, dengan pengakuan bersalah atas penahanan paksa (false imprisonment).

Jackson Nicholson, 25, warga Lindsey Drive, Gainsborough, juga mendapatkan hukuman sembilan tahun. Pengadilan menetapkan ia bersalah atas penculikan serta mengakui dakwaan penahanan paksa, selain itu ia juga dinyatakan bersalah terkait kepemilikan benda tajam di ruang publik.

Craig Ranyard, 42, dari Barsey Walk, Horncastle, dijatuhi hukuman lima tahun tiga bulan. Vonis tersebut dijatuhkan setelah ia mengaku bersalah atas penahanan paksa.

Danielle Thompson, 38, dari Lime Walk, Market Rasen, memperoleh hukuman empat tahun sembilan bulan penjara. Ia juga mengaku bersalah atas penahanan paksa.

Sementara itu, Nathan Gladwell, 36, yang berdomisili di Union Street, Market Rasen, divonis tiga tahun tujuh bulan penjara. Ia dinyatakan bersalah dan mengaku bersalah atas penahanan paksa dalam perkara yang sama.

Pernyataan polisi tentang penyiksaan dan keberanian korban

Det Con Liam Henderson menilai kasus ini sebagai rangkaian kejadian yang berlangsung berat. Ia menyebut ini merupakan “a sustained and deeply distressing ordeal” di mana korban mengalami kekerasan, ancaman, dan rasa dipermalukan dari orang-orang yang seolah menikmati penderitaannya.

Henderson juga menekankan keberanian korban ketika mengambil peluang untuk keluar dari situasi tersebut. Pernyataannya berbunyi: “The victim showed remarkable courage in seizing the opportunity to escape.”

Menurut polisi, rekaman CCTV menangkap momen putus asa yang menunjukkan betapa besar risiko yang diambil korban demi keluar dari cengkeraman para penculik. “The CCTV footage captures a desperate moment in which he quite literally risked everything to get away from those holding him captive.”

Dengan putusan yang sudah dijatuhkan, kelima pelaku kini menjalani masa hukuman sesuai keputusan pengadilan. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tindakan penculikan dan penyiksaan dapat berujung pada vonis penjara jangka panjang, khususnya ketika korban mengalami perlakuan berulang dan upaya pelarian dilakukan dalam kondisi ekstrem.

Selain itu, penangkapan yang berlapis—melalui intersepsi bersenjata terhadap pelaku di mobil serta penangkapan lanjutan di lokasi rumah—menunjukkan upaya aparat untuk memastikan seluruh orang yang terlibat tidak dapat melarikan diri. Polisi juga menyoroti bahwa bukti berupa CCTV berperan penting dalam mengungkap rangkaian kejadian hingga korban berhasil menghubungi bantuan.

Kelimanya kini telah resmi divonis oleh Lincoln Crown Court setelah melalui proses persidangan terkait penculikan dan penahanan paksa. Sementara itu, korban yang melompat dari jendela dan melarikan diri melalui pohon akhirnya memperoleh kesempatan untuk menghentikan penyiksaan yang dialaminya.