jurnalistik.co.id – Nigel Farage menyebut komentar donasi yang dikaitkan dengan para asistennya sebagai “loose pub talk”. Pernyataan itu muncul setelah dua pejabat senior Reform UK mengundurkan diri menyusul tayangan Channel 4 News dan investigasi Verbatim Investigations.
Dalam laporan tersebut, Farage mengatakan komentar donor diam-diam oleh para pembantunya dinilai “injudicious” dan “loose pub talk”. Farage juga menyatakan bahwa pihaknya “melakukan apa pun yang salah” dan tidak menerima uang ilegal, bahkan mengatakan “In fact no money was taken at all”.
Pengunduran diri dan penyelidikan di internal Reform UK
James Orr, yang menjabat sebagai kepala kebijakan Reform, serta Dan Jukes, salah satu asisten dekat Farage, sama-sama mundur dari perannya. Reform kemudian meluncurkan penyelidikan internal untuk menilai tuduhan yang muncul dari rekaman tersebut.
Menurut Channel 4 News, investigasi berawal dari rekaman penyamaran (undercover) yang menampilkan dua orang itu membahas cara mengakali ketentuan hukum pemilihan. Dalam tayangan itu, salah satu skema disebut dapat mencapai total “£500,000”.
Farage menanggapi dengan menegaskan bahwa penyiar memilih untuk melakukan penyensoran nama. Ia menyatakan Channel 4 “had opted to bleep the names, rather than broadcast them” karena klaim Jukes disebut “simply not true”.
Farage kemudian menyampaikan bahwa donasi yang dimaksud “haven’t occurred” dan “don’t exist in our accounts”. Ia menekankan bahwa Reform “takes compliance around donations very seriously”.
Kekhawatiran donasi dari ayah warga Amerika
Dalam laporan Channel 4, seorang reporter yang menyamar sebagai calon donatur menyampaikan kekhawatiran kepada Jukes. Kekhawatiran itu berkaitan dengan status ayahnya yang merupakan warga Amerika, yang menurut sang reporter tidak dapat memberi uang langsung kepada partai sesuai aturan.
Jukes menjawab dengan kalimat: “You do realise that you can do it?”. Channel 4 menyebut Jukes mengisyaratkan bahwa sumbangan bisa ditempatkan atas nama anak yang berbasis di Inggris, sekalipun uang berasal dari ayahnya di Amerika.
Jukes juga mengklaim bahwa skema itu sudah dilakukan “several times before”. Dalam tayangan, bagian percakapan lain dipotong dengan sensor, namun terdengar seperti merujuk pada contoh penggunaan mekanisme tersebut pada kesempatan sebelumnya.
Farage mengatakan bahwa ia “annoyed” karena ia diperkenalkan kepada dua orang yang menyamar tersebut. Ia menambahkan: “It should not have happened.” Ia juga menilai partainya perlu “do better as we professionalise”.
Jawaban Jukes soal “entrapment”
Saat menanggapi tuduhan, Jukes menyatakan bahwa itu adalah jebakan yang berlangsung lama. Ia berkata: “This was entrapment over a prolonged period of nearly a year by foreign-funded climate change activists”.
Berita Terkait
Jukes juga menyatakan ia “totally deny any wrongdoing” dan memilih mundur dari politik agar namanya dapat dibersihkan. Sebelum mengundurkan diri, Jukes dikenal sebagai tangan kanan Farage.
Di sisi lain, Orr terlihat dalam rekaman itu dan juga membahas kemungkinan lain terkait pendanaan. Channel 4 melaporkan bahwa Orr menyarankan, setidaknya dalam penjelasan kepada reporter penyamaran, ayah warga Amerika bisa membayar untuk jajak pendapat opini yang membantu kampanye Reform.
Channel 4 News mengklaim bahwa ada tiga jajak pendapat (polls) yang dipesan dengan cara itu. Total biaya yang disebut adalah ÂŁ32,500, sementara menurut laporan, publik tidak diberi tahu siapa yang memesan maupun mendanai jajak pendapat tersebut.
Farage juga merujuk pada aturan yang menyatakan donor yang sah harus merupakan pemilih terdaftar di Inggris, atau perusahaan yang terdaftar di Inggris. Dalam konteks laporan itu, Channel 4 menilai bahwa tidak mengungkap pendanaan semacam itu melanggar hukum, dan menerima pendanaan asing juga dinilai ilegal.
Peran Verbatim Investigations dan respons Orr
Orr menyampaikan keputusan mundurnya melalui pernyataan kepada Sky News. Ia mengatakan: “I have agreed to step down from my current role at Reform UK pending the outcome of the party’s internal investigation into the conduct of the programme, with which I will cooperate fully.”
Sementara itu, Verbatim Investigations melalui jubirnya menyatakan investigasi dilakukan dengan standar jurnalistik tertinggi. Jubir tersebut menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan “to the highest journalistic standards” dan menambahkan, “As the footage shows, the plots we exposed were proposed by Mr Jukes and Mr Orr, not by our journalists.”
Farage mengakui bahwa komentar Jukes dinilai “problematic”. Namun ia berpendapat bahwa semuanya adalah “loose pub talk, including a couple of boasts that simply were not true”.
Ia juga mengatakan: “And whilst I’m aware that our people were pushed and pushed and pushed into saying these things, the comments were injudicious at best.” Farage menambahkan bahwa “Neither of these members were authorised to act in that way” dan menyatakan keduanya mundur “pending an investigation”.
Farage menutup dengan penegasan bahwa Reform “has broken no law” serta kepatuhan terkait donasi dipandang “very, very seriously”.
Pelaporan ke kepolisian dan kajian regulasi
Menanggapi tuduhan tersebut, Partai Buruh (Labour) dan Partai Demokrat Liberal (Liberal Democrats) melaporkan kasus ini kepada Metropolitan Police. Pihak kepolisian menyatakan akan menilai perkara dan informasi yang diberikan kepada mereka.
Pada Jumat, Electoral Commission menyampaikan bahwa pihaknya mempertimbangkan informasi yang relevan sesuai ruang lingkup regulasi. Dalam pernyataannya, lembaga itu mengatakan: “We are considering all relevant information, in line with our regulatory remit, and we are in touch with the Met Police.”
Sementara itu, Channel 4 News menegaskan sikapnya terhadap investigasi tersebut. Jubir Channel 4 menyatakan mereka “stand by the public interest journalism in this investigation”, seraya menambahkan tayangan telah diverifikasi secara ketat untuk memastikan akurasi, serta mengajak publik menonton laporan secara penuh.












