Internasional

Drone Rusia Tembus Markas SBU di Kyiv, Zelensky Perintahkan “Respons yang Tepat dan Nyata”

×

Drone Rusia Tembus Markas SBU di Kyiv, Zelensky Perintahkan “Respons yang Tepat dan Nyata”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Russian drone hits Ukranian security headquarters, Zelensky says

jurnalistik.co.id – Sebuah drone Rusia menabrak markas Badan Keamanan Ukraina (SBU) di pusat Kyiv pada Jumat, menurut Presiden Volodymyr Zelensky. Zelensky mengatakan serangan itu terjadi saat berlangsungnya serangkaian peringatan serangan udara.

Menurut penuturan Zelensky, wahana tanpa awak tersebut jatuh setelah menghantam gedung SBU pada Jumat sore. Drone itu menargetkan sebuah ruangan yang digunakan oleh Kepala SBU, Oleksandr Poklad.

Belum jelas apakah Poklad sedang berada di dalam gedung pada saat kejadian. Namun, Zelensky menyatakan ia kemudian berbicara kepada Poklad untuk memerintahkan tindakan balasan yang ia sebut “appropriate, tangible response”.

Zelensky menegaskan, “The drone was aimed directly at the office of the Head of the Security Service in that building,”. Ia menambahkan bahwa militernya akan mendukung respons tersebut ketika segala persiapan selesai.

Dalam pesan yang ia unggah melalui Telegram, Zelensky mengatakan semua layanan darurat telah berada di lokasi. Ia juga menyebut bahwa setiap orang yang terdampak akan menerima bantuan yang diperlukan.

Selain itu, Zelensky mengatakan ia telah memerintahkan Poklad untuk memberikan “appropriate, tangible response” dan, bila memungkinkan, respons yang “mirrors this strike” kepada pihak Rusia setelah semua hal siap. Ia juga menyatakan respons tersebut akan didukung oleh pihak militer Ukraina.

Visual kerusakan yang banyak dibagikan secara daring menunjukkan asap hitam keluar dari dua jendela di bagian depan gedung. Insiden itu memicu komentar dari pejabat pemerintah Ukraina yang menilai serangan terhadap institusi keamanan merupakan eskalasi besar.

Menteri Luar Negeri Andriy Sybiha menyebut serangan itu sebagai “major escalation” yang menuntut tanggapan tegas. Dalam pernyataannya, Sybiha menilai Rusia melancarkan serangan tersebut ketika mendorong kembali upaya perdamaian, namun justru “laying bare its true rejection of diplomacy”.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan lima orang terluka akibat serangan SBU. Ia tidak merinci apakah mereka berada di kantor-kantor di dalam gedung saat drone menghantam.

Klitschko menambahkan bahwa sebuah kafe di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Seorang pelanggan disebut dibawa ke rumah sakit setelah serangan tersebut.

Stanislav Zavertaylo, rekan pemilik jaringan kafe Zavertailo yang populer, mengatakan ini merupakan kerusakan ketiganya terhadap kafe miliknya sejak dimulainya invasi skala penuh. Ia juga mengatakan, “Now I’m in shock because there’s a lot of damage. All the windows are broken, there’s a lot of glass, garbage”.

Dari pihak Rusia, Kementerian Pertahanan juga menyampaikan laporan terpisah pada Jumat. Mereka menyebut telah menyerang sebuah kapal kargo di pelabuhan Chornomorsk dan sebuah kapal tanker di dekat Odesa.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia disebut telah meningkatkan serangan pada siang hari terhadap target di Ukraina. Banyak di antaranya menggunakan drone bertenaga mesin jet yang lebih cepat dan lebih sulit dicegat, namun jenis amunisi yang dipakai pada serangan terbaru ini belum diketahui.

Serangan terhadap gedung SBU juga digambarkan sebagai contoh yang jarang ketika Rusia berhasil menghantam bangunan pemerintah di Ukraina. Sebelumnya, kantor-kantor Ukraina tetap tidak tersentuh meski ada upaya dari Kremlin untuk melemahkan pertahanan.

SBU sendiri berlokasi di seberang jalan dari Katedral St Sophia, bangunan tertua di Kyiv. Menurut laporan, lembaga ini menjadi bagian penting dari upaya perang Ukraina, termasuk melakukan serangan mendalam untuk merusak infrastruktur milik Rusia.

Serangan drone itu disebut datang pada momen ketika Kyiv masih berada dalam situasi peringatan serangan udara. Setelah terdengar suara dengung singkat, ledakan terdengar hingga ke atap bangunan, lalu asap naik ke langit.

Di sisi lain, upaya mediasi internasional juga disebut berlanjut dalam akhir pekan ini. Laporan Axios menyebut utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner akan mengunjungi Rusia dan Ukraina pada akhir pekan.

Menurut laporan tersebut, Witkoff dan Kushner akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu di Moskow. Setelah itu, mereka dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu di Kyiv.

Witkoff dan Kushner disebut menjadi bagian dari upaya Presiden Donald Trump untuk merintis perjanjian damai, meski hingga saat ini belum ada terobosan. Sementara itu, serangan terbaru di Kyiv menambah gambaran bahwa ketegangan di lapangan tetap berlangsung di tengah berbagai upaya diplomasi.