jurnalistik.co.id – Kepolisian Metropolitan (Met) Inggris membuka penyelidikan pidana terkait tuduhan bahwa Reform UK melanggar ketentuan hukum seputar pendanaan politik dari pihak asing. Langkah ini menyusul penayangan Channel 4 News pekan lalu.
Penyelidikan tersebut ditangani oleh Met’s Special Enquiry Team. Fokusnya berangkat dari sejumlah dugaan pelanggaran yang muncul setelah tayangan investigasi Channel 4 News dan Verbatim Investigations disiarkan.
Dalam laporan itu, seorang reporter penyamar merekam percakapan yang memperlihatkan dua orang yang disebut sebagai staf senior Reform UK. Rekaman tersebut menggambarkan dugaan adanya pembahasan terkait cara untuk mengutak-atik aturan pemilu guna mengamankan donasi partai dari luar negeri.
Salah satu skema yang dikaitkan dalam rekaman itu disebut bisa mencapai nilai donasi sebesar £500,000. Di luar angka tersebut, penyelidikan yang dilakukan Met menargetkan ada tidaknya pelanggaran dalam konteks pendanaan dan proses pemilu.
Met menyatakan bahwa penyelidikan yang sedang berlangsung kini akan digabungkan dengan pemeriksaan lain yang lebih dulu berjalan mengenai donasi-donasi kepada partai. Dengan begitu, penyelidikan baru tidak berjalan terpisah, melainkan menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan yang lebih luas.
Seorang juru bicara Reform UK menyampaikan bahwa partai denies any wrongdoing atau membantah adanya pelanggaran apa pun. Pihaknya juga menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya selama penyelidikan berlangsung.
Dalam pernyataannya, Reform UK memilih tidak memberikan komentar lebih lanjut saat proses pemeriksaan masih berlangsung. Partai menyatakan mereka akan menahan penjelasan publik sampai penyelidikan selesai dan temuan-temuan resmi dapat disampaikan.
Dari sisi kepolisian, juru bicara Met mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait donasi dan pemungutan suara yang melibatkan sebuah partai politik. Pernyataan itu disampaikan setelah film Channel 4 News dan Verbatim Investigations ditayangkan pada Kamis malam.
Pada dokumen pemberitahuan, Met menyebut seluruh dugaan yang tengah diselidiki berkaitan dengan kemungkinan tindak pidana menurut Political Parties, Elections and Referendums Act 2000. Artinya, ruang lingkup pemeriksaan diarahkan pada pelanggaran yang relevan dengan kerangka hukum pendanaan dan aturan pemilu.
Met juga menyatakan bahwa penyidik akan terus berkoordinasi erat dengan Electoral Commission serta Crown Prosecution Service. Koordinasi tersebut dilakukan sambil penyelidikan berjalan untuk memastikan aspek administratif maupun proses penuntutan tetap terhubung pada jalur yang benar.
Di tahap awal, pihak kepolisian berupaya memperoleh materi video yang berkaitan dengan tayangan tersebut. Tujuannya untuk memastikan rekaman yang menjadi dasar dugaan dapat ditinjau, diverifikasi, dan dianalisis secara menyeluruh.
Berita Terkait
Tayangan investigasi ini memberi dampak langsung terhadap situasi internal Reform UK. Film tersebut disebut menutupi agenda konferensi partai di Birmingham, sehingga perhatian publik dan organisasi turut bergeser ke isu yang diangkat dalam siaran.
Konsekuensinya, Reform UK kehilangan dua figur kunci. Mereka adalah Dan Jukes, yang menjabat sebagai chief of staff kepada pemimpin Nigel Farage, serta James Orr yang memimpin kebijakan (head of policy).
Penyelidikan baru akan menyatu dengan pemeriksaan lain
Met menegaskan bahwa penyelidikan yang berangkat dari tayangan Channel 4 News tidak berhenti pada kasus itu saja. Pemeriksaan tersebut akan dilipat ke dalam penyelidikan yang sebelumnya sudah berjalan terkait donasi lain kepada partai.
Pendekatan penggabungan ini lazim dilakukan ketika pihak berwenang menemukan bahwa serangkaian dugaan memiliki keterkaitan. Dengan cara tersebut, hasil pemeriksaan dapat dipetakan sebagai satu rangkaian, termasuk bila ada pola serupa dalam cara pendanaan disebutkan terjadi.
Walaupun rincian teknis dari skema yang disebut dalam rekaman tidak dijabarkan lebih lanjut dalam pernyataan kepolisian, Met tetap menekankan bahwa pemeriksaan diarahkan untuk menguji apakah ada pelanggaran hukum pendanaan dan pemilu.
Posisi Reform UK dan tahapan proses pemeriksaan
Di tengah proses berjalan, Reform UK memilih menempatkan diri pada posisi pembantahan. Partai menegaskan tidak melakukan kesalahan apa pun dan siap berkoordinasi dengan penyidik.
Pernyataan juru bicara Reform UK juga menyertakan sikap untuk tidak memberikan komentar lanjutan selama penyelidikan masih aktif. Sikap ini sekaligus menegaskan bahwa partai menunggu perkembangan resmi sebelum menyampaikan respons yang lebih detail.
Sementara itu, Met terus melakukan langkah-langkah pengumpulan bukti, termasuk upaya mendapatkan rekaman terkait siaran yang menjadi pemicu. Dengan menguatkan basis bukti, penyidik berharap dapat memastikan arah penyelidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang disebutkan dalam pernyataan resmi.
Kasus ini kini menjadi sorotan karena mengaitkan isu pendanaan asing dengan aturan pemilu di Inggris. Untuk saat ini, pihak berwenang menegaskan bahwa semua dugaan masih dalam tahap pemeriksaan, dan koordinasi dengan lembaga terkait akan terus dilakukan seiring kemajuan penyelidikan.











