jurnalistik.co.id – Tim Montgomerie menyatakan telah mengundurkan diri dari Reform UK, setelah sebelumnya disuspensi karena kritiknya kepada figur-figur senior di internal partai. Ia juga mendesak Nigel Farage untuk “get a grip” dan memimpin dengan lebih tegas.
Menurut Montgomerie, keputusan itu muncul setelah percakapan dengan ketua Reform UK, Lee Anderson, pada Selasa. Ia mengatakan bahwa pihak partai ingin “mengembalikannya,” tetapi dengan cara yang ia nilai kurang serius.
“I think they wanted me back in the party but meekly,” ujarnya kepada BBC. Ia menambahkan, “And I wasn’t prepared to do that.”
Montgomerie menjelaskan ia tetap berencana menjadi pendukung Reform, sekaligus menegaskan ia tidak berniat kembali bergabung dengan Partai Konservatif. Ia menilai dukungannya “membutuhkan” Reform bergerak lebih dekat pada karakter Reform, bukan meniru pola yang ia kaitkan dengan AfD.
Ia menyebut kebutuhan itu dengan mengatakan, “I want to still be a supporter, but that requires them being more like Reform and less like the AfD [Germany’s right-wing Alternative for Deutschland].”
Ia mengaitkan penilaiannya dengan perkembangan politik di Jerman. AfD, yang dikaitkan dengan agenda kontroversial, disebut meraih kemenangan menentukan di negara bagian Saxony-Anhalt pada akhir pekan ini.
Montgomerie merujuk pada pandangan komentator bahwa kemenangan itu menjadi titik balik, karena tidak ada partai sayap kanan yang pernah memegang kendali atas sebuah negara bagian Jerman sejak Perang Dunia II.
Di antara kebijakan yang disebut terkait AfD adalah rencana “remigration”, yang secara luas dipahami sebagai deportasi massal terhadap para migran. Dalam konteks itu, Montgomerie menilai cara Farage perlu diperkuat dalam soal otoritas dan profesionalisme partai.
Ia menyatakan Nigel Farage perlu mengambil kendali yang lebih nyata. “Nigel needs to get a grip, he needs to lead the party,” kata Montgomerie.
Ia menguraikan bahwa Farage memang telah menjalankan peran tertentu, khususnya terkait upaya mencegah masuknya figur-figur yang dianggap berseberangan dengan arah partai. “The one thing he’s been brilliant at is policing the right and stopping [far-right activist] Tommy Robinson joining.”
Berita Terkait
Namun, ia menekankan perlunya langkah lanjut agar persoalan internal tidak dibiarkan mengambang. “But for the sake of his legacy and the sake of decency he needs to sort it out, and bring people like Zia [Yusuf] under control.”
Pernyataan itu muncul setelah pada bulan lalu Montgomerie juga menyampaikan rasa frustrasinya atas nada Farage yang ia sebut “aggrieved” setelah pemilihan sela di Clacton. Kala itu, ia juga mengatakan kepada podcast The Spectator bahwa juru bicara bidang urusan dalam negeri Reform, Zia Yusuf, bukan “a team player”.
Reform UK pada periode tersebut menyatakan Montgomerie disuspensi “in line with party rules” setelah kritik publik terhadap partai. Sementara itu, Montgomerie memperlihatkan latar belakangnya sebagai figur yang pindah jalur dari Tories: ia telah beralih ke Reform sekitar 18 bulan sebelum suspensi tersebut.
Ia juga pernah menekuni peran sebagai penasihat dan komentator politik konservatif, termasuk menjalankan ConservativeHome. Setelah kabar suspensi mencuat, Montgomerie menyampaikan video pernyataan di X, yang beredar setelah muncul di Guido Fawkes.
Dalam pernyataan setelah suspensinya, ia mengatakan masih meyakini kebijakan Reform serta keanggotaan partai itu. Ia menilai kritik publiknya ditujukan agar Reform menjadi “better and stronger.”
Kini, setelah memutuskan keluar, Montgomerie menyatakan ia merasa terpukul dan tidak berdaya secara emosional. “I’m feeling very sad about it, I feel battered by it… When you get older there’s less fight in you.”
Ia kemudian menguraikan kekhawatirannya soal arah strategi Reform. “Reform is at a junction: They haven’t replaced the Conservatives which was plan A.” Ia menambahkan kekhawatiran akan berlangsungnya pertarungan yang melelahkan.
“I fear a battle of attrition between the two parties which will helps no one.” Ia menilai bahaya berikutnya muncul ketika perebutan pengaruh justru mengarah pada kepentingan kelompok tertentu.
“The real danger now on the fight for political turf is that they go after sectional interests.” Dalam pertanyaan terakhir, ia mempertanyakan apakah Reform ingin menjadi partai pemerintahan atau memilih berada di pinggiran debat politik.
“Does Reform want to be a party of government or does it want to stand at the edge and just change the debate?”
Menanggapi pengunduran diri Montgomerie, juru bicara Reform UK menyampaikan respons resmi. “We wish Tim the best for the future and thank him for his support.”












