Hukum & Kriminal

Serangan pedang di sekolah Swedia: satu tewas, korban lain kritis

×

Serangan pedang di sekolah Swedia: satu tewas, korban lain kritis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: One killed in sword attack at Swedish school

jurnalistik.co.id – Polisi Swedia menyatakan satu orang meninggal dunia akibat serangan menggunakan pedang di sebuah sekolah menengah di negara itu.

Insiden terjadi di Brinell School, Fagersta, dan polisi menerima laporan tak lama setelah pukul 14.00 waktu setempat pada Jumat.

Dalam keterangan yang disampaikan pada hari yang sama, polisi menyebut petugas mendatangi lokasi dan kemudian menangkap seorang pria berusia 18 tahun.

Polisi juga mengatakan mereka telah menembakkan senjata kepada tersangka sebelum proses penangkapan dan penahanan dilakukan.

Selain korban tewas, ada dua orang lain yang mengalami luka setelah serangan tersebut.

SVT melaporkan satu korban dalam kondisi serius, sementara satu korban lainnya mengalami cedera ringan.

Usai kejadian, polisi memberlakukan penguncian (lockdown) terhadap delapan sekolah di area sekitar.

Namun, langkah penguncian tersebut kemudian dicabut setelah situasi dinilai terkendali, sementara otoritas menyatakan status siaga tinggi untuk wilayah Västmanland.

Pemerintah melalui keterangan kepolisian menyatakan tidak ada ancaman yang saat ini membahayakan warga umum.

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menilai serangan ini sebagai insiden serius melalui unggahan di X, dan menyebut bahwa pemerintah belum mengetahui motif di balik tindakan tersebut.

Dalam pernyataannya, Kristersson mengatakan, “we do not know what lies behind the act, but we know that police are working very intensively”.

Para siswa Brinell School baru saja kembali ke ruang kelas setelah libur musim panas.

Menurut laporan SVT, tahun ajaran baru akan dimulai pada Senin atau Rabu bergantung pada pengaturan masing-masing jenjang.

SVT juga menyebut sekolah tersebut memiliki sekitar 500 siswa dalam daftar, dengan lokasi berada sekitar 170 kilometer di barat laut Stockholm.

Jarak ini menunjukkan bahwa insiden menarik perhatian tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di level nasional.

Swedia sendiri pernah menghadapi sejumlah serangan terhadap institusi pendidikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, negara itu mengalami penembakan massal terburuknya, yang menewaskan 11 orang termasuk pelaku di sebuah pusat pendidikan orang dewasa di Örebro.

Peristiwa tersebut mendorong pemerintah mengencangkan aturan kepemilikan senjata setelah ditemukan bahwa tersangka memiliki empat senapan secara legal, dan tiga di antaranya ditemukan di sekolah tempat serangan berlangsung.

Tahun 2022, dua guru dilaporkan tewas dalam serangan kekerasan di sebuah sekolah menengah di Malmö.

Dalam kasus tersebut, seorang siswa berusia 18 tahun kemudian mengaku melakukan serangan.

Serangan dengan senjata tajam juga pernah terjadi sebelumnya. Pada 2015, seorang guru dan seorang murid dilaporkan tewas dalam serangan pedang di sekolah di Trollhättan.

Rangkaian insiden yang berulang ini membuat aparat memperketat langkah keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan pendidikan.

Hingga saat ini, polisi terus menangani kasus di Brinell School dan melakukan proses lanjutan terkait penangkapan tersangka.

Otoritas menegaskan bahwa mereka bekerja intensif untuk memahami peristiwa tersebut, termasuk latar belakang yang masih belum terjelaskan.

Setelah laporan diterima pada Jumat siang waktu setempat, polisi menurunkan petugas ke lokasi kejadian dan menangani insiden melalui rangkaian respons yang berujung pada penangkapan tersangka berusia 18 tahun. Otoritas menyatakan proses penanganan dan pemeriksaan lanjutan masih berlangsung untuk mengurai peristiwa, termasuk hal-hal yang hingga kini belum jelas.

Dalam pengamanan awal, polisi juga menerapkan penguncian di delapan sekolah di sekitar Brinell School. Langkah ini kemudian dicabut setelah situasi dinilai membaik, namun status siaga tinggi tetap diberlakukan untuk wilayah Västmanland. Pemerintah melalui keterangan kepolisian menegaskan tidak ada ancaman yang saat ini membahayakan warga umum.

Kejadian terjadi saat para siswa baru kembali ke ruang kelas setelah libur musim panas. Dengan sekolah yang tercatat memiliki sekitar 500 siswa dan berada sekitar 170 kilometer di barat laut Stockholm, insiden tersebut ikut mendapat perhatian lebih luas di tingkat nasional. Serangkaian serangan di institusi pendidikan sebelumnya—termasuk kasus penembakan di Örebro pada 2025, insiden di Malmö pada 2022, dan serangan pedang di Trollhättan pada 2015—juga menjadi konteks mengapa langkah keselamatan dan kewaspadaan di lingkungan pendidikan terus ditingkatkan.