jurnalistik.co.id – Regulator media Inggris, Ofcom, telah memulai penyelidikan terhadap Sky News terkait tuduhan pelanggaran privasi dan perlakuan mengganggu yang dikaitkan dengan Nigel Farage.
Penyelidikan ini berangkat dari pengaduan yang diajukan Reform UK, partai yang dipimpin Farage. Reform UK meminta Sky News meminta maaf di siaran serta berkomitmen untuk tidak berupaya menghubungi anggota keluarga Farage di rumah mereka.
Dalam unggahan di Facebook pada Jumat, Farage menyatakan bahwa Ofcom kini sedang menyelidiki kasus tersebut. Politikus yang menjabat sebagai MP Clacton itu mengatakan ia “appalled at the way various members of my family have been treated”.
Ofcom sendiri tidak memberikan komentar rinci atas proses penyelidikan, namun menegaskan bahwa pengaduan ditangani secara ketat dengan kerahasiaan. Regulator juga menyebut tidak akan “publicly confirm the identities of individuals concerned”.
Farage sebelumnya menuduh Sky News mengirim reporter ke rumah putri dewasanya saat ia sedang berada di luar negeri. Ia menilai tindakan itu melanggar privasi keluarganya, khususnya karena putrinya tinggal di alamat tersebut.
Sky News membantah klaim itu. Menurut keterangan broadcaster, pihaknya tidak berinteraksi dengan putri Farage dan hanya berupaya menghubungi Farage untuk menanyakan pertanyaan terkait hadiah senilai ÂŁ5m yang ia terima dari investor kripto Christopher Harborne, sebelum Farage masuk Parlemen pada Juli 2024.
Berita Terkait
Di tingkat proses, pemeriksaan standar parlemen mengenai apakah hadiah tersebut melanggar aturan etika kembali berlanjut pada awal bulan ini. Reuters/berita BBC menyebut pengaktifan kembali pemeriksaan terjadi setelah Farage terpilih kembali sebagai MP Clacton, menyusul by-election yang dipicu Farage dan diboikot oleh partai-partai besar lainnya.
Setelah Farage kembali ke negara itu, Sky News mempertanyakan hadiah yang disebut tidak diumumkan. Farage kemudian menjawab, “You tell your bosses, you harass my family any more, there will be serious consequences, that’s what your organisation has done this morning, now go away.”
Ketika pertanyaan terkait donasi itu ditekan kembali, Farage melontarkan pernyataan berikut, “Did you not hear me? You have broken all the rules, Leveson and everything else, cut.”
Dalam posting di X, Sky News menyatakan: “Sky News was not at the property at 7.41am. As has already been acknowledged, and as shown in the footage from 10.19am, Sky News was outside a property where Mr Farage was registered to vote at the last election.” Sky News menambahkan, “Sky News did not interact with Mr Farage’s daughter.”
Masih menurut pernyataan itu, pada satu kesempatan Sky News “approached the property without a camera operator, identified ourselves as Sky News and the adult occupant chose not to engage. We were seeking to contact Mr Farage to ask questions about the gift he accepted from Mr Cottrell.” Sky News juga menyebut, “This is a well-established and routine journalistic practice when reporting on matters of legitimate public interest,” serta menegaskan bahwa “The footage clearly demonstrates that Sky News did not ‘hound’ or pursue Mr Farage’s daughter.”
Sky News menutup posting tersebut dengan klaim, “At no stage did we seek to speak to anyone other than Mr Farage in connection with this story.” BBC juga melaporkan telah menghubungi Sky News untuk meminta komentar.
Soal tenggat waktu, Ofcom menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan penyelesaian keluhan terkait perlakuan adil dan privasi dalam waktu 90 hari kerja. Proses itu diharapkan memberikan kepastian mengenai apakah tindakan Sky News melanggar standar yang berlaku, serta sejauh mana batas antara peliputan kepentingan publik dan privasi keluarga dapat diterapkan.












