Hukum & Kriminal

Shabana Mahmood Umumkan Tambahan Dana £2 Juta untuk Polisi Cleveland setelah Tragedi A66

×

Shabana Mahmood Umumkan Tambahan Dana £2 Juta untuk Polisi Cleveland setelah Tragedi A66

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Cleveland Police get extra £2m after spate of crimes follows A66 crash

jurnalistik.co.id – Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood mengumumkan tambahan dana sebesar £2 juta untuk Cleveland Police. Langkah itu dilakukan menyusul rangkaian kejahatan serius yang terjadi setelah insiden tabrakan maut di A66 pada 22 Agustus.

Mahmood menyampaikan komitmen pendanaan tersebut setelah Perdana Menteri Andy Burnham memberikan penghormatan kepada dua petugas polisi yang tewas. Dalam pernyataannya, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi Cleveland Police setelah tujuh orang meninggal dalam kecelakaan di A66 dekat Middlesbrough pada tanggal yang sama.

Dalam tabrakan tersebut, PC Matthew Blades dan PC Tom Clough tewas ketika sebuah Volkswagen Passat yang melaju ke arah yang salah di A66 di South Bank menabrak kendaraan mereka. Kelima pria yang berada di Volkswagen juga dinyatakan meninggal.

Sejak kejadian itu, Cleveland Police telah melakukan penangkapan terhadap 27 orang yang diduga terhubung dengan aktivitas yang dikaitkan dengan “serious and organised crime”. Penanganan lebih lanjut turut melibatkan pengerahan dukungan dari luar wilayah.

Sekitar 200 petugas polisi dari luar Cleveland Police dikerahkan untuk membantu pasukan setempat menghadapi kejahatan terorganisir setelah kecelakaan tersebut. Di hari-hari berikutnya, polisi juga menangani serangkaian insiden, termasuk rumah yang didatangi dengan kendaraan dan sejumlah kendaraan yang dibakar pada saat berlangsungnya unjuk rasa/ritual berjaga.

Mahmood menegaskan bahwa “lawlessness of any kind” akan “never be tolerated”. Ia juga menyatakan keputusan mengalokasikan tambahan £2 juta sebagai respons terhadap situasi yang sedang dihadapi pasukan di wilayah tersebut.

“In light of the situation the force has faced, we will allocate an additional £2m to Cleveland Police to tackle serious crime in the area,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah berusaha memastikan penanganan terhadap kejahatan serius dan terorganisir dapat berjalan lebih efektif di Cleveland.

Selain membahas pendanaan, Mahmood memberikan penghormatan kepada dua petugas yang meninggal dalam kecelakaan A66. Ia juga mengakui betapa kondisi saat ini dapat terasa “unnerving” bagi “law abiding citizens” di komunitas setempat.

Ia mengatakan pemerintah akan berupaya mendukung masyarakat Middlesbrough yang “hurting and grieving right now”. Dalam kesempatan itu, Mahmood menyatakan pihaknya mendengar permintaan dari anggota parlemen yang mewakili wilayah tersebut untuk membahas investasi di kepolisian dan jumlah petugas.

Mahmood menyebut, “We will do our best to support the Middlesbrough community, which is hurting and grieving right now, and we hear the call from the members of this house representing it for a discussion about investment in policing and police numbers.”

Pernyataan Mahmood mendapatkan respons kritis dari sejumlah pihak. Anggota parlemen Konservatif Chris Philp menilai tambahan £2 juta yang dijanjikan “wholly inadequate”. Ia juga menyatakan kekhawatiran adanya kekurangan pendanaan yang lebih luas bagi kepolisian.

Philp menyatakan, “This lawless gang chaos should never have been allowed to take root in the first place.” Ia menempatkan masalah tersebut pada akar persoalan, bukan semata pada besaran tambahan dana yang diumumkan.

Setelah pengumuman tersebut, Cleveland’s Labour Police and Crime Commissioner (PCC) Matt Storey menyampaikan bahwa pembayaran “one-off payment” tidak dapat disebut sebagai “a solution”. Menurutnya, langkah tersebut tidak mengatasi “chronic underfunding” yang telah membuat penegakan kepolisian di Cleveland dirugikan selama bertahun-tahun.

Storey menekankan perlunya tindakan pemerintah untuk menanggapi “deep-rooted funding inequalities”. Ia juga menyebut kebutuhan yang lebih besar: “Cleveland Police needs at least an additional £20m every year to recruit and retain 200 more police officers, to strengthen efforts to crack down on serious and organised crime.”

Dalam sidang Commons, Mahmood menyatakan dirinya berkomitmen untuk meninjau formula pendanaan. Formula tersebut digunakan untuk menentukan besaran pendanaan yang diterima setiap kepolisian.

Mahmood juga menambahkan bahwa pemerintah sebelumnya telah mengurangi jumlah 20,000 petugas polisi nasional. Ia menggambarkan kebijakan tersebut sebagai bagian dari persoalan yang masih berdampak pada kondisi di lapangan.

Anggota parlemen Partai Buruh untuk Middlesbrough and Thornaby East, Andy McDonald, menyampaikan kepada Mahmood bahwa Cleveland Police memiliki tingkat kejahatan tertinggi dibandingkan polisi mana pun di Inggris dan Wales. Ia menyebut data terbaru menunjukkan sekitar 123 kejahatan tercatat per 1,000 penduduk.

McDonald menyoroti paradoksnya: di saat permintaan penanganan tinggi, Cleveland Police justru menerima “largest percentage reduction” dalam jumlah petugas sejak 2010. Menurutnya, jumlah personel bukan satu-satunya faktor, tetapi wilayah dengan beban permintaan tertinggi tetap membutuhkan sumber daya untuk merespons.

McDonald menyatakan, “Police numbers are not the only factor, but a force facing the highest demand in the country needs the resources to respond.” Ia menilai dana tambahan £2 juta akan membantu memenuhi sebagian kebutuhan, tetapi ia ingin membahas bagaimana kekurangan pendanaan bisa “urgently and permanently be corrected”.

Mahmood mengatakan ia akan bersedia bertemu dengan anggota parlemen di kawasan tersebut untuk mendiskusikan isu pendanaan yang lebih luas. Ia menyatakan pembicaraan tersebut akan menjadi bagian dari upaya menata kembali kebijakan agar lebih sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Luke Myer, anggota parlemen Partai Buruh untuk Middlesbrough South and East Cleveland, turut meminta agar pemerintah menelaah cara alokasi dana ditetapkan. Menanggapi, Mahmood menegaskan bahwa “reviewing and reforming” formula pendanaan merupakan hal yang “absolutely critical”.

Ia menyampaikan bahwa setelah peninjauan independen mengenai struktur kepolisian selesai, pihaknya akan memperbarui anggota parlemen dengan jadwal perubahan yang akan didiskusikan. Langkah tersebut diharapkan bisa menjawab perbedaan pendanaan yang telah mengakar dan memengaruhi kemampuan aparat dalam menghadapi kejahatan serius serta terorganisir.

Secara keseluruhan, pengumuman tambahan £2 juta oleh Shabana Mahmood menempatkan Cleveland Police di bawah sorotan kebijakan pendanaan, sekaligus memunculkan tuntutan agar perubahan tidak berhenti pada pembayaran sekali waktu. Para pengkritik menyatakan bahwa masalah yang dihadapi Cleveland Police membutuhkan perbaikan yang lebih menyeluruh, baik dari sisi jumlah petugas maupun struktur formula pendanaan yang menentukan kapasitas respons kepolisian.