Internasional

Akses Terminal 2 dan 3 Heathrow dibatasi setelah banjir, penumpang diminta lewat kereta & metro

×

Akses Terminal 2 dan 3 Heathrow dibatasi setelah banjir, penumpang diminta lewat kereta & metro

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Heathrow Airport warns of disruption following floods

jurnalistik.co.id – Bandara Heathrow memberi peringatan adanya gangguan perjalanan setelah banjir melanda area sekitar terminal. Akses menuju Terminal 2 dan Terminal 3 dibatasi karena kondisi di sekitar pusat terminal digenangi air.

Dalam pembaruan yang disampaikan lebih awal pada hari Sabtu, Heathrow menjelaskan bahwa air di area pusat terminal membuat penumpang tidak dapat menggunakan akses jalan untuk berangkat maupun tiba dari kedua terminal tersebut.

Akibat pembatasan itu, bandara menyarankan penumpang untuk merencanakan perjalanan dengan transportasi alternatif. Heathrow menganjurkan penggunaan kereta dan tube sebagai opsi utama, sekaligus meminta penumpang menghindari penggunaan mobil.

Heathrow juga menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang ditimbulkan. Pihak bandara menyatakan tim mereka bekerja untuk menuntaskan situasi secepat mungkin.

Pengalihan rute: kereta dan tube, bukan jalan

Larangan penggunaan kendaraan pribadi maupun rute berbasis jalan berkaitan langsung dengan genangan yang mengganggu pergerakan di area terminal. Penumpang yang menuju atau meninggalkan Terminal 2 dan Terminal 3 diminta mengikuti arahan bandara terkait moda transportasi.

Untuk mengurangi dampak di lapangan, penumpang disarankan menyesuaikan rencana perjalanan dengan jadwal layanan kereta dan tube. Dengan demikian, perjalanan ke dan dari terminal tetap bisa dilakukan meski akses jalan tidak berfungsi normal.

Terjadi di musim libur sekolah

Gangguan ini muncul pada periode libur sekolah yang umumnya menjadi waktu tersibuk bagi Heathrow. Saat banyak sekolah berakhir untuk musim panas, pergerakan penumpang meningkat secara signifikan.

Heathrow menyebut bahwa 19 Juli menjadi hari tersibuk bandara sejauh ini. Pada tanggal tersebut, tercatat 267.000 penumpang melewati bandara.

Pengalaman gangguan baru-baru ini

Heathrow juga mengingatkan bahwa bandara baru saja mengalami gangguan terkait layanan kereta. Gangguan sebelumnya dipicu oleh kebocoran air yang menyebabkan penutupan sebuah terowongan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dalam waktu yang relatif berdekatan, Heathrow menghadapi tantangan operasional yang berdampak pada akses dan mobilitas penumpang.

Informasi lanjut akan menyusul

Pada saat peringatan ini dirilis, bandara menyampaikan bahwa situasi tengah ditangani dan pembaruan akan diberikan saat informasi tambahan tersedia. Penumpang disarankan tetap memantau arahan resmi dari Heathrow agar perubahan rute dan layanan dapat diikuti dengan tepat.

Bagi penumpang yang sudah memiliki jadwal keberangkatan maupun kedatangan, penyesuaian rencana perjalanan menjadi langkah penting agar keterlambatan dapat diminimalkan. Mengingat pembatasan akses jalan terjadi di area pusat terminal, penggunaan moda transportasi yang diarahkan bandara menjadi faktor penentu kelancaran perjalanan.

Bagi penumpang yang menggunakan Terminal 2 dan Terminal 3, pembatasan akses jalan berarti alur perjalanan dari titik penjemputan hingga area keberangkatan atau kedatangan dapat berubah. Karena genangan berada di pusat terminal, pergerakan kendaraan ikut terdampak sehingga bandara menempatkan moda berbasis rel sebagai pilihan yang paling bisa diandalkan.

Dalam situasi seperti ini, penyesuaian lebih awal membantu mengurangi risiko keterlambatan. Penumpang dianjurkan menambah waktu buffer perjalanan, mengikuti info terbaru mengenai layanan kereta dan tube, serta memastikan rencana perpindahan antar moda sesuai arahan resmi Heathrow.

Puncak lalu lintas juga menjadi faktor yang membuat gangguan terasa lebih besar. Pada masa libur sekolah, jumlah penumpang cenderung meningkat tajam, dan Heathrow mencatat lonjakan pada 19 Juli dengan 267.000 penumpang yang melewati bandara pada hari itu.

Heathrow menegaskan bahwa gangguan ini terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan dengan kendala lain pada layanan kereta, yang sebelumnya terkait kebocoran air hingga menyebabkan penutupan terowongan. Karena itu, pembaruan berkala dari bandara perlu menjadi rujukan utama agar perubahan rute dan operasi dapat diikuti dengan tepat.