Daerah

Gusnar Ismail Resmikan Operasional Terminal Tipe B Limboto, Tolong Jaga dan Rawat

×

Gusnar Ismail Resmikan Operasional Terminal Tipe B Limboto, Tolong Jaga dan Rawat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Resmikan Operasional Terminal Limboto, Gusnar: Tolong Jaga dan Rawat

jurnalistik.co.id – Kabupaten Gorontalo mencatat tonggak baru layanan transportasi setelah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meresmikan operasional Terminal Tipe B Limboto pada Kamis (17/9/2026). Peresmian ini ditandai dengan rangkaian kegiatan seremonial, sekaligus menjadi penanda terminal mulai melayani masyarakat.

Gusnar Ismail melepas angkutan AKDP yang menandai dimulainya operasional Terminal Tipe B Limboto. Dalam acara tersebut, dilakukan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita sebelum pemberangkatan angkutan antar kota dalam provinsi dilakukan.

Peresmian mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Gorontalo Nomor 380/20/IX/2026 tentang Penetapan Operasional Terminal Penumpang Tipe B Limboto. Keputusan tersebut menjadi dasar administratif bahwa terminal yang telah dibangun siap beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam sambutannya, Gusnar menekankan pentingnya pengelolaan terminal bukan hanya pada hari-hari awal. Ia meminta pengaturan alur masuk dan keluar kendaraan tetap dijaga agar layanan berjalan tertib dari waktu ke waktu.

Gusnar menyampaikan, “Di pikiran saya melayang ke minggu depan, bulan depan, dan tahun depan, bagaimana kondisi terminal ini. Kalau hari ini masuknya dari pintu barat dan keluar di pintu timur, jangan sampai minggu depan semua arah boleh masuk dan keluar. Saya titip ini harus diatur dan tolong dijaga serta dirawat.”

Ia juga menyoroti aspek kebersihan sebagai bagian dari standar layanan. Menurutnya, kondisi kebersihan dapat dilihat dari fasilitas yang digunakan setiap hari oleh pengguna terminal.

“Begitu pula halnya menyangkut kebersihan terminal. Gusnar mengungkapkan indikator kebersihan bisa dilihat dari kondisi toilet yang ada di Terminal Tipe B Limboto,” demikian arahan yang disampaikan. Ia menambahkan agar kebersihan tidak hanya dijaga saat awal beroperasi, tetapi terus dipelihara.

Gusnar menegaskan, “Jangan sampai baru satu minggu beroperasi, toiletnya sudah berubah warna. Kalau toilet bersih, berarti lingkungannya juga bersih. Saya minta kepada seluruh masyarakat yang menggunakan terminal ini, tolong kebersihan diperhatikan.”

Dasar kewenangan pengelolaan terminal

Selain menekankan kedisiplinan operasional dan kebersihan, Gusnar juga mengingatkan aspek kewenangan pengelolaan terminal tipe B. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang menyebut penyelenggaraan dan pengelolaan terminal tipe B menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Dengan demikian, peresmian operasional Terminal Tipe B Limboto tidak hanya bersifat seremonial, tetapi terkait dengan tanggung jawab penyelenggaraan layanan terminal penumpang sesuai landasan regulasi. Penataan layanan dan pengawasan operasional menjadi bagian yang harus terus dijalankan setelah tahap peresmian.

Pembangunan bertahap dengan alokasi anggaran

Terminal Tipe B Limboto dibangun di atas lahan seluas satu hektar yang merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Pembangunannya dilakukan melalui beberapa tahapan agar pekerjaan dapat diselesaikan secara terukur sesuai kebutuhan fasilitas.

Tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2024 dengan anggaran sebesar Rp3,9 miliar. Pada periode tersebut, pekerjaan difokuskan pada penyiapan lahan, fondasi dasar, serta struktur gedung utama.

Memasuki tahun 2025, terminal memperoleh alokasi anggaran kurang lebih Rp10,2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung dan sarana terminal agar siap mendukung operasional layanan penumpang.

Selanjutnya, pada tahap ketiga di tahun 2026, terminal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Tahapan ini diarahkan untuk penataan halaman, pengerasan paving block atau konblok, serta pembuatan taman dan area parkir.

Rangkaian pembangunan yang dilakukan secara bertahap itu menjadi dasar kesiapan fasilitas saat Terminal Tipe B Limboto mulai beroperasi. Setelah peresmian, perhatian diarahkan pada konsistensi pengelolaan, ketertiban alur layanan, serta pemeliharaan kebersihan.

Harapan utama yang disampaikan Gusnar adalah agar terminal yang sudah dibangun dapat dirawat dan diatur dengan baik dalam jangka panjang. Arahan tersebut mencakup tata kelola arah masuk-keluar dan kebersihan fasilitas seperti toilet, sehingga layanan yang diberikan tetap nyaman bagi pengguna terminal.