jurnalistik.co.id – INGGRIS — Pemerintah mengumumkan bahwa layanan kereta Avanti West Coast akan dinasionalisasi mulai Maret tahun depan. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur rel, menekan keterlambatan perjalanan, serta meningkatkan pengalaman penumpang.
Menurut Menteri Perhubungan Heidi Alexander, kebijakan tersebut lahir dari keluhan panjang soal kinerja layanan yang tidak sesuai harapan. Ia mengatakan, “For years, we’ve heard stories of Avanti underperforming, with passengers left paying the price. Enough is enough,”
Pemerintah menempatkan penutupan kontrak sebagai titik transisi menuju kepemilikan publik. Dalam informasi yang disampaikan, kontrak Avanti West Coast dijadwalkan berakhir pada 7 Maret.
Sejalan dengan rencana itu, pihak manajemen Avanti menyatakan penilaiannya terhadap periode kerja selama enam tahun terakhir. Managing director perusahaan menyampaikan ia “proud of what we’ve achieved over the last six years”.
Peralihan menuju kepemilikan publik
Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan pemerintah membawa wacana ini karena berbagai masalah layanan yang berulang. Ia mengutip keluhan publik, “For years, people have been expected to put up with Avanti’s cancellations, delays, overcrowding, and a service that has failed them time and time again,”
Burnham menegaskan fokus langkah berikutnya bukan sekadar mengganti pengelola, melainkan memastikan layanan kereta bergerak lebih andal. Dalam konteks pengumuman tersebut, pemerintah juga mengaitkan perubahan ini dengan agenda perbaikan sistem layanan kereta secara menyeluruh.
Andy Mellors, managing director Avanti West Coast, menyoroti capaian perusahaan selama masa operasionalnya. Ia menyatakan, “We’re proud of what we’ve achieved over the last six years – from refurbishing our Pendolino fleet and introducing our new Evero trains to running more services than ever before.”
Berita Terkait
Lebih lanjut, Mellors menegaskan pihaknya akan bekerja bersama pemerintah agar proses transisi berjalan tanpa hambatan. Ia menambahkan, “Over the coming months, we’ll work closely with the government to ensure a seamless transition into public ownership while remaining focused on delivering for our customers and communities.”
Namun, rencana konsolidasi juga dibarengi catatan dinamika layanan yang sempat diumumkan sebelumnya. Pada Mei, Avanti West Coast menyebut satu dari tujuh layanan kereta di rute tersibuk akan dipangkas setelah permintaan pemerintah untuk menekan pengeluaran.
Perusahaan pada saat itu memperkirakan perubahan jadwal hanya menimbulkan gangguan minimal bagi penumpang. Avanti juga menilai langkah tersebut tidak akan mengurangi pendapatan.
Struktur kepemilikan Avanti West Coast juga menjadi bagian dari latar kebijakan nasionalisasi. Perusahaan merupakan joint venture antara FirstGroup dengan porsi 70% dan operator negara Italia Trenitalia sebesar 30%.
Sejumlah laporan juga menyebut keuangan perusahaan banyak dipengaruhi oleh Department for Transport (DfT). Hal ini dikaitkan dengan kontrak yang diperkenalkan pada Maret 2020, ketika pandemi Covid-19 mulai memengaruhi layanan transportasi.
Dalam kerangka kebijakan itu, semua layanan kereta yang berjalan di bawah kontrak DfT disebut dialihkan ke kepemilikan publik. Proses yang lebih luas juga mencakup operator lain, termasuk Great Western Railway yang dimiliki FirstGroup dan akan dibawa ke kepemilikan publik pada Desember.
Langkah serupa sebelumnya sudah diterapkan pada beberapa wilayah. Great Anglia dan South Western Railway disebut telah lebih dulu berada dalam kepemilikan publik, sementara layanan kereta di Wales dinasionalisasi pada 2021 dan skema kepemilikan publik di Skotlandia menyusul pada tahun berikutnya.
Dengan pengumuman Avanti West Coast, pemerintah menandai kelanjutan program renasionalisasi operator kereta di Inggris. Perubahan yang dijalankan mulai Maret tahun depan diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan keandalan layanan sekaligus merapikan pengalaman perjalanan penumpang.












