jurnalistik.co.id – Rencana pembangunan “Triumphal Arch” setinggi 250 kaki yang dikaitkan dengan agenda militer Presiden Donald Trump kini menghadapi hambatan konsultasi lanjutan. Dewan penasihat federal yang mengawasi aspek pelestarian sejarah memutuskan menghentikan pembahasan yang diwajibkan mengenai dampak struktur tersebut terhadap situs bersejarah di sekitarnya.
Keputusan itu diumumkan pada Kamis, ketika dewan—yang dipimpin oleh sejumlah anggota yang merupakan penunjukan Trump—menyatakan bahwa pejabat pelestarian sejarah di Washington dan Virginia tidak bersedia menandatangani rencana mitigasi kerugian. Dengan penghentian konsultasi ini, proses yang sebelumnya mensyaratkan kesepakatan terkait mitigasi dinilai tidak lagi dapat dilanjutkan melalui jalur yang sama.
Padahal, pembangunan awalnya diperkirakan dapat mulai pada bulan ini. Di tengah rencana tersebut, penolakan dari pihak lawan justru terus menguat, terutama karena struktur akan ditempatkan di lokasi yang dekat dengan area penting dan sensitif, termasuk kawasan pemakaman nasional.
Di sisi politik nasional, Senator Demokrat Tammy Duckworth mengecam rencana itu pada Jumat. Ia menyebut rencana penggunaan lengkungan tersebut untuk keperluan pertahanan sebagai tindakan yang “foolhardy” dan bagian dari “yet another Trump vanity project”.
Kritik Duckworth tidak berhenti pada penilaian politik. Dalam surat yang ia kirim kepada Departemen Pertahanan (Pentagon) dan Federal Aviation Administration (FAA), ia menegaskan bahwa otoritas terkait “must reject this foolhardy plan and instead focus on increasing the safety of the airspace”. Surat tersebut juga menekankan kekhawatiran pada keselamatan ruang udara, khususnya karena arsitektur yang dirancang memiliki fungsi lebih dari sekadar monumen.
Menurut rencana yang diumumkan Trump pada pekan sebelumnya, “Triumphal Arch” tidak hanya berdiri sebagai simbol. Proyek itu juga dimaksudkan menjadi fasilitas kompleks penyimpanan peralatan militer, lengkap dengan kemampuan menurunkan penembak jitu dan drone dari atap maupun pelataran (plaza). Bagi Duckworth, gabungan fitur tersebut menghadirkan risiko yang, dalam pandangannya, tidak sebanding dengan manfaat yang diklaim.
Lokasi pembangunan lengkungan itu direncanakan tepat di luar Arlington National Cemetery di Virginia. Posisi proyek juga dilaporkan hanya sekitar 4 mil (6 kilometer) dari Ronald Reagan Washington National Airport, yaitu lokasi kejadian tabrakan udara mematikan pada 2025 antara helikopter militer dan pesawat komersial.
Duckworth menegaskan kekhawatirannya pada ruang udara yang ramai. Ia menulis bahwa “The American people cannot afford to stand witness to Trump’s risky plan to place a 250-foot (72m) structure along a busy approach path, especially if he follows through on plans to station snipers on the arch and fly drones”. Pernyataan itu disampaikan dalam surat yang diperoleh BBC melalui mitra AS, CBS News.
Respons dari otoritas penerbangan justru berbeda. FAA pada pekan lalu menyatakan bahwa bangunan besar tersebut tidak akan menimbulkan risiko bagi penerbangan yang masuk dan keluar bandara. Artinya, perdebatan keselamatan ruang udara—meski menjadi pusat sorotan Duckworth—tidak sejalan dengan penilaian otoritas penerbangan.
Berita Terkait
Sementara itu, masalah lain yang kini dipantau adalah dampak terhadap 42 properti bersejarah di area sekitar. Pada Kamis, Advisory Council on Historic Preservation—yang kembali dipimpin oleh penunjukan Trump—mengumumkan penghentian konsultasi yang diwajibkan dengan otoritas lokal mengenai kemungkinan pengaruh proyek terhadap aset sejarah yang tercatat.
Dewan menyebut bahwa National Park Service, yang menaungi landmark federal, sebelumnya mengusulkan rencana mitigasi terhadap potensi dampak. Namun, pejabat pelestarian sejarah setempat dilaporkan mengajukan keberatan terhadap “purpose and need” proyek “Triumphal Arch”.
Lebih lanjut, dewan mengatakan pihak setempat juga mempertanyakan apakah layanan federal tersebut telah mengidentifikasi potensi kerugian dengan cukup baik serta merancang tindakan penanganan yang memadai. Dalam penilaian dewan, keberatan tersebut berkaitan dengan bagaimana tujuan proyek dipahami, sekaligus bagaimana mitigasi dirumuskan.
Menurut penjelasan yang disampaikan, pemerintah federal maupun negara bagian tidak memiliki kewajiban untuk mencapai kesepakatan mengenai rencana mitigasi kerugian. Konsultasi dapat dihentikan bila kedua pihak tidak berhasil menyepakati langkah mitigasi yang dimaksud. Dewan menyatakan bahwa mereka menyiapkan laporan akhir mengenai proses tersebut pada awal bulan depan.
Di tengah keputusan dewan, anggota parlemen dari pihak oposisi juga mempersoalkan aktivitas fisik yang terjadi di lokasi. Konradiksi itu disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Virginia dari Partai Demokrat, Don Beyer, yang mengatakan pekerjaan penggalian di lokasi pembangunan lengkungan telah dimulai.
Beyer, yang memimpin penentangan di Kongres terhadap proyek tersebut, menyatakan bahwa saat ia berkunjung ke lokasi pada Kamis, ia menemukan pekerja yang mengoperasikan alat berat. Ia menuturkan bahwa para pekerja mengatakan mereka “conducting archaeological work to evaluate the composition of the soil”.
Beyer menilai kondisi tersebut “deeply troubling”, terutama karena administrasi disebut diwajibkan memberi pemberitahuan 48 jam sebelum pekerjaan dimulai. Ia kemudian menegaskan dalam suratnya bahwa “The Administration appears to be pushing ahead with activity at the site even while it still has not done the basic work necessary to understand the consequences of this project”.
Dengan demikian, oposisi menggambarkan situasi sebagai pergeseran dari proses yang seharusnya berbasis kajian dan konsultasi, menjadi percepatan aktivitas di lapangan sambil pengkajian dampak dianggap belum selesai. Di sisi lain, FAA telah menyatakan struktur tidak akan menimbulkan risiko bagi penerbangan, sehingga perdebatan kini lebih terkonsentrasi pada dampak terhadap properti bersejarah dan prosedur kepatuhan konsultasi.
Rancangan visual proyek juga memunculkan sejumlah elemen simbolik. Sebuah gambar rancangan dari awal tahun menampilkan sosok Lady Liberty berwarna emas, sayap terbentang di bagian puncak lengkungan. Desain itu juga disebut menghadirkan dua elang emas di sisi-sisinya, sekaligus memuat frasa “One Nation Under God” dan “Liberty and Justice for All” yang diinskripsikan dengan warna emas di kedua sisi struktur.
Keputusan dewan penasihat federal untuk menghentikan konsultasi yang diwajibkan menandai langkah penting dalam rangkaian perdebatan yang berkembang. Bagi lawan politik, tindakan itu tidak menyelesaikan keraguan substansi terkait pelestarian sejarah. Namun, bagi pihak yang mendukung kelanjutan proyek, pengakhiran konsultasi membuka jalan menuju fase implementasi fisik yang lebih cepat.










