jurnalistik.co.id – Pangeran William, Prince of Wales, menegaskan bahwa upaya mengatasi tantangan iklim terbesar dunia harus dipercepat. Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, ia meminta adanya tingkat urgensi yang lebih tinggi terhadap cara-cara untuk memulihkan kondisi planet.
“We’re not moving fast enough,” kata William. Ia menambahkan, “We need more businesses, investors and leaders to step up, back what works and help bring these solutions to scale.”
Pernyataan itu muncul setelah daftar nominasi Earthshot Prize tahun ini diumumkan. Penghargaan global untuk lingkungan yang digagas William enam tahun lalu tersebut menyoroti solusi-solusi nyata, dengan fokus pada upaya memulihkan dan melindungi bumi.
William juga menyebut Earthshot masih menjadi salah satu prioritas besar kerja publiknya. “Around the world, people are proving every day that we can restore nature and tackle climate challenges. Our 2026 finalists are an incredible example of that.”
Dalam pengumuman tersebut, terdapat 15 finalis yang dipilih untuk Earthshot Prize 2026. Dari jumlah besar, finalis itu disaring dari hampir 7.000 nominasi yang masuk dari 169 negara.
Salah satu finalis adalah seluruh kota Barcelona. Pihak penghargaan memberikan pengakuan atas upaya kota tersebut dalam menjaga garis pantai Laut Mediterania. Karya para arsitek Barcelona dipuji karena “turning one of Europe’s most intensively used urban coastlines into a global blueprint for climate adaptation”.
Negara lain yang masuk daftar finalis adalah Bhutan, kerajaan Himalaya. Penghargaan menilai bagaimana perlindungan lingkungan telah diintegrasikan Bhutan ke dalam identitas nasional serta konstitusinya. Dalam pengumuman penghargaan, Bhutan menunjukkan “how a small nation’s forests can safeguard water security across an entire region”.
Selain proyek skala negara dan kota, daftar finalis juga memuat berbagai inisiatif yang digerakkan komunitas. Inisiatif-inisiatif tersebut menargetkan pengurangan limbah, pemulihan alam, hingga energi bersih.
Berita Terkait
Di Australia, misalnya, ada tim penjaga kawasan yang berasal dari komunitas lokal atau Indigenous ranger teams. Sementara itu, dari Argentina, finalis berasal dari platform yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan memberi peringatan dini kebakaran hutan.
Untuk tuan rumah penyelenggaraan, Earthshot Prize tahun ini akan berlangsung di India. Perayaan dan pengumuman penghargaan tersebut dijadwalkan November, dengan Mumbai sebagai lokasi acaranya.
Daftar finalis dari India mencakup dua pihak. Pertama, Mahindra Last Mile Mobility, yang dikenal sebagai produsen kendaraan roda tiga listrik. Kedua, Mahila Housing Trust, sebuah organisasi akar rumput yang merintis program ketahanan iklim bagi perempuan berpenghasilan rendah.
Penghargaan akan berujung pada penentuan lima pemenang, masing-masing satu untuk lima kategori. Kategori tersebut meliputi protect and restore nature, revive our oceans, clean our air, build a waste-free world, dan fix our climate. Para pemenang dijadwalkan diumumkan di upacara November dan masing-masing menerima hadiah sebesar ÂŁ1 juta untuk membantu memperluas program mereka.
Sementara itu, Earthshot Prize Council yang memilih para pemenang beranggotakan beberapa tokoh. William disebut hadir bersama Queen Rania al-Abdullah dari Yordania, aktris Cate Blanchett, serta chef José Andrés.
Menjelang pengumuman finalis, William menyampaikan pandangannya soal arah solusi yang sudah ada. “The solutions are here. The challenge now is scale,” ujarnya. “The progress is real. Now we need to accelerate it. That’s exactly why The Earthshot Prize exists.”
Di tengah rangkaian kabar lingkungan, pekan ini juga menjadi momen yang menegangkan bagi keluarga kerajaan. Ada tuduhan dari paman William, Earl Spencer, yang menyinggung kedua orang tua mereka. Baik William maupun saudaranya, Duke of Sussex, belum memberikan tanggapan publik terkait buku tersebut, ataupun kritik langsung yang diarahkan kepada ayah mereka, King.
William dan Princess of Wales berada di Isle of Bute pada Kamis untuk menjalankan tugas kerajaan. Fokus mereka diarahkan pada kewajiban publik dan kegiatan amal, bukan pada riak konflik keluarga. Pada siang hari, Prince Harry dijadwalkan berada di Midlands untuk mengunjungi sebuah sekolah, dengan menyoroti bagaimana kisah-kisah dari personel militer yang terluka dapat menginspirasi anak muda melalui Invictus Foundation.
Dengan demikian, seruan William untuk bergerak lebih cepat dalam mengatasi tantangan iklim beriringan dengan pengumuman finalis Earthshot Prize yang memperlihatkan beragam pendekatan, mulai dari adaptasi pesisir hingga teknologi deteksi kebakaran, serta proyek ketahanan iklim yang tumbuh dari komunitas.












