Entertainment

DollyFest untuk Dolly Parton Digelar di London dan Nashville pada 2027

×

DollyFest untuk Dolly Parton Digelar di London dan Nashville pada 2027

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Festival honouring Dolly Parton set for Nashville and London

jurnalistik.co.id – Keluarga dan pihak pengelola Dolly Parton mengumumkan rencana acara perayaan dua hari di London dan Nashville pada tahun 2027. Agenda itu akan digelar pada akhir pekan yang berurutan, di kedua kota, dengan rincian tanggal diumumkan kemudian.

Dalam rilis pers yang disampaikan pada Senin, pihak keluarga menyebut acara tersebut “star-studded” dan hadir sebagai rangkaian pengalaman bersama untuk merayakan kehidupan serta warisan sang penyanyi. Tidak seperti bentuk memorial publik tradisional, DollyFest diposisikan sebagai konsep festival yang dirancang agar sesuai dengan keinginan Dolly.

Menurut penjelasan estate, versi awal acara ini sebelumnya juga pernah dicita-citakan oleh Parton. Pada gagasan yang lebih awal, Parton akan menjadi tuan rumah sekaligus tampil bersama sejumlah musisi lain.

Pihak keluarga juga mengingat bahwa acara yang sudah dijadwalkan pada Januari 2026 akhirnya dibatalkan sebelum dipublikasikan. Estate menyatakan pembatalan terjadi karena tantangan kesehatan Parton saat itu.

Estate kemudian menegaskan sikapnya terhadap perayaan yang akan berlangsung. Mereka menyampaikan, “DOLLYFEST will be the party of a lifetime she wanted to share with the world,” yang sekaligus memperjelas arah acara sebagai bentuk penghormatan yang ingin dibagikan ke banyak orang.

Digelar sebagai pengganti memorial publik

DollyFest disebut akan mengambil alih fungsi memorial publik tradisional bagi artis tersebut. Dolly Parton meninggal dunia pada usia 80 tahun pada 25 Agustus, setelah menjalani pertempuran singkat melawan kanker.

Jenazah Parton dimakamkan dalam pemakaman keluarga yang bersifat privat di Nashville pada Jumat. Ia kemudian disemayamkan di samping mendiang suaminya, Carl Dean, di Woodlawn Memorial Park dan Mausoleum, sebagaimana disampaikan oleh keponakan buyutnya.

Pihak penyelenggara, Danny Nozell—pendiri dan CEO CTK Enterprises—menyatakan bahwa estate tidak hendak membatasi cara orang-orang merayakan Dolly. Namun Parton, menurut penjelasan Nozell, tidak menginginkan memorial tradisional.

Nozell menguraikan pertimbangan tersebut dengan menyebut, “It feels more appropriate for us to take a beat, let all the tributes that immediately make sense occur naturally, and then, see through this festival-style concept that was truly dreamed up by Dolly.” Ia menambahkan bahwa pendekatan ini terasa autentik bagi Dolly.

Ia juga menegaskan, “This is something that is authentic to her, something that feels right to me, and something that artists and fans around the world can participate in, while also giving everyone time to grieve, and giving everyone time to plan.” Dengan demikian, festival dipandang sebagai ruang yang memungkinkan perasaan duka tetap berjalan, sekaligus memberi waktu persiapan.

Jejak karier dan ungkapan pribadi

Parton dikenal berasal dari Smoky Mountains di Tennessee. Ia dipandang sebagai ikon musik country, sekaligus filantropis dan wirausahawati yang memiliki pengaruh luas melalui karya-karyanya.

Di antara lagu-lagu yang paling terkenal, Parton pernah menciptakan “Coat of Many Colors”, “Jolene”, dan “I Will Always Love You”. Sepanjang kariernya yang berlangsung selama tujuh dekade, Parton meraih 10 penghargaan Grammy.

Ia juga dikabarkan telah menjual lebih dari 100 juta rekaman di seluruh dunia serta menulis ribuan lagu. Pihak keluarga menekankan bahwa Parton memandang penulisan lagu sebagai sesuatu yang paling penting dibanding hal lain.

Dalam kutipan yang disampaikan, Parton pernah mengatakan, “It’s my way of expressing myself,” dan menambahkan, “It’s my therapy.” Pernyataan itu menempatkan menulis lagu sebagai cara baginya untuk mengekspresikan diri sekaligus merawat kondisi batin.

Sejak ia meninggal, ungkapan-ungkapan dukacita dari selebritas, politisi, dan jutaan penggemar disebut telah membanjiri media sosial. Nozell kemudian merespons respons publik tersebut dengan mengaitkannya pada singkatan yang dikenal luas.

Ia menyampaikan, “A lot of people always say, WWDD (What Would Dolly Do?), and, well, at this moment, DOLLYFEST is WDWD (What Dolly Would Do!).” Melalui kalimat itu, DollyFest digambarkan sebagai kelanjutan tradisi refleksi dan inspirasi dari sosok Parton.

Dengan penjadwalan pada dua akhir pekan berurutan di London dan Nashville pada 2027, acara tersebut dijadwalkan menjadi wadah bagi para seniman dan penggemar untuk ikut serta merayakan Dolly Parton. Pihak keluarga menutup rilis dengan kabar bahwa detail tanggal akan diumumkan lebih lanjut.