jurnalistik.co.id – Pemerintah Inggris mengumumkan suntikan dana sebesar £30 juta untuk SaxaVord Spaceport di Shetland sebagai bagian dari strategi ruang angkasa nasional. Pendanaan ini diarahkan untuk menambah kapasitas fasilitas di lokasi peluncuran tersebut, sekaligus membuka jalan bagi investasi swasta lanjutan.
Juru bicara spaceport menyebut dukungan itu sebagai “hugely significant” dan mengatakan langkah tersebut akan membuka ruang bagi tambahan £30 juta investasi dari pihak swasta. Dalam paketnya, nilai investasi publik-swasta disebut mencapai £60 juta.
SaxaVord Spaceport menargetkan pengembangan di Unst, titik paling utara di Inggris. Sejumlah perusahaan berencana memakai spaceport ini sebagai basis peluncuran roket komersial berukuran kecil.
Menurut pihak pemerintah, aktivitas di ruang angkasa dinilai sebagai “an increasingly important domain” untuk menjaga keamanan negara. Dengan demikian, rencana ini diposisikan bukan hanya untuk pertumbuhan industri, tetapi juga sebagai bagian dari orientasi keamanan.
Salah satu fokus pendanaan £30 juta adalah pembangunan dua launchpad tambahan. Bersamaan dengan itu, paket investasi £60 juta juga akan digunakan untuk merancang dan membangun hangar kedua, sehingga fasilitas di SaxaVord memiliki infrastruktur yang lebih lengkap untuk tahapan pengujian dan operasional.
Chief executive officer SaxaVord, Scott Hammond, mengatakan pendanaan tersebut membawa perusahaan ke fase berikutnya. Ia menegaskan, “We are building the spaceport for the thousandth as much as the first launch,” seraya menambahkan, “We’re trying to create a successful, safe and sustainable business.” Hammond juga menyatakan, “This is direct investment into Shetland.”
Platform berlisensi dan rencana operasional
SaxaVord disebut sebagai spaceport pertama di Inggris yang sepenuhnya berlisensi, sekaligus telah memperoleh persetujuan regulasi untuk hingga 30 peluncuran roket setiap tahun. Konfirmasi kapasitas regulasi ini menjadi landasan bagi rencana ekspansi yang saat ini dipercepat melalui skema pendanaan baru.
Pihak perusahaan juga menyatakan bahwa proyek ini terus diarahkan untuk membangun layanan peluncuran yang aman dan berkelanjutan. Di saat yang sama, spaceport mengisyaratkan adanya percakapan dengan perusahaan lain di luar mitra yang sudah menandatangani kesepakatan peluncuran.
Kesepakatan peluncuran dengan perusahaan Jerman
Dua perusahaan asal Jerman diketahui telah menandatangani perjanjian peluncuran dengan SaxaVord. Rocket Factory Augsburg (RFA) bekerja menuju penerbangan uji orbital vertikal pertamanya yang akan berangkat dari tanah Inggris.
RFA sempat menjeda rencana peluncuran pada bulan Agustus setelah menyatakan “encountered an issue”. Sebelumnya, jendela peluncuran selama lima minggu disebut akan dimulai, dengan pembatasan lalu lintas sementara yang disiapkan apabila percobaan penerbangan dilakukan.
Berita Terkait
Perusahaan kedua adalah HyImpulse Technologies GmbH (HyImpulse), yang berencana melaksanakan penerbangan kedua kendaraan peluncur suborbital SR75 dari Shetland pada tahun ini. HyImpulse baru-baru ini juga disebut mengamankan investasi lebih dari €50 juta (£43 juta).
Secara keseluruhan, peluncuran yang direncanakan menunjukkan peran SaxaVord sebagai titik uji dan operasional bagi kegiatan suborbital maupun orbital. Ekspansi infrastruktur—termasuk penambahan launchpad—akan menjadi prasyarat agar jadwal pengujian dapat berjalan dengan lebih leluasa.
Waktu pelaksanaan dinilai realistis namun tetap butuh kehati-hatian
Derek Harris, kepala program di Space Scotland, menyampaikan bahwa ia tidak terlalu mengkhawatirkan soal tenggat waktu. Ia menilai suntikan dana £30 juta sebagai “a good starter,” sambil menekankan bahwa penguasaan teknologi peluncuran memang sulit.
Harris menjelaskan, “The technology is difficult to master but you would prefer it to be there and be reliable so if the timescale slips into next year, I do not see that as a failure,”. Ia menambahkan, “I see that as a very well-maintained programme to make sure health and safety and reliability are at the forefront.”
Ia juga menyebut cuaca dapat berpengaruh terhadap proses. Menurutnya, hujan dan badai bisa berdampak, sehingga penting untuk tetap terbuka terhadap perubahan rencana.
Dalam penilaiannya, “It will take time and a lot of money but once it launches, the benefits it unlocks for Scotland and the UK will be amazing.” Pernyataan itu menggambarkan ekspektasi bahwa investasi yang sedang berlangsung akan berbuah pada peningkatan kemampuan serta manfaat ekonomi dan strategis.
Dukungan bagian dari investasi lebih besar di Eropa
Pemerintah Inggris menjelaskan bahwa strategi ruang angkasa baru ditujukan untuk “drive growth, strengthen security and back the technologies that underpin modern life”. Para menteri juga menyatakan keinginan menciptakan pekerjaan dan membantu Inggris serta mitranya meluncurkan satelit tanpa harus bergantung pada negara-negara “further afield”.
Dana untuk proyek Shetland disebut menjadi bagian dari investasi total £148 juta di Eropa. Menteri menyebut, skema tersebut diharapkan membantu perusahaan teknologi ruang angkasa di Inggris mendapatkan lebih banyak pekerjaan.
Scottish Secretary Douglas Alexander mengatakan: “Scotland already builds more satellites than anywhere else in Europe, and with a £30m UK government investment boost, SaxaVord is now poised to deliver up to three-quarters of the continent’s orbital launch slots.” Ia menambahkan bahwa rencana ini menempatkan pertahanan, keamanan, serta pertumbuhan ekonomi sebagai inti.
Dari sisi pemangku kepentingan lokal, Lise Kaae—chief executive Heartland—menyatakan rasa terima kasih. Heartland memiliki saham mayoritas di SaxaVord Spaceport melalui arm investasi Wild Ventures, dan Kaae menyebut, “We are very pleased to welcome the UK government as an investor and partner.”
Meski demikian, investasi tersebut masih bergantung pada due diligence dan persetujuan akhir. Dengan keputusan pendanaan £30 juta ini, SaxaVord kini berada pada tahap pengembangan yang lebih lanjut menuju peningkatan fasilitas peluncuran, termasuk dua launchpad tambahan yang menjadi fokus pembangunan.












