jurnalistik.co.id – KBRI London menyatakan telah memfasilitasi proses pemulangan 13 warga negara Indonesia yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) FV Genesis A19, menyusul insiden kandas di perairan Skotlandia.
Dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (11/10/2026), KBRI London menyebut para ABK tersebut selamat dari kecelakaan kapal ikan yang terjadi di wilayah utara Skotlandia.
Peristiwa itu bermula saat FV Genesis A19 kandas di kawasan bebatuan sekitar Island of Hoy, yang berada di lepas pantai Skotlandia.
Kandas tersebut tercatat terjadi pada 1 Oktober 2026, ketika kapal ikan berada di perairan sekitar bebatuan tersebut.
Peran KBRI dalam pemulangan ABK
KBRI London kemudian mengambil peran dalam pemulangan 13 ABK WNI yang menjadi korban kecelakaan tersebut.
“KBRI London berhasil memfasilitasi pemulangan 13 ABK WNI yang menjadi korban kecelakaan kapal ikan di perairan utara Skotlandia,” ujarnya, Minggu (11/10/2026).
Menurut penjelasan KBRI London, belasan ABK itu merupakan awak FV Genesis A19 yang sebelumnya menjalani proses evakuasi oleh pihak SAR setempat.
Pada saat insiden berlangsung, para ABK dievakuasi bersama sejumlah kru berkewarganegaraan lain.
Evakuasi tersebut dilakukan oleh tim pencarian dan pertolongan (SAR) setempat di lokasi kejadian, setelah kapal ikan dinyatakan kandas di area bebatuan.
Berita Terkait
“Ketiga belas ABK bersama beberapa kru dari negara lain sebelumnya berhasil diselamatkan Tim SAR setempat setelah kapal ikan FV Genesis A19,” jelasnya.
Setelah proses penyelamatan oleh tim SAR, KBRI London melanjutkan rangkaian fasilitasi untuk kepulangan para ABK WNI tersebut.
Dengan demikian, pemulangan 13 ABK WNI dari FV Genesis A19 menjadi bagian dari upaya perlindungan yang dilakukan perwakilan RI di London pascakejadian di perairan utara Skotlandia.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu (11/10/2026), KBRI London menegaskan bahwa 13 ABK WNI dari FV Genesis A19 berada dalam kondisi selamat setelah insiden kapal ikan kandas di wilayah utara Skotlandia. Keterangan tersebut sekaligus memberi gambaran bahwa kejadian bermula ketika kapal berada di perairan sekitar bebatuan di dekat Island of Hoy.
KBRI London menyebutkan, insiden kandas itu terjadi pada 1 Oktober 2026, saat FV Genesis A19 melintasi area berbatuan sekitar Island of Hoy yang berada di lepas pantai Skotlandia. Setelah kapal ikan dinyatakan kandas, proses penanganan kemudian dilakukan melalui tahapan evakuasi oleh tim SAR setempat di lokasi kejadian.
Menurut penjelasan KBRI London, para ABK WNI dievakuasi bersama sejumlah kru dari negara lain. Evakuasi tersebut dilakukan oleh tim pencarian dan pertolongan (SAR) setempat setelah kapal berada dalam kondisi kandas di sekitar bebatuan. KBRI menilai bahwa penyelamatan oleh SAR merupakan tahap awal yang menentukan keselamatan kru.
Setelah proses penyelamatan oleh SAR terselesaikan, KBRI London melanjutkan rangkaian fasilitasi untuk kepulangan 13 ABK WNI tersebut. Dengan kata lain, peran perwakilan RI di London tidak berhenti pada fase evakuasi, tetapi berlanjut pada upaya pendampingan agar kepulangan para korban dapat terwujud setelah insiden.
KBRI London juga menempatkan pemulangan ABK WNI dari FV Genesis A19 sebagai bagian dari upaya perlindungan yang dilakukan perwakilan RI di London pascakejadian di perairan utara Skotlandia. Langkah fasilitasi ini menjadi tindak lanjut dari rangkaian peristiwa sejak kapal kandas, evakuasi dilakukan SAR, hingga proses kepulangan bagi ABK yang bekerja di kapal tersebut.
Setelah tahap evakuasi oleh tim SAR setempat selesai, KBRI London kemudian mengarahkan perhatian pada langkah berikutnya agar pemulangan 13 ABK WNI dapat berjalan. Perpanjangan dukungan ini ditempatkan sebagai tindak lanjut dari rangkaian penanganan sejak insiden kandas terjadi.
KBRI London juga menegaskan bahwa informasi yang disampaikan mencakup kondisi para ABK setelah peristiwa, sekaligus memperjelas bahwa mereka telah selamat. Dengan penelusuran kronologi yang dimulai dari kandas FV Genesis A19 hingga proses penanganan oleh SAR, peran perwakilan RI di London dipaparkan sebagai bagian dari keseluruhan upaya perlindungan pascakejadian.












