jurnalistik.co.id – Kepolisian Skotlandia menggelar operasi besar-besaran terhadap jaringan kejahatan terorganisasi asal Vietnam yang diduga terkait perdagangan manusia dan pengelolaan ladang ganja. Aksi ini dilakukan dalam penggerebekan serentak dini hari di sejumlah lokasi di seluruh wilayah Skotlandia.
Sekitar 300 petugas terlibat dalam penggeledahan simultan yang menyasar 47 alamat. Dari operasi tersebut, 36 orang ditangkap dan aparat menemukan 14 lokasi yang digunakan untuk menumbuhkan ganja.
Penggerebekan dilakukan di beragam wilayah, termasuk Aberdeen, Dundee, Falkirk, Edinburgh, Glasgow, Ayrshire, Lanarkshire, Midlothian, serta Scottish Borders. Polisi juga menyebut operasi ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah penanganan kasus terkait perdagangan manusia di Skotlandia.
Polisi Scotland mengatakan kelompok itu terlibat dalam “poly-criminality”, yang menurut mereka mencakup perdagangan manusia, produksi narkotika, penipuan, pencucian uang, serta kejahatan imigrasi yang terorganisasi. Informasi awal mengenai aktivitas jaringan itu, kata polisi, mulai muncul setelah pelaku Vietnam dikaitkan dengan 150 ladang ganja yang ditemukan di Skotlandia tahun lalu.
Dalam proses penindakan sebelumnya, sekitar 120 orang telah ditangkap dengan sebutan “gardeners”, dan obat-obatan senilai £26m disita. Kepolisian menuturkan bahwa penangkapan melalui penggerebekan Rabu kemarin merupakan hasil perencanaan yang memakan waktu berbulan-bulan.
Det Supt Stevie Bertram menyampaikan bahwa operasi ini diarahkan untuk melumpuhkan organisasi yang diduga menjalankan jaringan tersebut. “This was by far the biggest human trafficking investigation that Police Scotland has ever run.”
“We wanted to disrupt and absolutely cripple that organisation.” Menurutnya, semua target penindakan telah ditangkap pada satu hari yang sama. “We wanted to do it all in one day and I think it’s been a huge success.”
Bertram menambahkan bahwa operasi tersebut membuat kelompok tidak bisa berfungsi seperti sebelumnya. “Essentially, they won’t be able to function.” Ia juga menegaskan bahwa pihaknya meyakini para sasaran operasi merupakan pihak yang menjalankan kegiatan tersebut. “All of the targets of this operation have been arrested and they are the ones we believe are running that operation.”
Penindakan ini dilakukan dengan dukungan dari Home Office Immigration Enforcement dan His Majesty’s Revenue and Customs. Polisi menyatakan mereka juga bekerja dengan mitra lintas negara karena menyangka jaringan tersebut memiliki jangkauan di luar Skotlandia.
Berita Terkait
“We think the group runs across the UK and internationally,” kata Bertram. Ia mengatakan tim telah berkoordinasi dengan regional crime teams dari Inggris dan Wales, serta Irlandia, untuk memetakan aktivitas yang terjadi di berbagai wilayah.
Koordinasi internasional juga melibatkan petugas National Crime Agency yang berbasis di Hanoi. “Officers from the National Crime Agency based in Hanoi have been liaising with the authorities in Vietnam.”
Salah satu alamat yang disasar berada di Edinburgh, yakni sebuah flat di South Clerk Street. Lokasinya disebut berada sekitar lima menit berjalan kaki dari salah satu kantor polisi tersibuk di ibu kota.
Di dalam flat tersebut, tiga ruang dilaporkan dipenuhi tanaman ganja yang tumbuh di balik layar terpal. Pencahayaan terang digunakan untuk mendukung proses penanaman, sementara sebuah kotak berisi bibit ditemukan di dapur.
Polisi menemukan tanda-tanda hunian, tetapi saat petugas memaksa masuk tidak ada orang di dalam. Di Dundee, operasi ganja yang ditemukan di dua flat tetangga dilaporkan diperluas hingga ruang loteng bersama.
Setelah penangkapan dilakukan, polisi kini akan berupaya memastikan apakah di antara orang yang ditangkap terdapat korban perdagangan manusia. Proses pemeriksaan akan dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan korban secara cepat dan tepat.
Bertram menegaskan fokus penindakan tidak berhenti pada jaringan pengelola ganja. Ia menyatakan, “Vietnamese nationals are still the highest nationality that we see being exploited in Scotland.”
“A lot of hard work and investigation will go on from today.” Ia menyebut tim akan menelusuri berbagai bukti untuk memvalidasi apakah ada pihak yang memenuhi kriteria sebagai korban perdagangan manusia. “We’ll examine mobiles, data, paperwork to make sure that if there is a victim of human trafficking, they’re quickly identified as a victim.”
Dengan rangkaian penggerebekan yang melibatkan banyak lokasi dan jumlah petugas yang besar, polisi berharap operasi ini dapat mengganggu kemampuan jaringan dalam menjalankan aktivitasnya. Meski demikian, langkah lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan keberadaan korban dan merumuskan tindak lanjut penegakan hukum.












