jurnalistik.co.id – Direktur Jenderal BBC, Matt Brittin, mengatakan kondisi keuangan lembaga penyiaran itu dan perubahan kebiasaan audiens dapat berujung pada penutupan sejumlah kanal televisi serta stasiun radio. Ia juga menekankan BBC menargetkan penghematan hingga £500 juta.
Dalam wawancara di BBC One dengan Laura Kuenssberg untuk program Sunday With Laura Kuenssberg, Brittin menyatakan pihaknya tidak bisa menjamin keberlanjutan seluruh layanan yang selama ini berjalan. Ia menegaskan, “we wouldn’t guarantee any programme or any channel will exist forever”.
Brittin menyebut keputusan-keputusan terkait penghematan mungkin harus dilakukan lebih cepat dari rencana semula. “The tight financial situation means that we’re having to look at some of those decisions a bit sooner than we might like,” ujarnya.
Menurut Brittin, perubahan perilaku penonton juga menjadi alasan mengapa BBC perlu menilai ulang nilai dan biaya dari berbagai layanan. Ia menyoroti situasi ketika mayoritas audiens beralih ke layanan sesuai permintaan (on-demand).
Ia mengatakan, “If most of an audience is getting things on demand, we have to look at the value and the cost of all of those different services.” Dengan kata lain, pertimbangan tidak hanya berada pada apa yang disiarkan, tetapi juga bagaimana konten dikonsumsi dan apa konsekuensi biaya dari model tersebut.
Fokus pada dampak bagi penonton
Dalam menjelaskan pendekatannya saat menyusun langkah penghematan, Brittin menyatakan dirinya berupaya meminimalkan dampak terhadap audiens. Ia menyebut proses migrasi layanan harus dilakukan pada waktu yang tepat.
Ia memberi contoh untuk menggambarkan perbedaan antara penonton siaran langsung dan penonton yang mengakses lewat iPlayer. “We might have some channels and services where maybe 100,000 people are watching the broadcast service but 500,000 are getting those programmes on iPlayer,” kata Brittin.
Brittin kemudian menanyakan titik waktu yang paling tepat untuk memindahkan layanan sepenuhnya menjadi berbasis on-demand. “When’s the right time to migrate that service fully to being on-demand?” ujarnya, sambil menambahkan bahwa tugasnya adalah menjaga nilai yang diterima pembayar lisensi.
Ia juga menilai BBC terikat pada cara lama dalam konsumsi konten. “We’re locked into yesterday’s model of how people consume content, and actually the audience is always already living in tomorrow’s world,” ungkapnya.
Penutupan program dan perubahan posisi setelah menjabat
Brittin menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir BBC telah mengumumkan serangkaian penutupan terkait pekerjaan dan program. Di antaranya, Blankety Blank, Celebrity Mastermind, Live At The Apollo, dan Football Focus.
Berita Terkait
Menurut laporan itu, pemotongan lebih lanjut diperkirakan akan terjadi. Pernyataan Brittin muncul saat BBC terus menghadapi tekanan biaya dan adaptasi terhadap cara audiens mengakses konten.
Brittin mulai menjabat sebagai direktur jenderal BBC pada bulan Mei, setelah satu dekade memimpin Google sebagai president di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Latar belakang tersebut ikut membentuk cara ia memandang tantangan transformasi industri media.
AI dalam produksi konten dan kekhawatiran konsentrasi platform
Dalam wawancara yang sama, Brittin ditanya mengenai kemungkinan program dibuat dan dipresentasikan oleh kecerdasan buatan (AI). Ia menjawab, “I would do, within guardrails.”
Ia menyatakan BBC ingin bereksperimen dengan teknologi tersebut sekaligus memahami batas kemampuannya. “We want to experiment with this technology and understand what it can and can’t do, but I’m here because I believe in human creativity.”
Brittin menegaskan bahwa AI tidak seharusnya menggantikan manusia sepenuhnya. Ia berkata, “I don’t think anything we do should be replaced by AI. I think there are lots of places where AI can help us make the licence fee go further, but also help us in our decision-making and creativity. But it’s not a substitute for humans.”
Ia juga mengingatkan risiko ketika sejumlah perusahaan teknologi memegang terlalu banyak kendali atas akses informasi di masa depan. Brittin menyatakan, “We’re also in this moment where AI is in takeoff. So I think there’s a danger that six companies will control access to information in future and the creation of information and misinformation,” he said.
Ia melanjutkan dengan menyebut jumlah perusahaan tersebut dan karakter non-Eropa, serta menempatkan BBC sebagai institusi tepercaya. “Six companies, none of them European, let alone British. In that world, here’s the BBC. It’s the most trusted organisation by over half a billion people.”
Ketika ditanya soal kepercayaan pada perusahaan teknologi besar, Brittin menyatakan ia tidak akan mempercayai platform secara bawaan. Ia berkata, “There’s a lot of platforms out there, so I wouldn’t trust any platform innately.”
Brittin menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan tentang cara kerja platform dan apakah konten dapat muncul pada tempat yang tepat serta memenuhi misinya. “And I think what you do is you keep under review how those things work and whether your content can show up in the right place and fulfil its mission.”
Ia menambahkan bahwa BBC seharusnya menjadi penyeimbang terhadap logika algoritme. “I think the BBC and our apps and services should be the antidote to the algorithm. Everywhere else you go is driven by some commercial interest.”
Jadwal tayang wawancara
Laura Kuenssberg akan menayangkan wawancara penuh bersama Matt Brittin di BBC One dan iPlayer pada hari Minggu, 27 September, pukul 09:00 BST.












