jurnalistik.co.id – Meski banyak wilayah di Inggris diprediksi masih menghadapi cuaca basah pada pekan ini, beberapa prakiraan jangka panjang justru mengisyaratkan jeda kering dan cerah kembali muncul pada September.
Perubahan pola cuaca mulai terasa setelah Selasa, ketika suasana menjadi lebih tidak menentu. Imbasnya, suhu berpotensi turun selama beberapa hari ke depan, yaitu sekitar 2 hingga 4C di bawah rata-rata pertengahan Agustus.
Namun kabar yang lebih sejuk itu memunculkan spekulasi: apakah gelombang panas lainnya bisa berkembang di September—dan bahkan menjadi yang keenam tahun ini.
Musim panas yang luar biasa, dan bayangan rekor
Berdasarkan penilaian Met Office, musim panas sejauh ini kemungkinan menjadi yang terpanas yang pernah tercatat. Bahkan jika kondisi mulai mendingin, diperlukan penurunan suhu rata-rata yang cukup besar pada dua pekan terakhir Agustus agar 2026 tidak melampaui rekor yang ditetapkan tahun lalu.
Met Office dan MeteoGroup—penyedia data cuaca untuk BBC—sebelumnya sudah memprediksi musim yang lebih panas dari rata-rata, sekaligus meningkatkan peluang lonjakan panas dan gelombang panas. Prediksi musiman itu mempertimbangkan beragam pola cuaca, termasuk gagasan bahwa perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia meningkatkan peluang cuaca ekstrem lebih hangat.
Dalam kalender meteorologi, musim panas berakhir pada 31 Agustus. Pembagian ini membuat para ahli memandang setahun ke dalam empat kuartal genap, masing-masing terdiri dari tiga bulan, agar pencatatan dan analisis statistik lebih mudah.
Prakiraan menuju musim gugur meteorologis
Kini fokus prakiraan jangka panjang bergerak ke musim gugur meteorologis, yakni September, Oktober, dan November. Karena periode ini menandai transisi dari hangatnya musim panas menuju kondisi yang lebih dingin di musim dingin, sering kali lebih menantang untuk membuat gambaran luas yang akurat.
Berita Terkait
Meski begitu, ada beberapa faktor yang dapat mengarah pada peluang kemunculan fase hangat pada September. Salah satunya adalah indikasi model prakiraan yang menunjukkan tekanan tinggi berpeluang menetap di bagian selatan Inggris selama awal September.
Tekanan tinggi biasanya berkaitan dengan cuaca kering dan cenderung cerah pada waktu seperti ini. Kondisi tersebut juga dapat menyeret panas dari Eropa daratan, sehingga meningkatkan kemungkinan munculnya periode yang lebih panas.
Selain itu, kekeringan yang sedang berlangsung berperan dalam cara suhu udara meningkat. Juli tercatat sebagai yang terkering yang pernah terjadi di seluruh Inggris dan Wales. Lebih dari dua pertiga wilayah Inggris dan seluruh Wales saat ini berada dalam situasi kekeringan.
Ketika tanah sangat kering, suhu udara dapat naik lebih cepat dibanding kondisi saat tanah masih lembap. Alasannya, energi yang seharusnya dipakai untuk menguapkan kelembapan tanah tidak lagi banyak tersedia, sehingga panas lebih langsung digunakan untuk memanaskan udara.
Pengaruh lain datang dari laut. Perairan di sekitar Inggris dan Wales saat ini tercatat hingga sekitar 3C di atas rata-rata. Suhu laut yang lebih hangat itu dapat membantu menjaga suhu di daratan tetap lebih tinggi.
Risiko gelombang panas: lebih tinggi dari normal, tapi belum bisa dipastikan waktunya
Met Office menilai bahwa prakiraan jangka panjang untuk September, Oktober, dan November menunjukkan peluang periode tiga bulanan yang hangat berada pada tingkat “higher than normal”. Mereka juga menyatakan terdapat “increased risk of heatwaves and heat-related impacts, especially during the first half of the period”.
Sebagai catatan, karena September masih sekitar dua pekan lagi, informasi tersebut belum cukup untuk menentukan kapan—atau bahkan apakah—gelombang panas tersebut benar-benar terjadi. Yang bisa disampaikan adalah risikonya memang ada.
Prakiraan yang sama juga mengisyaratkan bahwa periode musim gugur berpeluang lebih kering daripada rata-rata. Di sisi lain, Environment Agency menyebut kebutuhan “weeks of above average rainfall” agar kondisi kekeringan bisa membaik. Dengan mempertimbangkan itu, tidak terlihat tanda perbaikan besar dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, walau pekan ini membawa prospek suhu yang lebih rendah, kombinasi tekanan tinggi pada awal September, kekeringan tanah, serta laut yang masih hangat membuat peluang cuaca lebih panas dan lebih kering kembali muncul tetap layak diwaspadai.












