jurnalistik.co.id – Cuaca musim panas di Inggris diprediksi berubah lebih tidak menentu dalam beberapa hari ke depan. Perkembangan hujan lebat disertai badai petir berpotensi memunculkan risiko banjir kilat di sejumlah wilayah.
Meski sebagian besar hujan deras diperkirakan turun, ada perbedaan besar antar-daerah. Tempat-tempat di Inggris dan Wales yang paling membutuhkan tambahan curah hujan justru bisa saja tidak mendapatkan hujan dalam jumlah signifikan pada hari-hari mendatang.
Hujan dan badai paling sering diperkirakan muncul di wilayah tertentu. Sebagian besar pancuran diperkirakan jatuh di kawasan barat laut Inggris, Irlandia Utara, serta bagian selatan Skotlandia, sedangkan beberapa wilayah di Inggris tenggara berpeluang tetap kering.
Jika hujan paling deras terjadi di suatu area, kondisinya tidak hanya membawa air dalam waktu singkat. Ada kemungkinan hujan batu, kilat, serta potensi banjir kilat pada lokasi yang terpengaruh langsung oleh badai.
Jadwal hujan per hari
Selasa diperkirakan menjadi awal yang relatif basah bagi banyak bagian utara dan tengah Inggris. Skotlandia dan Irlandia Utara diprediksi tetap mengalami hujan bersifat showery sepanjang sebagian besar hari, termasuk kemunculan rentang hujan yang lebih panjang di wilayah timur laut Skotlandia dan Kepulauan Utara.
Sementara itu, ke arah selatan, sebuah front dingin akan membawa awan serta hujan ringan ke sejumlah bagian Inggris selatan dan Wales pada awal periode tersebut. Namun, tidak semua wilayah akan terpengaruh; beberapa area bisa tetap sama sekali kering.
Pada Rabu, area bertekanan rendah diperkirakan membawa fase cerah berseling dengan hujan-hujan yang lebih sering. Pola ini diperkirakan meliputi barat laut Inggris, Irlandia Utara, dan selatan Skotlandia.
Di antara hujan-hujan tersebut, beberapa pancuran berpotensi berkembang menjadi hujan yang lebih lebat dan disertai petir. Meski begitu, Inggris tenggara diprediksi sebagian besar akan tetap kering dalam periode tersebut.
Kamis, hujan diperkirakan menjadi lebih meluas ketika area bertekanan rendah bergerak ke selatan. Badai petir diperkirakan berkembang lebih rata, tetapi area yang paling membutuhkan hujan masih mungkin justru terlewat.
Beberapa pancuran pada Kamis disebut bisa sangat lebat dan bergerak lambat. Kondisi seperti ini meningkatkan peluang hujan batu, kilat, dan banjir setempat yang terkonsentrasi pada titik-titik tertentu.
Berita Terkait
Mengapa badai musim panas bisa memicu banjir kilat
Risiko banjir kilat tidak berdiri sendiri, melainkan terkait kondisi tanah yang tengah mengalami kekeringan. Pejabat terkait kekeringan menyatakan 71,3% wilayah Inggris saat ini berada dalam kondisi drought, setelah Inggris mencatat bulan Juli terkering sejak pencatatan dimulai pada 1836. Seluruh wilayah Wales juga dilaporkan mengalami kekeringan.
Dalam situasi drought, tanah dapat menjadi keras dan padat. Kondisi ini membuat permukaan lebih sulit menyerap air hujan, sekaligus mendorong peningkatan limpasan (run off) ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Akibatnya, curah hujan dari badai petir musim panas yang sangat intens bisa jatuh lebih cepat daripada kemampuan tanah untuk menyerapnya. Air kemudian mengalir di permukaan alih-alih meresap, sehingga banjir kilat dapat terjadi dalam waktu singkat dan pada area yang lebih terbatas.
Penting dicatat bahwa hujan lebat tidak otomatis mengakhiri kekeringan. Sungai, air tanah, dan cadangan air (reservoir) dapat tetap berada pada kondisi menurun selama berbulan-bulan setelah fase hujan tertentu berlalu.
Gelombang udara lebih dingin dan perubahan suhu
Selain membuat cuaca lebih tidak stabil, area bertekanan rendah yang membawa hujan juga didampingi oleh udara yang lebih dingin dari Kutub. Perubahan ini diperkirakan membuat suhu turun di banyak wilayah, menjadi berada di bawah rata-rata untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu.
Skotlandia dan Irlandia Utara diprediksi memiliki suhu maksimum sekitar 13–18°C. Untuk Inggris dan Wales, suhu diperkirakan berada di kisaran 18–22°C pada Kamis, berbeda tajam dibanding kondisi minggu sebelumnya pada waktu yang sama, tetapi lebih mendekati kisaran rata-rata musiman.
Potensi gelombang panas pada September
Perkiraan cuaca jangka menengah menunjukkan belum terlihat indikasi gelombang panas yang intens sepanjang Agustus. Namun, terdapat sinyal awal bahwa peningkatan suhu dapat kembali muncul pada September.
Pihak Met Office menyebut dalam perkiraan jangka panjang terbaru bahwa awal musim gugur meteorologis berpotensi menghadirkan peluang hot spells atau gelombang panas. Peluang ini disebut terutama lebih menonjol untuk wilayah selatan, meski tetap ada ketidakpastian karena sifat perkiraan jangka panjang yang masih terbatas.












