jurnalistik.co.id – Kabar utama yang merangsek halaman depan media Kamis datang dari tragedi banjir kilat dan tanah longsor di perbatasan Nepal–Tibet. Sejumlah surat kabar menyoroti banyaknya korban jiwa serta hilangnya ratusan orang, termasuk warga Inggris yang dikhawatirkan menjadi bagian dari daftar hilang.
Pada edisi yang sama, Times melaporkan bahwa lebih dari 150 orang tewas dan ratusan lainnya masih belum ditemukan. Dalam laporan itu, puluhan warga Inggris disebut termasuk di antara yang diduga meninggal.
Gambar yang dimuat surat kabar memperlihatkan momen kepanikan ketika air bah yang mengamuk menelan bangunan. Foto-foto tersebut dikaitkan dengan rekaman video keamanan yang menangkap orang-orang berlari menyelamatkan diri sebelum arus deras sepenuhnya melumpuhkan area yang dilaluinya.
Independent menyertakan foto serupa, yakni dinding air yang menghantam bangunan, rumah, dan infrastruktur. Sementara itu, Guardian memfokuskan pemberitaan pada proses evakuasi, termasuk foto penyelamat yang membawa seorang perempuan lanjut usia yang berhasil ditarik keluar dari air banjir.
Guardian juga menyebut banyaknya warga negara asing yang masuk dalam daftar orang yang hilang. Di laporan itu, bencana dipicu oleh luapan deras lumpur, air, dan material lain yang keluar dari tepi sungai—sungai yang mengalir di antara China dan Nepal.
Metro memilih judul “Tourists vanish in deadly surge” dan mengaitkan peristiwa tersebut dengan pola kunjungan di kawasan pegunungan. Media itu menulis wilayah tersebut populer bagi wisatawan pendaki serta peziarah di Himalaya.
Daily Mail menggambarkan bencana itu sebagai “apocalyptic” dan menekankan adanya “desperate hunt” terhadap lebih dari 30 warga Inggris yang hilang. Media tersebut juga menyoroti keberadaan seorang siswi sekolah yang disebut termasuk di antara korban yang dicari.
Berita Terkait
Di sisi lain, Daily Telegraph menampilkan foto arus banjir yang mengikis jembatan, termasuk keterangan tentang air berlumpur yang menghanyutkan infrastruktur. Surat kabar itu mengutip pernyataan perdana menteri Nepal yang menyatakan tragedi ini membuat seluruh bangsa “shocked and deeply distressed”.
Berita dari luar tragedi Nepal–Tibet juga ikut mewarnai halaman depan. Daily Express mengangkat kekhawatiran “dire winter” terkait biaya energi, menyebut tagihan berada pada level tertinggi tiga tahun. Media itu menambahkan adanya ketakutan warga lanjut usia yang sebelumnya sudah kesulitan secara finansial akan terpaksa mengambil “drastic action” setelah regulator energi menaikkan batas harga sebesar 4% mulai Oktober.
Di ranah kebijakan dan ekonomi, Financial Times melaporkan bahwa perdana menteri berkomitmen “take pressure off” bisnis. Tujuannya disebut untuk meredam “corporate jitters” menjelang pengumuman anggaran (Budget), dan media itu mengutip keterangan Andy Burnham: “I’m trying to make life easier for people.”
Untuk isu keamanan energi dan pertahanan, salah satu sorotan lain datang dari rencana Jerman yang disebut sedang berdiskusi untuk berinvestasi pada pertahanan nuklir Inggris. Itu disampaikan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Eropa pada Amerika Serikat.
Bagian hiburan dan figur publik juga tampil menonjol. Daily Star menempatkan perhatian pada kembalinya Duke dan Duchess of Sussex ke Inggris menjelang tahun ajaran baru anak-anak, dengan judul “Regal has landed.”
Daily Mirror melanjutkan penghormatan bagi legenda musik country Dolly Parton, yang disebut meninggal pada Selasa setelah menjalani pertempuran singkat melawan kanker. Sementara itu, i Paper menulis bahwa raksasa teknologi Meta menyetujui pembayaran hingga $17bn (£12.5bn) untuk menyelesaikan klaim bahwa platform media sosialnya berdampak buruk pada anak-anak.
Dalam laporan i Paper, Meta disebut membantah tuduhan bahwa aplikasinya secara sengaja menargetkan remaja dengan fitur produk yang dirancang bersifat adiktif. Terakhir, The Sun memajang foto Valentina Foster, bocah berusia tujuh tahun, yang diberitakan tewas bersama bibi dalam kebakaran rumah di dekat Middlesbrough.
Media itu juga menyebut dua pria telah ditangkap dengan tuduhan pembunuhan. Kepolisian menyatakan mereka belum menutup kemungkinan adanya keterkaitan dengan kejahatan terorganisir yang lebih luas dalam penyelidikan.








