Internasional

Trump: Kunjungan kepala CIA John Ratcliffe ke Moskow disebut “semi-rutin”

×

Trump: Kunjungan kepala CIA John Ratcliffe ke Moskow disebut “semi-rutin”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: CIA head's visit to Moscow was 'semi-routine', says Trump

jurnalistik.co.id – Donald Trump mengatakan kunjungan kepala CIA John Ratcliffe ke Moskow pada Selasa berlangsung “semi-routine”. Menurut Trump, perjalanan itu juga disertai pertemuan yang tidak diumumkan dengan pihak-pihak dari dinas intelijen Rusia.

Trump menyebut ada kemungkinan “something may come out of” pertemuan tersebut. Ia tidak merinci apa yang dibahas dalam pertemuan itu, tetapi menegaskan Amerika Serikat “would like to see the war in Ukraine end”.

Di tengah spekulasi publik tentang alasan perjalanan Ratcliffe, disebutkan ia tiba di Moskow dengan pesawat militer. Setelah itu, ia meninggalkan Rusia hanya dalam hitungan jam.

Trump juga menempatkan pertemuan ini sebagai salah satu kontak yang sudah “semi-rutin” dalam pola hubungan intelijen. Ia menyatakan pertemuan sejenis terakhir terjadi pada bulan-bulan sebelum invasi skala penuh terhadap Ukraina.

Tidak ada pertemuan dengan Putin, kata Kremlin

Pihak Kremlin menyatakan Ratcliffe tidak bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin juga menyampaikan informasi tersebut melalui juru bicara mereka, Dmitry Peskov.

“There were contacts with the intelligence services,” kata Peskov saat menjawab pertanyaan jurnalis di briefing hariannya. Peskov menambahkan, “There were no meetings with the president of Russia. That’s all I can say on the subject.”

Peskov juga menyebut, “Naturally, President Putin is briefed immediately about everything.” Ia melandaskan pernyataan itu pada pertanyaan yang menyinggung apakah Putin diberi informasi mengenai pertemuan kepala CIA dan pada level apa pertemuan tersebut berlangsung.

Dalam penjelasan lain, Peskov menyatakan masih terlalu dini untuk menilai dampak pertemuan ini terhadap upaya memperbaiki hubungan bilateral AS-Rusia. Ia mengatakan proses pemulihan dari krisis mendalam yang sedang terjadi tidak bisa langsung diukur.

Peskov menuturkan bahwa “How much this will impact the overall process of recovering our bilateral relations from the profound crisis they’re currently in, it is premature to say.” Namun, ia tetap menilai adanya kontak antar-lembaga intelijen sebagai hal yang positif.

“a positive phenomenon, a positive process,” ujarnya. Peskov menegaskan kontak semacam itu sering berlangsung “even during the most difficult moments” dalam hubungan kedua negara.

Tak ada komentar resmi dari CIA, Gedung Putih, atau Pentagon

Sejauh ini, belum ada komentar resmi mengenai perjalanan Ratcliffe dari pihak CIA, Gedung Putih, maupun Pentagon. Meski begitu, Ratcliffe disebut tampak sebagai salah satu pejabat AS berperingkat tertinggi yang berkunjung ke Rusia selama masa jabatan kedua Donald Trump.

Pada catatan sejarah kunjungan serupa, kunjungan kepala CIA terakhir ke Moskow terjadi pada November 2021. Saat itu, William Burns memperingatkan Rusia agar tidak mengirim pasukan ke Ukraina.

Beberapa minggu setelah peringatan Burns, Kremlin meluncurkan perang skala penuh terhadap Ukraina. Sejak periode tersebut, hubungan AS dan Rusia dipandang makin tegang, sementara Rusia juga menghadapi isolasi di panggung global dan menghadapi sanksi ekonomi internasional.

Trump sendiri pernah bertemu Putin dalam KTT di Alaska tahun lalu. Namun, pertemuan tersebut tidak menghasilkan terobosan yang signifikan. Setelahnya, perundingan damai yang dipimpin AS antara Rusia dan Ukraina disebut tampak mengalami kebuntuan.

Langkah AS di Ukraina sebelum keberangkatan

Menjelang perjalanan Ratcliffe, Amerika Serikat disebut memberi informasi kepada Ukraina bahwa delegasi senior akan pergi ke Moskow. Di sisi lain, Kyiv diminta untuk menangguhkan serangan sementara waktu.

Keterangan ini disampaikan oleh pejabat senior Ukraina kepada CBS. Pejabat tersebut mengatakan AS meminta Ukraina “suspend strikes until they had left”.

Rangkaian informasi itu muncul bersamaan dengan laporan bahwa perjalanan Ratcliffe dilakukan secara tidak diumumkan. Kondisi tersebut membuat kunjungan ke Moskow menjadi sorotan karena berlangsung singkat dan hanya dalam hitungan jam setelah kedatangan.

Penilaian mantan atase militer Inggris

John Foreman, yang pernah bertugas sebagai atase militer Inggris di Moskow antara 2019 dan 2022, menyampaikan pandangannya kepada program Radio 4, PM. Ia menilai pola pergerakan yang tidak diumumkan dengan pejabat berlevel tinggi tidak lazim.

“The Americans don’t normally send such a high ranking official to Moscow unannounced at short notice unless something is up,” kata Foreman.

Pernyataan Foreman menekankan bahwa dalam praktik diplomasi dan kontak lintas-lembaga, kunjungan dengan karakter mendadak dan tidak terbuka ke publik biasanya membawa konteks tertentu yang sedang berkembang.

Di saat yang sama, Kremlin tetap menyatakan bahwa yang terjadi adalah kontak intelijen. Peskov menegaskan tidak ada pertemuan Ratcliffe dengan Putin, namun menyebut adanya komunikasi dengan “intelligence services”.

Dengan demikian, narasi yang muncul dari pihak Rusia adalah kunjungan yang berfokus pada jalur intelijen, sementara AS hanya menyampaikan penilaian umum bahwa “something may come out of” pertemuan tersebut. Trump juga mengaitkannya dengan harapan AS agar perang di Ukraina berakhir.

Meski demikian, Peskov menyatakan terlalu dini untuk mengukur seberapa besar dampaknya bagi pemulihan hubungan bilateral. Ia mengakui bahwa proses perbaikan hubungan berada dalam krisis mendalam, sehingga evaluasi langsung tidak dapat dilakukan hanya dari satu pertemuan.