Internasional

Update banjir mematikan Nepal–Tibet: yang sudah diketahui sejauh ini

×

Update banjir mematikan Nepal–Tibet: yang sudah diketahui sejauh ini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: What we know about deadly Nepal-Tibet floods

jurnalistik.co.id – Banjir bandang dan longsor besar di perbatasan Nepal–Tibet telah menimbulkan kerusakan luas serta meninggalkan ratusan orang tewas atau masih hilang. Operasi pencarian dan pertolongan sedang berlangsung, sementara pihak berwenang di kedua wilayah terus memperbarui pendataan korban.

Sejauh ini, laporan menyebut ratusan orang dikhawatirkan tidak selamat, dengan sejumlah korban berasal dari warga Nepal maupun wisatawan serta peziarah yang berada di area terdampak. Pemerintah Tiongkok yang mengelola wilayah Tibet juga menyampaikan adanya korban signifikan, sementara pejabat Nepal memperkirakan dampak yang sangat besar.

Di Nepal, wilayah Nuwakot disebut menjadi salah satu lokasi yang paling parah terkena hantaman material longsor. Rekaman menunjukkan gelombang lumpur dan batu meluncur dengan cepat, menghanyutkan bangunan, jalan, serta kendaraan saat warga berupaya melarikan diri.

Di sisi lain perbatasan, laporan juga menyebut adanya korban di desa-desa wilayah Tibet. Banjir yang terbentuk dilaporkan terjadi di sejumlah aliran sungai besar, termasuk Bhote Koshi, Trishuli, dan Narayani.

Apa yang diperkirakan memicu longsor?

Menteri luar negeri Nepal sebelumnya mengatakan bahwa ada laporan gempa di perbatasan Tibet–Nepal beberapa saat sebelum longsor terjadi. Pernyataan tersebut mengisyaratkan kemungkinan gempa menjadi pemicu terjadinya bencana.

Namun, analisis terbaru dari United States Geological Survey (USGS) menyebut bahwa tidak ada gempa. Temuan itu membuat penyelidikan terhadap faktor pemicu longsor menjadi semakin terbuka, karena dugaan awal yang mengaitkan kejadian dengan gempa tidak sepenuhnya didukung oleh analisis tersebut.

Menurut laporan, material longsor bergerak dalam jumlah besar menuju utara Nepal, termasuk kawasan yang selama ini dikenal sebagai tujuan pendakian gunung dan kunjungan peziarah. Lokasi perbatasan berada sekitar 40 mil (64,4 km) di sebelah utara ibu kota Nepal, Kathmandu.

Korban tewas dan orang hilang: data yang terus bertambah

Angka korban tewas maupun yang masih hilang masih terus diperjelas dari waktu ke waktu. Di level awal, sekitar 100 kematian dilaporkan oleh Nepal dan Tiongkok, yang mengendalikan wilayah Tibet.

Meskipun jumlah awal tersebut telah disampaikan, pihak berwenang menilai bahwa total korban pada akhirnya diperkirakan jauh lebih tinggi. Pendataan dari Nepal juga menyebut adanya ratusan orang yang kini masuk kategori hilang.

Menurut keterangan dari badan pariwisata Nepal, terdapat 403 orang yang diperkirakan hilang, termasuk 341 warga asing. Banyak di antaranya disebut berasal dari India.

Selain kelompok tersebut, laporan menyebut warga asing dari 26 negara lain juga diduga berada di area kejadian. Rincian yang disebutkan meliputi 47 orang dari Amerika Serikat dan 33 orang dari Inggris yang dikhawatirkan terkena dampak longsor dan banjir.

Respons pemerintah dan koordinasi lintas negara

Perdana Menteri Nepal menyatakan bahwa dampak bencana ini membuat situasi nasional sangat terkejut. Ia mengatakan, “the entire nation has been left shocked and deeply distressed,” sambil menegaskan pejabat akan berkoordinasi dengan Tiongkok dalam respons terhadap bencana.

Di tingkat kepemimpinan Tiongkok, Presiden Xi Jinping mendesak pencarian dilakukan secara maksimal. Ia menekankan perlunya upaya “all-out” dalam pencarian dan pertolongan, serta berjanji meningkatkan pemantauan dan sistem peringatan dini untuk mencegah dampak lanjutan.

Ia juga menyoroti bahwa penguatan sistem peringatan dini diperlukan untuk mengurangi risiko dampak sekunder yang dapat muncul setelah banjir dan longsor awal. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kesiapsiagaan di wilayah perbatasan yang rentan terhadap bencana serupa.

Di India, Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan bahwa pemerintahnya siap memberikan bantuan kemanusiaan kepada Nepal. Ia menegaskan, “prepared to provide Nepal with all possible types of humanitarian assistance,” sebagai respons atas situasi darurat yang terjadi di perbatasan.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan pemerintah Inggris akan bekerja sekuat mungkin untuk membantu warga Inggris yang terdampak. Ia menyampaikan bahwa Inggris akan melakukan “everything we can” untuk mendukung warga Inggris di Nepal.

Dalam konteks bencana di kawasan perbatasan, koordinasi lintas negara menjadi kunci karena dampak terjadi di dua sistem wilayah yang berbeda. Selain pencarian korban, fokus respons juga berkaitan dengan pemulihan akses dan upaya penanganan dampak lanjutan di wilayah yang dilaporkan terendam.

Dengan data korban yang masih terus berkembang, penyelidikan mengenai penyebab longsor dan pemetaan area yang paling terdampak akan menjadi perhatian utama. Hingga saat ini, beberapa unsur masih diproses, mulai dari verifikasi faktor pemicu hingga pendataan menyeluruh untuk memastikan jumlah korban tidak terlewat.